Keluhan masyarakat Gorom dan Seram Timur terhadap tidak adanya kapal perintis yang melayani rute ke wilayahnya tak akan terjadi lagi, karena pemerintah bakal mengoperasikan kapal baru di Maluku untuk melayari rute pelayaran perintis dari pelabuhan Ambon menuju beberapa daerah di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).
Ada dua kapal yakni KM Sabuk Nusantara 106 dan KM Sabuk Nusantara 107. “Kapal Sabuk Nusantara 106 bobotnya sekitar 1.200 GT mengantikan KM Maloli akan menyinggahi wilayah Kabupaten SBT, Maluku Tenggara, dan Kabupaten Maluku Tengah,” kata Manejer Operasional PT. Pelni Cabang Ambon, Djasman di Ambon, Jumat (21/9).
KM. Maloli selama ini melayani rute pelayaran perintis dari Ambon tujuan Geser-Pulau Panjang-Pulau Manawoka-Gorom-Kailakat-Pulau Kesui-Pulau Teor-Kaimer-Pulau Kur-Pulau Toyando-Tual-Elat-Banda-Amahai-Banda.
Sedangkan KM. Sabuk Nusantara 107 juga akan menyinggahi wilayah SBT yaitu Werinama-Kelimuri-Geser-Gorom-Fak Fak-Bula-Kobisadar-Wahai-Fafanla-Waigama-Sorong.
“Maluku memiliki wilayah perairan yang begitu luas dan banyak pulau-pulaunya sehingga lebih cocok dioperasikan kapal dengan bobot mati di atas 1.000 GT,” ujar Djasman.
Anggota komisi C DPRD Maluku, Ridwan Elys mengatakan, yang terjadi di kawasan itu adalah kondisi transportasi yang sangat terganggu. “Yang mesti digenjot adalah transportasi laut agar masyarakat kecil juga bisa menikmati, karena kita adalah daerah kepulauan,” katanya.
Selama ini wilayah tersebut dilayari oleh KM Pangrango milik PT Pelni. Namun belakangan ini tidak ada lagi kapal yang beroperasi ke kawasan Seram Timur baik kapal Pelni maupun perintis. (***)






























