Sekitar 54 kapal penyeberangan Gilimanuk-Ketapang akan berhenti beroperasi selama 30 jam pada saat pelaksanaan Nyepi tahun baru Saka 1941, pada hari Kamis (7/3) mulai pukul 00.00 Wita – Jumat (8/3) jam 06.00 Wita.
“Saat Nyepi, semua kapal tidak beroperasi. Semua kapal akan kami tempatkan di Pelabuhan Ketapang. Jadi, nanti kalau sudah masuk pemberangkatan terakhir dari Gilimanuk, tidak akan ada lagi kapal termasuk pegawai di Pelabuhan Gilimanuk,” kata Agus Supriyatnp, Manajer Usaba Pelabuhan Gilimanuk.
Penutupan penyeberangan, ujar Agus, akan dilakukan 6 jam sebelum pelaksanaan Catur Brata Penyepian yang dimulai pagi pukul 06.00 Wita. Jadi, kapal-kapal yang ada di Pelabuhan Ketapang maupun Pelahun Gilimanuk, hanya dipersiapakan melayani penumpang sampai dinihari pukul 00.00 Wita. Namun, ketika masih ada penumpang yang tertinggal, kapal yang terakhir berangkat dari Pelabuha Ketapang, bisa saja melayani penumpang yang tersisa di Gilimanuk.
“Nanti kapal yang terakhir dari Ketapang akan balik lagi ke Ketapang saat membawa penumpang terakhir ke Gilimanuk. Jika misalnya masih ada beberapa penumpang, ada kebijakan untuk tetap dilayani. Tapi, kapal yang kami sediakan untuk mengantisipasi kodisi itu hanya 3 unit. Mereka dilayani sampai dini hari pukul 01.00 Wita,” ungkap Agus.
Semua itu, sudah disosialiasikan kepada instansi terkait, termasuk kepolisian dan Dinas Perhubungan, baik yang ada di Banyuwangi maupun Jembrana Bali.
Sementara, pemberangkatan kapal pertama dari Pelabuhan Ketapang pasca Nyepi dimulai pada Jumat pagi pukul 05.30 Wita. Jika kapal tersebut tiba lebih awal di perairan Gilimanuk sebelum pukul 06.00 Wita, maka akan diarahkan agar tidak langsung sandar di Pelabuhan Gilimanuk. “Intinya, kapal pertama dari Pelabuhan Ketapang dibolehkan bersandar di Pelabuhan Gilimanuk setelah pukul 06.00 Wita,” tandas Agus.
Selain kapal penyeberangan, sebanyak 30 kapal yang biasa berlayar di Selat Lombok juga harus stop operasi di jalur Pelabuhan Padangbai, Kecamatan Manggis, Karanghasem menuju Pelabuhan Lembar, NTB saat perayaan Nyepi. Sebenarnya, ada 36 kapal yang beroperasi di Selat Lombok. Namun, 5 kapal di antaranya masuk dok dan 1 kapal lagi keluar lintasan.
Berdasarkan surat resmi yang dikeluarkan Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XII Provinsi Bali dan Provinsi NTB nomor UM.002/3/17/BPTD-XV/2019 tanggal 1 Maret 2019 yang ditandatangani Agung Hartono, Pelabuhan Padangbai-Pelabuhan Lembar akan ditutup selama 24 jam, mulai Kamis pagi pukul 06.00 Wita hingga Jumat pagi pukul 06.00 Wita.
Keberangkatan terakhir kapal dari Pelabuhan Lembar menuju Pelabuhan Padangbai dijadwalkan Rabu (6/3) malam pukul 19.30 Wita. Sedangkan keberangkatan kapal terakhir dari Pelabuhan Padangbai dijadwalkan Kamis dinihari pukul 00.00 Wita. Sebaliknya, kapal pertama berangkat dari Pelabuhan Lembar pasca Nyepi adalah Jumat dinihari pukul 04.30 Wita. Sementara kapal pertama berangkat dari Pelabuhan Padangbai pasca Nyepi adalah Jumat pagi pukul 09.00 Wita. (nb/**)





























