Pelaku usaha kepelabuhanan mengaku belum mengetahui kebijakan pemerintah (Hubla) terkait libur tanggal 17 April (Pilpres) dan 19 April 2019 (wafat Yesus Kristus), apakah layanan di pelabuhan (kapal dan bongkar muat barang) diliburkan atau tetap dlayani seperti hari-hari biasa.
Dirjen Perhubungan Laut Agus Purnomo yang ditanya melalui WhatsApp mengenai hari-hari libur tersebut, terkait kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, hingga tulisan ini dipublish, belum memberi jawaban.
Begitu pula saat Ocean Week menanyakan hal sama kepada Kepala Otoritas Pelabuhan (OP) Tanjung Priok Hermanta, juga belum memperoleh jawaban.
Ketika Ocean Week menanyakan ke GM Pelindo II Tanjung Priok Mulyadi, dinyatakan bahwa semestinya untuk tanggal 19 April, layanan pelabuhan tetap diberikan, dan bekerja seperti seperti biasa. “Namun untuk tanggal 17 April, belum tahu masih menunggu koordinasi OP dulu,” kata Mulyadi, Rabu pagi ini.
Sementara itu, Dirut IPC TPK M. Adji menyatakan, untuk tanggal 19 April, pengelola terminal petikemas di terminal 3 Tanjung Priok, TPK Panjang, TPK Palembang, TPK Jambi, dan TPK Pontianak ini tetap memeberikan layanan seperti hari-hari biasa. “Tapi untuk tanggal 17 April, kami menunggu arahan Kepala OP,” ujarnya.
Adji mengungkapkan, prinsipnya meski sudah ditetapkan sebagai hari libur nasional, pihaknya akan tetap melayani bongkar muat petikemas. “Namun juga tetap memberi kesempatan kepada para pekerja yang punya hak pilih untuk menggunakan haknya,” ungkapnya lagi.
Sedangkan Dirut PTP Imanudin yang juga ditanya Ocean Week tentang hari-hari libur tersebut, mengatakan bahwa sampai sekarang balum ada edaran dari OP. “Kami masih menunggu edaran tersebut. Surat dari Presiden, tanggal 17 April libur, untuk Pemilu, tanggal 19 April memang libur nasional,” ucapnya.
Padahal, para pengguna jasa ingin ada kepastian, apakah hari-hari itu libur atau tetap ada layanan seperti biasa. “Saya juga masih nunggu dari OP, apakah libur atau nggak di Priok,” ujar Ujang Munif, Nano, Banu Amza, Bambang Sumaryono (semuanya pengurus DPC INSA Jaya) saat dikonfirmasi Ocean Week, di Kantor INSA Jaya, Selasa sore.
Begitu pula dengan Aris Hartoyo, dari APBMI Jakarta. “Belum tahu, apakah libur atau kerja, karena masih tunggu kebijakan dari OP Priok,” katanya. (***)





























