PT Krakatau Steel Tbk berencana meng-IPO (initial public offering)-kan tiga anak usahanya ke pasar modal.
Ketiganya adalah PT Krakatau Tirta Industri (KTI), Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC), dan PT Krakatau Bandar Samuder (KBS).
Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim menyatakan kalau pihaknya sampai sekarang masih mengkaji pelepasan tiga anak usaha itu di bursa. “Kami sedang kaji tiga anak usaha Krakatau Steel,” ujar Silmy kepada wartawan, di Jakarta, Jumat (14/2).
Untuk diketahui KBS merupakan anak usaha Krakatau Steel yang mengelola Pelabuhan Cigading di Kawasan Industri Cilegon, Banten.
Pelabuhan ini lebih fokus menangani muatan curah (bulk) baik berupa bahan baku bijih besi, curah kering seperi gypsum, gula, kacang kedelai, maupun batu bara dan besi tua.
Pelabuhan Cigading disebut-sebut berpotensi menjadi pelabuhan kelas dunia. Sebab dengan kedalaman pelabuhan yang dimiliki, berbagai jenis kapal bisa bersandar.
Kapal jenis handimax, hingga capesize dengan kapasitas angkut 150 ribu ton dapat dilayani disini.
Dermaga luar KBS memiliki panjang 855 meter, dan panjang dermaga 243 meter, sedangkan panjang dermaga khusus tongkang 75 meter.
Selain itu, dermaga ekspor di Pelabuhan Cigading juga mampu melayani hingga 10 kapal secara bersamaan.
Dengan berbagai fasilitas, Pelabuhan Cigading juga disiapkan untuk menangani segala jenis kargo curah, transshipment dan lainnya.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, KBS melengkapinya dengan alat bongkar muat berupa, empat buah unloading crane, dua buah sistem conveyor, suplai air, dan listrik. Total lahan yang dimiliki KBS di Pelabuhan Cigading mencapai 240 hektare (ha), dengan tiga buah gudang tertutup masing-masing berkurukan 30 x 130 meter.
Pada pertengahan tahun lalu, KBS baru saja meresmikan dua dermaga barunya yakni dermaga 7.1 dan 7.2. Dermaga tersebut memiliki total kapasitas 3,5 juta ton, serta dapat disandari kapal dengan bobot 70 ribu DWT berjenis panamax. Dengan beroperasinya dermaga tersebut, maka kapasitas bongkar muat yang dimiliki KBS menjadi 25 ribu ton.
KBS pun selama ini juga mengusahakan bisnis pandu dan tunda kapal. Selain di Banten, juga melayani di Tanjung Jati di Jepara, dan pelabuhan Marunda Jakarta Utara. (kd/***)





























