Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengancam akan membuldoser terhadap siapa saja yang menghalangi Pemerintah dalam peluncuran ekosistem logistik di Batam atau Batam Logistic Ecosystem (BLE) sebagai percontohan untuk ekosistem logistik nasional (National Logistic Ecosystem/NLE).
NLE sendiri merupakan inisiatif pemerintah dalam mengintegrasikan infrastruktur logistik seperti pelabuhan, bandara, dan stasiun agar efisiensi biaya logistik bisa tercapai dan meningkatkan investasi di Indonesia.
“Jadi kami sudah rapat kemarin, pokoknya kalau kita mau kita bisa. Siapa yang menghalangi, kita buldoser itu nanti,” ungkap Luhut dalam teleconference, kemarin.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah pada 2021 ini menargetkan untuk merampungkan pengembangan NLE di 8 pelabuhan di Indonesia.
“Ini kan ada 8 (pelabuhan) yang besar-besar. Di sini (Batam), Jakarta, (Tanjung) Priok, juga Patimban, kemudian Tanjung Emas Semarang dan Surabaya, terus Medan, Makassar, pokoknya 8,” kata Luhut.
Jadi, tegasnya, pemerintah mau itu tahun 2021 ini jadi.
Luhut juga menjelaskan, platform NLE tersebut nantinya semua akan terintegrasi ke dalam satu sistem.
“Masalah kita di republik ini kita enggak pernah kerja holistik. Bandar udara sama. Supaya tertib. Kan terlalu banyak ketemu sama ini. Tadi kita buat efisiensi tapi efektif,” ujarnya lagi.
Luhut pun menyoroti, jika negara lain bisa melakukan efisiensi pembiayaan dengan ekosistem logistiknya, kenapa Indonesia tidak.
Menko Luhut ingin menerapkan kebijakan antidumping untuk menghadapi praktik dumping yang dilakukan oleh negara eksportir.
“Kita punya barang kita dikenakan antidumping. Menteri Perdagangan teriak-teriak. Kita bisa efisien. Kita kenakan antidumping. Kita betul kompetitif,” katanya. (***)





























