Sebanyak 15.491 crew kapal asing dari 840 kapal asing yang masuk ke pelabuhan Tanjung Priok mulai dari tanggal 1 Januari – 13 April 2020, telah diperiksa oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan dinyatakan tak satupun terindikasi COVID -19.
Brata Sugema, salah satu pimpinan di KKP Tanjung Priok mengungkapkan hal itu saat dikonfirmasi oleh Ocean Week, Selasa siang (14/4).
“Semua crew kapal asing yang masuk ke pelabuhan Tanjung Priok kami lakukan pemeriksaan sesuai SOP yang ada,” katanya.
Menurut dia, pemeriksaan kapal asing tersebut dilakukan di luar dam, sebelum kapal sandar dan membongkar muat barang angkutannya.
Brata menyatakan bahwa selama kurun waktu tersebut, kapal terbanyak yang datang ke Priok berasal dari Singapura (357 unit), disusul China tercatat 145 unit, lalu Malaysia ada 126 unit kapal, Thailand 83 kapal, Australia 45 unit, Vietnam 25 kapal, Jepang 25 unit, Pilipina 14 unit, Korea Selatan ada 13, dan Argentina hanya 7 kapal.
Sedangkan untuk crew kapal menurut kebangsaan terbanyak Pilipina ada 5204 orang, menyusul China 3617 orang, Indonesia 1641 orang, India 1292 orang, Myanmar 942 orang, Ukraina 822 orang, Korea Selatan 604 orang, kemudian Vietnam 494 orang, Iran 450 orang, dan Srilanka tercatat 425 orang.
Brata berharap pelabuhan Tanjung Priok bebas dari posistif Corona. “Hingga sekarang masih aman, belum ada yang positif Corona, kami berharap tidak ada,” ungkapnya.
Dia menambahkan untuk crew kapal domestik juga dilakukan pemeriksaan, termasuk awak kapal Pelni.
Sementara itu, sekretaris koperasi TKBM Pelabuhan Tanjung Priok Suparmin mengatakan bahwa sampai sekarang, para TKBM masih bekerja seperti biasa, meski dalam masa PSBB (pembatasan sosial berskala besar).
“TKBM masih kerja biasa, tapi dilengkapi dengan APD,” kata Parmin kepada Ocean Week, Selasa.
Dia juga berharap supaya wabah virus Corona ini segera berakhir, dan pelabuhan kembali normal. (***)






























