Pelabuhan Kalianget mendadak sangat ramai pada Minggu (12/5), karena akan kedatangan Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi dalam rangka Ramp Check kapal Perintis KM Sabuk Nusantara 92 dan Penyerahan untuk Operasional 2 kapal Rede, di pelabuhan ini.
Mereka adalah calon penumpang dari Kalianget Sumenep tujuan Masalembu yang ingin pulang ke kampung halamannya dengan naik kapal tol laut Sabuk Nusantar 92.
Menurut Rusni (60), asal Masalembu, dirinya bersama keluarganya yang berjumlah 6 orang hendak pulang kembali ke Masalembu, setelah menengok saudaranya di Sumenep Madura.
“Kami naik kapal ini dari Kalianget sampai Masalembu ditempuh 11 jam, karena kalau dari sini nggak ada kapal perintis selain Sabuk Nusantara 92 ini. Dari Surabaya ada yang terus ke Batulicin,” ujarnya ditanya Ocean Week, saat menunggu naik ke kapal.
Rusni juga bercerita bahwa naik kapal perintis ini tarifnya murah, hanya Rp 16 ribu per orang.

Menurut Direktur Armada PT Pelni M. Tukul Harsono, ada tiga kapal perintis yang dioperatori Pelni masuk ke Kalianget, yakni Sabuk Nusantara 92, Sabuk Nusantara 115, dan Sabuk Nusantara 99, satu lagi oleh swasta.
“Tapi sekarang yang Sabuk Nusantara 115 dan 99 masih dock, namun untuk angkutan Lebaran nanti sudah bisa operasi semua,” katanya kepada Ocean Week di Sumenep Madura, Minggu (12/5).
Pelni sendiri, ungkap Tukul, total mengoperasikan kapal sebanyak 114 unit, terdiri dari 26 kapal penumpang, 52 perintis, satu kapal ternak, dan 8 barang.
“Untuk angkutan Lebaran 2019 ini, kami bisa prediksi sebanyak 35 ribu penumpang mudik bisa terangkut ke seluruh wilayah di Indonesia, tahun 2018 bisa total 33 ribu penumpang mudik Lebaran terangkut,” kata Tukul.
Animo masyarakat naik kapal perintis tersebut sangat tinggi, mengingat selain murah, juga karena tak ada lagi angkutan selain kapal.
Lain halnya dengan Ikramullah, pemuda asal Sapeken yang turun di Kalianget untuk melanjutkan perjalanannya dengan bus ke Surabaya.
Dia menyatakan ada sejumlah kekurangan kapal ini, terutama soal ketersediaan kasur yang terbatas, sehingga penumpang berebut untuk saling memperoleh kasur sebagai alas tidur di kapal.
“Perjalanan dari Sapeken kan cukup lama, saya berangkat dari Sapeken jam 19.30, sampai di Kalianget jam 10.00 wib,” katanya.
Dia berharap agar operator kapal ini yakni PT Pelni memperhatikan keluhan para penumpang. “Jangan karena tiketnya murah, tapi kenyamanannya tak diperhatikan,” ungkapnya.
Menjawab hal itu, Tukul mengatakan, bahwa sebenarnya Pelni sudah menyediakan kasur untuk setiap penumpang.
“Kapal Sabuk Nusantara 92 kan kapasitasnya 400 orang, jadi kalau penumpabgnya lebih ya ada yang nggak kebagian kasur,” ujarnya.
Meski begitu, Pelni sudah berupaya memberikan kenyamanan, keamanan kepada semua penumpangnya. (***)






























