Pelindo II Cabang Jambi berencana melakukan penataan dan pengembangan sarana prasarana pelabuhan Talang Duku, Muara Sabak dan Kuala Tungkal.
“Penataan dan pengembangan itu untuk layanan prima kepada para pengguna jasa pelabuhan di Jambi ini,” kata DGM Komersial Pelindo Jambi Rindu Tamani, didampingi Ririn Cahyadi, kepada ocean week, di pelabuhan Talang Duku, Jambi, Selasa (18/12) pagi.
Menurut Rindu, peningkatan sarana prasarana tersebut sudah dimulai dari tahun 2014 untuk dermaga yang dilengkapi Jib Crane dan RMGC.
Lalu, pada tahun 2017, ada conveyor batubara, telescopic crane, perluasan container yard (CY) multipurpose seluas 5 ha di Talang Duku dan terminal curah kering. Kemudian untuk Muara Sabak dilakukan peningkatan CY 5000 M2, reservoir fresh water, layanan listrik, serta sarana perkantoran.
“Itu semua kami lakukan karena perkembangan kegiatan di pelabuhan Jambi sangat prospektif, baik petikemas maupun non petikemas,” ujar Rindu.
Rindu mencontohkan bahwa kinerja yang ditangani melalui pelabuhan Jambi terus meningkat. Jika tahun 2017 produksi bongkar muat dengan total 1,471,656 ton, naik menjadi 1,798,021 ton di tahun 2018.
Batubara, ungkap Rindu, masih menjadi komoditi primadona disini. Kalau 2017 tercatat 396,674 ton, meningkat menjadi 1,163,690 ton di 2018 (hingga Oktober). “Kenaikannya cukup signifikan, 100% lebih,” katanya.
Menyusul komoditi karet yang mencapai 298,408 ton di 2017, dan 2018 hingga Oktober baru mencatatkan 228,740 ton.
“Selain itu, ada pula komoditi yang berkegiatan lewat pelabuhan Jambi, yakni CPO, biji pinang, semen, moulding, metal box, batu split, plywood, dan aspal,” kata Rindu, didampingi Helmi M. Yusuf dari IPC TPK usai acara Tasyakuran dan Penyerahan Zakat, Infaq dan Sodaqoh Karyawan-karyawati PT IPC TPK kepada warga di sekitar pelabuhan Talang Duku, Jambi senilai Rp 70 juta.

Sementara untuk kunjungan kapal pun mengalami peningkatan. Jika tahun 2017 tercatat 703 unit, tahun 2018 hingga Oktober sudah mencapai 1.000 unit. Dari sisi GT juga meningkat. Pada tahun 2017 mencatatkan 510,718 GT, menjadi 1,042,410 GT.
Seperti diketahui bahwa pelabuhan Jambi terletak di Sungai Batanghari, memiliki kedalaman 3-7 Les (talang duku), Kuala Tungkal 3-6 Lws, dan Muara Sabak 2,5-5 Lws.
Ditempat terpisah, Ketua APBMI Jambi Ihsan menyatakan jika pelabuhan Talang Duku memiliki prospek cerah kedepan. Apalagi jika bisa menarik beberapa kegiatan di TUKS dipindahkan ke pelabuhan kelolaan Pelindo Jambi ini.

Namun, menurut Ihsan, konsekuensinya Pelindo Jambi mesti membangun tanki timbun, dan gudang. “Sebab mayoritas TUKS disini lebih banyak menangani kegiatan CPO dan bahan baku karet,” katanya kepada Ocean Week, di Jambi, Selasa siang.
Menurut Ihsan, pengguna jasa sangat memerlukan gudang dengan hanggar yang tinggi, sehingga meski hujan tetap dapat melakukan stuffing barang.
Sedangkan Gani, Wakil Ketua DPC INSA Jambi menyatakan untuk aktifitas kapal yang keluar masuk di pelabuhan Jambi khususnya Talang Duku tidak ada kendala, karena sampai sekarang dapat dilayani dengan baik. “Yang justru masalah adalah akses jalan dari dan ke pelabuhan, masih belum layak, apalagi untuk truk-truk kontainer 40 feet, jalan perlu diperlebar,” ungkapnya.
Hal itu dibenarkan Ihsan. “Mestinya jalan akses ke pelabuhan Talang Duku perlu diperlebar, sehingga kegiatan lalu lintas barang bisa lancar. Beruntung sekarang berlaku peraturan daerah khususnya untuk truk pengangkut batubara, mulai jam 06.00 pagi sampai jam 18.00 wib tak diperbolehkan jalan,” ucapnya. (rid/***)






























