Kementerian Perhubungan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2020, memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp 42,7 triliun. Angka itu lebih tinggi dari pagu indikatif 2020 yang diusulkan Kemenhub pada DPR sebelumnya yakni sebesar Rp 41,75 triliun.
“Dengan anggaran sebesar itu akan difokuskan untuk konektivitas antar daerah melalui program seperti angkutan perintis tol laut dan tol udara sebesar kurang lebih Rp 1.4 triliun,” kata Menhub Budi Karya Sumadi, dalam keterangan persnya, Minggu (18/8).
Pihaknya juga akan membangun pelabuhan, bandar udara untuk konektifitas antar daerah, juga dalam rangka mendukung program-program tersebut.
Seperti diketahui bahwa Kementerian Perhubungan menetapkan 18 trayek tol laut. Sebagian besar merupakan rute penghubung (feeder) sebagai solusi bagi penurunan disparitas harga barang yang lebih merata. Penetapan itu dituangkan dalam Keputusan Dirjen Perhubungan Laut No UM 002/109/2/ DJPL-18 tertanggal 14 Desember 2018 lalu. Berdasarkan SK itu, terdapat 7 trayek jarak jauh (direct call) dan 11 feeder.
Rute tol laut 2019 sedikit berbeda dengan tahun 2018 karena sebagian besar merupakan rute jarak jauh. Dari 18 trayek tahun ini, 14 di antaranya merupakan trayek jarak jauh, sedangkan 4 sisanya trayek feeder.
Penentuan operator kapal pada 18 trayek dilakukan melalui mekanisme penugasan kepada BUMN pelayaran dan lelang umum bagi perusahaan pelayaran swasta.
Pembukaan lebih banyak rute baru ke pulau-pulau terluar bertujuan agar subsidi lebih efektif menurunkan harga di daerah terpencil. Selama ini rute jarak jauh dari Jakarta dan Surabaya ke luar Jawa membuat biaya operasional program tol laut tinggi. Perjalanan yang panjang juga membuat waktu distribusi ke lokasi terpencil lama.
Sebenarnya, banyak pelaku usaha pelayaran yang meminta agar program tol laut yang memakan subsidi cukup besar tersebut di stop saja. Seperti yang dikatakan pengamat kemaritiman dari Surabaya, Lukman Lajoni. “Tol laut mubazir, masyarakat tak merasakan manfaatnya, hanya menguntungkan tengkulak saja,” katanya kepada Ocean Week, baru-baru ini.
Berikut ini daftar trayek tol laut 2019 :
1. Tanjung Perak-Makassar-Bitung-Tidore-Tanjung Perak (H-1)
Pelayaran 1 round voyage: 16 hari
Target frekuensi 1 Januari – Desember 2019 : 23
2. Tanjung Perak-Wanci-Namlea-Namrole-Tanjung Perak (H-2)
Pelayaran 1 round voyage: 13 hari
Target frekuensi: 27
3. Tanjung Perak-Tenau-Saumlaki-Dobo-Tanjung Perak (H-3)
Pelayaran 1 round voyage: 19 hari
Target frekuensi: 19
4. Tanjung Perak-Makassar-Kendari-Tanjung Perak (H-4)
Pelayaran 1 round voyage: 11 hari
Target frekuensi: 33
5. Belawan-Malahayati-Sabang-Tapak Tuan-Belawan PP (T-1)
Pelayaran 1 round voyage: 9 hari
Target frekuensi: 39
6. Teluk Bayur-Sinabang-Gn Sitoli-Mentawai (Sikakapi)-Teluk Bayur (T-2)
Pelayaran 1 round voyage: 9 hari
Target frekuensi: 47
7. Tanjung Priok-Tarempa-Selat Lampa-Penagi-Serasan-Midai-Tanjung Priok (T-3)
Pelayaran 1 round voyage: 13 hari
Target frekuensi: 28
8. Makassar-Polewali-Belang-belang-Sangatta-Nunukan/Sebatik-Makassar (T-4)
Pelayaran 1 round voyage: 11 hari
Target frekuensi: 31
9. Bitung-Tagulandang-Tahuna-Melangoane-Miangas-Marore-Bitung (T-5)
Pelayaran 1 round voyage: 9 hari
Target frekuensi: 39
10. Bitung-Pagimana-Bunta-Mantangisi-Parigi/Tinombo-Tilamuta-Bitung (T-6)
Pelayaran 1 round voyage: 10 hari
Target frekuensi: 36
11. Makassar-Selayar-Jampea-Ps Wajo-Raha-Makassar (T-7)
Pelayaran 1 round voyage: 9 hari
Target frekuensi: 39
12. Kendari-Lameruru-Bungku-Kolonodale-Luwuk-Kendari (T-8)
Pelayaran 1 round voyage: 8 hari
Target frekuensi: 44
13. Tanjung Perak-Oransbari-Waren-Teba-Ambon-Tanjung Perak (T-9)
Pelayaran 1 round voyage: 22 hari
Target frekuensi: 16
14. Tidore-Morotai-Buli-Maba-P. Gebe-Tidore (T-10)
Pelayaran 1 round voyage: 8 hari
Target frekuensi: 46
15. Tanjung Perak-Fak Fak-Kaimana-Timika-Agats-Boven Digoel-Tanjung Perak (T-11)
Pelayaran 1 round voyage: 22 hari
Target frekuensi: 16
16. Saumlaki-Larat-Teba-Moa-Kisar-Kalabahi-Saumlaki (T-12)
Pelayaran 1 round voyage: 11 hari
Target frekuensi: 32
17. Tenau-Rote-Sabu-Lamakera-Tenau (T-13)
Pelayaran 1 round voyage: 6 hari
Target frekuensi: 55
18. Tenau-Lewoleba-Tabilota-Larantuka-Marapokot-Tenau (T-14)
Pelayaran 1 round voyage: 8 hari
Target frekuensi: 45. (***)