Bisnis galangan kapal berharap wabah Corona cepat selesai di Indonesia. Meski mereka pesimis ini akan cepat berlalu. Kalau galangan kapal terganggu, akan berdampak kepada pelayaran.
“Kalau harapan ya pasti supaya cepat selesai. Tapi saya secara pribadi mungkin masih lama, karena sejak ada rapid test kenaikan yang terkena virus bertamba banyak,” kata Yance Gunawan, Direktur Utama PT Galangan Kapal Dumas Surabaya, saat dihubungi Ocean Week, Kamis (26/3) siang.
Yance menyatakan, pihaknya sendiri sudah mengikuti himbauan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah mengurangi pekerjanya berkantor.
“Sesuai himbauan pemerintah pusat dan daerah untuk jaga jarak ya kita ikut kurangi 50%, untuk WFH (work from home), padahal kontraknya pekerjaan kapal sangat ketat,” ujarnya lagi.
Meski begitu, Yance mengungkapkan jika pihaknya selalu menginfokan dan memberitahu kepada owner mengenai perkembangan pekerjaannya. Mengingat sekarang sudah menjalankan WFH.
“Sekarang ini pokoknya kita ikut saja. Kantor dan lapangan kita sediakan hand sanitizer dan tempat cuci tangan dan tiap hari dikasih vitamin C,” ucap Yance.
Yance memastikan, bahwa semua usaha terkena dampak dari virus COVID 19 ini. Namun, kalau denga wabah Corona itu, apakah berpengaruh terhadap kinerja galangan atau tidak, Yance menegaskan, kalau turun tidak ada, apalagi di company nya, karena pas mulai ada pekerjaan, muncul masalah ini (wabah Corona). “Kalau dua tahun lalu betul-betul kosong hanya ada kerjaan repair dan itupun ngga ramai,” ungkap Yance.
Sementara itu, Tjahjono Roesdianto, pengamat industri galangan kapal, menyatakan secara umum penurunan kinerja akan sejalan dengan penurunan kinerja pelayaran sebagai pelanggan.
“New building project jelas stagnan, repair job berbanding lurus dengan kinerja pelanggan. Barangkali pelanggan yang melakukan PSO yang masih eksis operasi termasuk BUMN dan Instansi pemerintah or militer,” ujar mantan ketua umum Iperindo ini.
Dengan pola kerja di rumah, produktivitas galangan menjadi merosot. Dan ini diakui oleh beberapa perusahaan pengguna jasa galangan kapal.
Merosotnya kinerja galangan membuat pelayaran khawatir. Misalnya, untuk Docking kapal terpaksa harus mengantre.
Jadi sudah hampir 2 bulan pelaksanaan Dock kapal dalam rangka menjalankan kewajiban aturan hingga saat selesainya belum ada kepastian, sedangkan kapal kapal lain yang juga wajib docking sudah antre.
“Kapal tidak Dock tidak bisa keluar sertifikasi, tidak ada sertifikasi tidak bisa operasi, tidak bisa operasi jadinya bagaimana pelayaran,” kata Capt. Pardi, direktur JAI. (***)






























