Penyelesaian proyek tahap pertama pembangunan Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat berpotensi mundur.
Dengan demikian, target beroperasi pada Juni 2020 akan mundur menjadi September 2020.
Hal itu diungkapkan Menhub Budi Karya Sumadi kepada pers, Selasa, usai pertemuan dengan investor Japan International Coorporation (JICA), bahwa pengerjaan proyek itu akan mundur tiga bulan.
“Untuk tahapan pertama proyek Pelabuhan Patimban memakan biaya investasi sebesar Rp29 triliun,” kata Menhub di Kantor Kemenko Maritim dan Investasi.
Menurut Budi Karya, Jepang meminta lebih konservatif, jadi kalau pun mundur paling tiga bulan.
“Mundurnya target penyelesaian proyek dikarenakan Jepang cukup konservatif, memperhitungkan secara matang persiapan dari pengoperasian Pelabuhan Patimbang. Hal itu berkaitan dengan kesiapan jalan akses non-tol, penunjukan operator pelabuhan, hingga koordinasi dengan para eksportir. Karena kalau dari Jepangnya kan memang konservatif,” ungkapnya.
Budi Karya menyatakan, pihaknya masih akan mengupayakan untuk proyek itu bisa selesai sesuai dengan target di Juni 2020. Namun, akan dilakukan evaluasi kembali di Januari 2020 untuk memutuskan perlunya perpanjangan waktu penyelesaian proyek atau tidak.
“Kami nanti akan evaluasi, rapat kembali, untuk memperhatikan kalau bukan waktu sesuai target apa akan diteruskan atau tidak,” ujar Menhub.
Nantinya, Gubernur juga akan menentukan trase (garis tengah jalan) tol. “Kami usulkan ke Gubernur lewat surat Dirjen Binamarga untuk segera lakukan penentuan lokasi. Kemudian dibuat DPPT data tanahnya sehingga bisa mulai bebaskan lahan,” kata Budi Karya. (**)






























