Perusahaan transportasi laut dan logistik, PT Transcoal Pacific (Tbk) menargetkan kenaikan laba hingga 100% pada tahun 2018 ini. Perusahaan baru saja mendapatkan modal dari penawaran umum perdana saham (IPO) hingga Rp138 miliar.
PT Transcoal Pacific Tbk, yang juga bergerak di bidang jasa pelayaran khususnya pengangkutan hasil tambang, resmi melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia, Jumat, 6 Juli 2018.
Direktur Utama Transcoal Pacific, Richard Talumewo mengatakan perusahaan melepas sebanyak 1 miliar saham dengan harga penawaran Rp 138 per lembar.
“Total saham tersebut senilai 20 persen dari total modal perseroan. Diharapkan melalui IPO ini kami bisa mendapat Rp 138 miliar,” kata Richard saat konferensi pers di Main Hall BEI, Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (6/7).
Dengan penawaran saham ini, Transcoal Pacific bakal menggunakan kode emiten TCPI. Menurut Richard, keseluruhan dana yang didapatkan bakal digunakan untuk menambah modal kerja, terutama untuk menambah jumlah armada. Selain untuk memperkuat modal perseroan, dana yang digunakan diharapkan bisa meningkatkan pertumbuhan pendapatan dan laba perusahaan.
Richard menyatakan, perseroan menargetkan bisa mendapat laba bersih sebesar Rp 150 miliar tahun ini dari yang sebelumnya Rp 88 miliar pada 2017. Total perusahaan saat ini telah memiliki sebanyak 12 armada untuk melakukan angkutan pelayaran.
“Tahun ini kami targetkan membeli 3 armada tug boat (kapal tunda) untuk menambah kapasitas operasi. Karena angkutan kargo kami saat ini banyak juga yang menggunakan kapal pihak ketiga,” ucapnya.
Transcoal Pacific juga telah melakukan akuisisi floating terminal storage untuk menambah revenue perusahaan dengan nilai mencapai US$ 3,5 juta dolar. Dengan akuisisi ini diharapkan mampu menyumbang sebesar Rp 50 miliar kepada perusahaan.
Richard mengungkapkan, sumbangan pendapatan paling banyak diberikan dari pengangkutan kargo. Per bulan, perusahaan mampu mengangkut seberat 600 ton dan memberikan sumbangan sampai Rp 50-60 miliar.
Pertumbuhan penjualan maupun laba, kata Richard, akan didorong pada pertumbuhan dan peningkatan bisnis kargo. Sebab, klien Transcoal Pacific yang notabene adalah perusahaan tambang besar.
Sementara itu, Komisaris Utama Transcoal Pacific Achmad Sucipto mengatakan IPO merupakan langkah besar bagi perusahaan untuk bisa lebih optimis dan transparan. Dengan masuknya Transcoal Pacific Achmad Sucipto berharap bisa memberikan alternatif lain untuk menarik investor. (ow/**)




























