Arus barang dari dan ke pelabuhan selama musim Lebaran 2019 dipastikan tidak ada masalah, karena semua sudah diantisipasi oleh pemerintah bersama stakeholders terkait. Bahkan, layanan kapal tetap dilakukan, meskipun Lebaran.
Dirjen Perhubungan Laut, Agus Purnomo juga mengungkapkan bahwa arus kapal dan barang di pelabuhan, khususnya Tanjung Priok tak ada kendala, karena semuanya sudah diantisipasi. “Bahkan hingga H-1 Lebaran, kapal dan bongkar muat barang masih tetap terlayani,” kata Agus Purnomo kepada Ocean Week, usai acara pelepasan mudik gratis di Tanjung Priok, Rabu (29/5).
Kepala Otoritas Pelabuhan (OP) Tanjung Priok Capt. Hermanta pun membenarkan apa yang dikatakan Dirjenla Agus Purnomo. “Kita tetap melayani, paling libur hanya malam menjelang Idul Fitri, dan shift 1 Lebaran. Setelah itu kerja normal lagi,” ungkapnya menambahkan.
Sementara itu, Ketua DPW APBMI Jakarta Juswandi Kristanto mengungkapkan bahwa pada saat Lebaran, kalau ada barang yang harus dibongkar muat, biasanya TKBM yang bekerja itu atas kesepakatan dengan PBM terkait. “Jadi TKBM ada komitmen dengan PBM bersangkutan,” kata Juswandi.
Adil Karim (Sekretaris DPW ALFI Jakarta) dan Capt. Supriyanto (Sekretaris DPC INSA Jaya) juga mengatakan, selama musim Lebaran 2019, angkutan barang tidak mengalami kendala. “Pemilik barang juga sudah banyak yang libur,” ungkap Adil. Hal senada juga diungkapkan Supriyanto. “Kapal juga masih ada yang sandar jelang Lebaran, tapi nggak masalah,” kata Priyanto.
Sementara itu, Sekjen GINSI Taufan kepada Ocean Week juga mengungkapkan informasi yang tak jauh beda dengan nara sumber lainnya. “Sekarang saja, importir sudah pada libur, karena selain impor sedang menurun, juga kemarin ada Pilpers-Pileg yang membuat para importir wait & see,” katanya.
Makanya, kalau barang impor masih masuk di Lebaran, dan karena arus lalu lintas macet, ungkap Taufan, importir pasti lebih memilih barangnya ditumpuk di pelabuhan. (**)




























