Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Pemerintah Kota Balikpapan, bersama INSA, pada Rabu (25/10), menggelar forum diskusi bertema ‘Peran Industri Pelayaran Dalam Memajukan Ekonomi di Daerah ALKI 2’.
Menampilkan Nara sumber kompeten di bidangnya, yakni Dr. Ir Wahyu Utomo (Deputi VI Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian), lalu Dr. Thomas Umbupati (Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan IKN- Otorita IKN), Capt Zaenal Hasibuan (Ketua Bidang Organisasi DPP INSA), dan Todd Dias (Konsulat Jenderal Australia).
Diskusi setengah hati tersebut lebih banyak menyoroti bagaimana IKN dapat terwujud, bagaimana potensi ibukota baru tersebut.
“Targetnya agar dengan dibangunnya IKN, maka tidak hanya Kalimantan Timur saja yang merasakan pertumbuhan ekonominya, tapi seluruh daerah yang menamakan dirinya sebagai ALKI 2 region, yaitu Bali, NTB, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Kaltim, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan Utara, juga bisa berkembang dengan baik,” ujar Capt. Zaenal Hasibuan kepada Ocean Week, Rabu sore.
Zaenal juga mengatakan dengan penambahan 1,8 jumlah penduduk di area IKN dan Balikpapan, maka selain akan menimbulkan kendala, juga menyimpan potensi-potensi.
“Nah kami dari dunia maritim melihat ada potensi yang bisa kita manfaatkan untuk berinvestasi. Pasti nantinya kebutuhan logistik akan meningkat drastis, kebutuhan seperti beras dan sandang pangan selama ini masih didatangkan dari Pulau Jawa, maka dari itu kita perlu lebih rutin mendatangkan kapal-kapal dari pulau Jawa,” ungkapnya.
Selain itu, diperlukan water front infrastruktur, dan ini sejalan dengan konsep hijau dan negara maritim. “Jadi kita tak perlu lagi membangun perumahan dengan merusak hutan yang sudah ada, namun bangunlah di tepi sungai atau di tepi laut, sehingga hal itu tidak merusak keaslian apa-apa yang sudah ada dalam wilayah IKN,” jelasnya.
Sekali lagi Zaenal mengungkapkan, dengan bertambahnya penduduk maka pergerakan kapal itu akan berubah, kalau dulu misalnya, kita mengirim ternak dari Sumba atau Lombok ke pulau Jawa, maka jumlah itu akan berkurang dan beralih ke daerah IKN.
“Nah disini saya menghimbau kepada teman-teman di Lombok agar lebih pandai dari yang sebelumnya dimana mereka harus menguasai pengiriman ternak-ternak dengan menggunakan kapal sendiri, jangan terpaku bahwa kapal ternak harus dikirim dengan menggunakan kapal ternak, karena pasti muatan baliknya kosong, karena itu kami menyarankan supaya pengiriman dilakukan sudah dalam bentuk Frozen, sehingga mereka bisa menciptakan industri kulit, bakso, sosis dan lain-lain nya untuk lapangan kerja di daerah nya,” kata Zaenal.
Menurut Zaenal, daerah yang masuk dalam ALKI 2 seperti Bali, Lombok, Sumba, adalah daerah yang sangat touristik, maka orang-orang yang tinggal di IKN perlu tempat wisata, sehingga ini bisa menciptakan potensi untuk membuat kapal-kapal tourist sendiri, dan karena jaraknya dekat maka tak perlu membuat kapal yang berukuran besar, jarak dari Balikpapan atau Lombok, ke Bali cukup dekat, dibandingkan ke Jakarta, dan ini sangat cocok jika kita bicara wisata maritim, karena itu orang-orang yang ada di IKN akan bertamasya ke arah selatan sebagai tourist.
Jadi, ujar Zaenal, keberadaan IKN tak hanya untuk kemajuan ekonomi daerah Kaltim saja, tapi juga untuk daerah disekelilingnya, termasuk daerah di Utara Kalimantan Timur.
“Kedepan kita perlu membangun pelabuhan-pelabuhan disana, karena tanah di IKN dan Balikpapan sangatlah terbatas, dan tak mungkin lagi diperbesar menjadi daerah industri untuk memenuhi kebutuhan orang-orang yang ada di IKN nantinya,” katanya.
Peluang Investasi Besar
Sebelumnya, Pemerintah Indonesia melalui Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menegaskan peluang untuk berinvestasi di kawasan itu masih besar kepada para calon investor dari Amerika Serikat (AS).

“Bulan depan ada banyak projek yang akan juga dihasilkan nanti kami akan undang secara khusus,” kata Direktur Perencanaan Makro Otoritas IKN Agustomi Masik di Jakarta, dikutip Antara.
Pernyataan tersebut disampaikan Agustomi dalam event AmCham Indonesia 11th US-Indo Investment Summit 2023 bertajuk Mapping the Legacy, Navigating the Future di Mandarian Oriental Hotel, baru-baru ini.
Menurut Agustomi, investasi tersebut tersedia di antaranya dalam bidang pembangunan infrastruktur, destinasi pariwisata berkelanjutan, pengembangan industri baru terbarukan, hingga terkait bidang logistik.
Pemerintah menilai bidang logistik di IKN ini cukup menjanjikan karena keberadaan geografis yang sangat strategis sehingga dibutuhkan bagi kemaslahatan bisnis dan sosial – ekonomi.
Di hadapan puluhan calon investor, ia memaparkan, biaya logistik Indonesia mahal bahkan paling mahal se-Asia Tenggara yakni 24 persen dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) itu sendiri. Hal itu disebabkan oleh tingkat pengembalian konten yang rendah, terutama untuk pengiriman antar pulau.
Diketahui tingkat pengembalian konten adalah rasio antara volume barang yang dikirim dari suatu pelabuhan ke pelabuhan lain dengan volume barang yang dikirim kembali.
Maka tingkat pengembalian konten yang rendah itu berarti ada banyak barang yang dikirim ke suatu pelabuhan, tetapi tidak ada barang yang dikirim kembali.
Dia mencontohkan, misalnya dari Surabaya ke Ambon tingkat pengembalian konten nya hanya 20 persen, artinya kapal menuju Ambon mengirim 200 tetapi sebaliknya hanya mengambil 20. Hal ini menyebabkan biaya logistik menjadi mahal, karena kapal harus menempuh perjalanan pulang pergi dengan beban yang tidak penuh.
“Maka (logistik) itu salah satu peluang yang juga dapat diperhitungkan,” ujarnya.
Pemerintah Indonesia juga memastikan adanya kemudahan untuk berinvestasi di IKN yang termaktub dalam Undang-undang Cipta Kerja. Di dalamnya mengatur beberapa insentif yang baik untuk investor seperti insentif pajak tax holiday, insentif fiskal dan pengecualian cukai impor hingga pengecualian pajak barang mewah.
Maka dari itu, ia menambahkan, investasi yang masuk ke IKN saat ini cukup hebat setidaknya ada mencapai senilai 1 miliar Amerika Serikat yang sebagian besar merupakan investor lokal. (***/ant/ow)






























