Banjir melanda Semarang. Pengiriman barang dari dan ke pelabuhan Tanjung Emas sedikit terganggu, karena akses jalan banyak yang tergenang banjir.
Antrian panjang di depo petikemas (Rabu, 13/3/2024) kemarin mengular. “Saya harusnya bisa ambil 10 kontainer, tapi akibat banjir hanya bisa ambil 4 kontainer, padahal closing kapal hari Jumat lusa. Hari ini wajib stuffing 10 kontainer harus habis,” ujar Teguh Arif Handoko, Ketua ALFI Jateng dan DIY kepada Ocean Week per telpon, Kamis pagi.
Meski begitu, kegiatan di terminal petikemas pelabuhan Tanjung Emas Semarang tetap berjalan normal. Untuk kontainer full di dalam pelabuhan masih aman.
Teguh mengungkapkan bahwa dalam 3 hari terakhir ini lumayan terganggu kegiatan lalu lintas barang, karena banyak genangan air untuk masuk kepelabuhan, juga di sekitar pelabuhan. “Dari malam tadi (Rabu sampai sekarang) hujan masih ekstrim,” ungkapnya.
Menurut Teguh, pengembalian kontainer empty di depo-depo petikemas juga mengalami keterlambatan karena akses masuk yang tergenang banjir.
Kondisi ini, jelas Teguh, juga sudah diinformasikan oleh pihak Terminal Petikemas Semarang melalui pengumuman yang disampaikannya.
Karena cuaca ekstrim yang terjadi, berdampak pada keterlambatan pelayanan dan delay berthing kapal. Namun, untuk kegiatan Operasional di TPK Semarang masih berjalan normal dan kondisi lapangan penumpukan aman dari genangan air.
“Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi Manager on Duty TPK Semarang 0852-0168-1117 (telepon) atau email support.tpks@pelindo.co.id.
Sementara itu, Hari Ratmoko, Ketua INSA Semarang, membenarkan jika Semarang pada Rabu didatangi banjir cukup besar dan merata.
Tetapi, Hari justru prihatin, di saat lalu lintas barang dan delay kapal, sistem dalam Inaportnet (SIMLALA) Tanjung Emas trouble.
“SIMLALA nya ngadat. Dan ini juga terjadi di pelabuhan-pelabuhan lain,” ujarnya.
Hari maupun Teguh belum bisa merinci kerugian yang dialaminya, selain kerugian waktu, karena kapal delay dan pengiriman barang terlambat.
Keduanya berharap, kondisi ini dapat segera teratasi. Namun, hari Kamis pagi, awan tebal masih menyelimuti wilayah Semarang. Bahkan saat berita ini ditulis, hujan mulai turun lagi. (**)






























