Akibat cuaca ekstrim dan gelombang tinggi antara 5-6 meter di perairan laut Jawa, enam kapal tongkang besar terdampar di Pantai Utara (Pantura) Tuban, Provinsi Jawa Timur (Jatim).
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Brondong-Lamongan, Ferry Agus Satrio, menyatakan bahwa dirinya bersama staf baru saja kembali dari meninjau kapal-kapal itu. “Untuk sementara keenam kapal besar itu terdampar di sekitar Pelabuhan PT Semen Indonesia dan Dermaga PT Holcim, Tuban” kata Ferry Agus dalam siaran persnya, Selasa (29/1).
Keenam kapal tersebut yakni, kapal tongkang batu bara KSA Emerrald 02-BG.ATK 311, kapal tongkang batu bara ATK 2010-BG MN 385, kapal tongkang batu bara KSA 57- BG. RMN 388, kapal tongkang batu bara Kompas 02- BG. Baiduri 30368, kapal tongkang batu bara Entebe STAR 29-BG. Financia 59, dan kapal kargo Felya pengangkut semen Bag.
Menurut Ferry, kapal-kapal itu sedang berlabuh. Namun karena kondisi cuaca ekstrim, dan gelombang tinggi membuat kapal-kapal ini hanyut terbawa arus ombak hingga ke tepian pantai. “Kapal terdampar karena tali jangkar putus,” ungkapnya.
Ferry berharap evakuasi bisa segera dilakukan, sembari menunggu cuaca membaik. “Semua anak buah kapal (ABK) sudak diturunkan ke daratan. Semuanya selamat,” ujarnya. (sp/**)






























