Kantor Otoritas Pelabuhan (OP) Utama Makassar dan Kantor Kesyahbandaran Utama Makassar menyatakan telah siap mengantisipasi angkutan laut Lebaran 2019 melalui pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, termasuk pengaturan kegiatan kapal non penumpang.
“Kami sudah melakukan koordinasi bersama antar institusi terkait disini untuk angkutan Lebaran baik kapal penumpang maupun kapal-kapal barang,” kata Kepala OP Makassar Rahmatullah maupun Kepala Syahbandar Makassar Victor Viki Subroto, saat dimintai tanggapannya sehubungan dengan persiapan angkutan Lebaran 2019 di pelabuhan Makassar, di sela acara aksi massal bersih kanal Panampu, Minggu (28/4), di Makassar.
Mereka mengakui kalau Makassar menjadi titik pertemuan para pemudik dari wilayah Indonesia Timur dan Indonesia Barat. Makanya koordiasi dengan institusi lain seperti angktan daratnya, Pelindo-nya, serta yang lainnya sudah terus dilakukannya.
Sebelumnya Sesditjen Hubla Arif Toha, kepada Ocean Week menyatakan bahwa Kementerian Perhubungan (Kemhub) dan operator pelayaran dalam negeri menyiapkan sekitar 1.293 kapal dengan kapasitas angkut mencapai 3,4 juta penumpang guna melayani masyarakat selama masa angkutan Lebaran 2019.
“Kita sudah melakukan rapat koordinasi secara nasional untuk kesiapan angkutan lebaran 2019 ini. Kami juga ada mudik gratis guyub rukun dengan kapal Pelni dari Tanjung Priok-Tanjung Emas Semarang untuk sekitar 2.000 orang dan 1.000 motor, arus baliknya demikian juga,” kata Arif Toha.

Sementara itu, Victor menambahkan, untuk kapal-kapal kargo, pihaknya pun sudah mengantisipasinya. Apalagi sekarang dengan adanya Makassar New Port, delay atau antrean kapal yang selama ini terjadi di Makassar sudah dapat terurai. “Sudah tak ada lagi antrean kapal setelah Makassar New Port bisa disandari kapal-kapal,” ungkapnya.
Ditanya mengenai inaportnet, Victor mengungkapkan jika sistem digital online ini berjalan dengan baik. Cuma, diakuinya, untuk sistem DO Online masih belum berjalan sebagai mana yang diharapkan. “Disini juga untuk kegiatan kapal asing sedikit sekali, mayoritas aktivitas domestik,” ujarnya lagi.
Di tempat lain, Syaifudin Saharudi, Ketua ALFI Makassar yang dikonfirmasi Ocean Week sehubungan DO Online, menyatakan kalau sistem digital ini belum begitu berjalan di pelabuhan Makassar. “Tapi kami (Alfi) terus mendorong supaya digitalisasi sistem layanan di pelabuhan Makassar bisa berjalan seperti harapan semuanya,” ungkapnya.
Menurut Ipho (panggilannya), dengan sistem online tersebut, layanan jadi cepat, mudah, dan transparan. “Kami bisa mengurus sandar kapal hanya lewat HP androit sudah bisa,” ucapnya.
Sebelumnya Direktur Lala Hubla Capt. Wisnu Handoko menyatakan, jumlah penumpang kapal laut selama masa angkutan Lebaran 2019 diprediksinya mencapai 1,9 juta orang atau mengalami pertumbuhan 4,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berjumlah 1,83 juta penumpang.
Guna mengantisipasi lonjakan penumpang, dia menuturkan, pemerintah, PT Pelni, maupun operator pelayaran swasta menyiapkan armada sebanyak 1.293 unit kapal, yang terdiri atas 26 kapal PT Pelni, 113 kapal perintis, 1.149 kapal swasta, serta kapal perintis cadangan sebanyak lima unit.
Wisnu mengingatkan, para kepala otoritas pelabuhan, kepala KSOP, kepala unit penyelenggara pelabuhan (UPP), dan badan usaha pelabuhan untuk memastikan agar seluruh terminal penumpang dalam kondisi bersih dan nyaman untuk menerima calon penumpang. (***)




























