Indonesia National Shipowner Association (INSA) sudah berusia 53 tahun. Apa saja sebenarnya kiprah pelayaran yang sudah cukup lama itu,
Apa keberhasilan yang sudah dikontribusikan organisasi yang beranggotakan pemilik Pelayaran nasional selama ini.
Dan saat INSA dibawah kepemimpinan Carmelita Hartoto (familiar dipanggil Meme), apa saja keberhasilan berbagai program INSA yang sudah diakomodir oleh pemerintah dan kemudian dituangkan ke dalam kebijakan. Lalu, apa saja rencana program dan target INSA kedepan, berikut hasil obrolan ocean week dengan Carmelita Hartoto (Ketua Umum DPP INSA).
OW : Bisa cerita bagaimana kiprah INSA selama 53 tahun sejak berdirinya organisasi ini ?
CH : Kita tahu industri pelayaran nasional itu telah mengalami banyak pasang surut. Asas cabotage adalah tonggak sejarah perkembangan armada nasional untuk jadi tuan rumah dinegeri sendiri. Sekarang ini kita berada di era mengisi dan mempertahankannya dengan sepenuh daya, dari berbagai pihak yang ingin masuk pada pasar dalam negeri bahkan dari segelintir pihak yang ingin menjual kedaulatan demi keuntungan sesaat.
OW : Maksudnya ?
CH : INSA sebagai satu-satunya wadah berkumpulnya pengusaha pelayaran niaga nasional Indonesia yang diakui pemerintah juga secara rutin dan konsisten aktif dalam memberikan masukan dan sumbang gagasan dalam rangka memajukan industri pelayaran nasional. Dan setiap kebijakan pemerintah terkait pelayaran pastinya melalui komunikasi dan sosialisasi dengan INSA. Dan tentunya setiap masukan kami di INSA menjadi pertimbangan pemerintah dalam mengambil keputusan. Salah satunya, misalnya kita memperjuangkan beyond cabotage sejak 2012 utk memperbaiki neraca jasa perdagangan kita yang kerap alami defisit, sekaligus membuat pelayaran nasional bisa ikut menjadi pemain dalam kegiatan ekspor impor.
OW : Apa yang jadi target ?
CH : Target kami tidak banyak, tapi butuh effort dan dukungan seluruh pihak. Intinya kami ingin membuat pelayaran nasional berdaya saing. Makanya kita butuh dukungan dari sisi perpajakan dan pembiayaan yang lebih friendly. Kami butuh equal treatment atau kebijakan setara yang didapatkan pelayaran asing dari pemerintah mereka, baik fiskal maupun moneter-nya. Karena toh, daya saing pelayaran nasional pada akhirnya akan berdampak positif bagi efisiensi biaya logistik.
OW : Udah ada usulan ke pemerintah ?
CH : Usulan kami sudah kami sampaikan kepada pemerintah. Syukur sudah ada yang diberikan kepada kami, misalnya yakni PPH ps 21, dan stimulus dispensasi perpanjangan sertifikat-sertifikat kapal dan sertifikat crewing, selama sertifikat tersebut dapat ditunda dan tidak membahayakan aspek keselamatan. Dan juga dispensasi perpanjangan kewajiban untuk docking. kami masih tunggu stimulus sisi moneter nya saat ini.
OW : Apa pesan dan harapan Anda untuk anggota INSA saat ini ?
CH : Pesan saya, Covid-19 telah berdampak tidak hanya terhadap kesehatan kita, tapi juga mengganggu kegiatan perkonomian dan bisnis, termasuk pelayaran. Kita berharap semua stake holder shipping bersatu bergandengan tangan dan berkomitment memulihkan ekonomi maritim, saling bantu membantu. Jangan sampai rantai logistik terputus yang akan berdampak luas. (***)




























