Sebanyak 250 tenaga kerja bongkar muat (TKBM) pelabuhan Tanjung Priok mengikuti uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikat Magang bongkar muat dari kementerian tenaga kerja (Naker) dan sertifikat profesi dari BNSP.
Kegiatan tersebut digelar di kantor Koperasi TKBM Tanjung Priok, pada Rabu (3/7), di Jakarta Utara.
Menurut ketua Koperasi TKBM Tanjung Priok, H. Parman, bahwa kegiatan ini diselenggarakan selama tiga hari dari tanggal 3-5 Juli 2019.
“Tujuan diadakannya uji kompetensi ini karena adanya peraturan pemerintah sebagai persyaratan. Padahal kalau dari sisi pekerjaan secara fakta tak masalah, karena itu kita gelar kegiatan ini,” kata Parman kepada Ocean Week, di sela kegiatan ini, siang ini, diiyakan H. Parmin, sekretaris Koperasi.
Parman menyatakan, 250 TKBM peserta uji kompetensi itu, yang berhasil lulus akan memperoleh dua sertifikat, yakni sertifikat Magang bongkar muat dari Naker, dan sertifikat Profesi bongkar muat dari BNSP.
Kegiatan ini berjalan atas kerjasama antara Koperasi TKBM Tanjung Priok dengan LSP Translog.
Materi yang diberikan, ungkap Parman, adalah bongkar muat. “Untuk bisa mendapatkan sertifikat dan tidaknya, para TKBM peserta itu juga diwawancarai oleh pihak penguji,” ujarnya.
Parman mengungkapkan, dengan dibekalinya sertifikat diharapkan kinerja bongkar muat di pelabuhan menjadi baik, efisien, dan lancar. “Sehingga TKBM diakui karena legalitasnya ada,” ungkapnya lagi.
Parman menginginkan bahwa kedepan, semua anggota TKBM pelabuhan Priok yang totalnya 2351 orang bisa memperoleh sertifikat semua.
“Dari total anggota 2351 orang, ada 400-an TKBM yang memasuki usia tak produktif,” kata Parman dibenarkan Parmin.
Untuk diketahui, sampai saat ini, sudah ada sebanyak 650 TKBM yang sudah memperoleh sertifikat kompetensi. “Kalau ditambah dengan 250 lagi yang ikut uji kompetensi sekarang, total jadi 900 buruh,” tutup Parman. (**)






























