Pelabuhan Sei Pakning provinsi Riau mulai dilakukan penataan. Pada tahun 2018, ada sejumlah pengembangan sistem untuk operasional. Misalnya menyiapkan siste conveyor dan komputerisasi untuk mendukung kegiatan operasional. Diharapkan tahun ini bisa terealisasi, mengingat sudah memperoleh dukungan dari direksi Pelindo I.
GM Pelindo I Cabang Sei Pakning Capt. Abrar menyatakan bahwa di pelabuhan ini ekspor Cangkang yang selama ini melalui Buton, oleh PT Samudera Siak bakal bekerjasama dengan dengan Pelindo Cabang Sei Pakning. “Dermaga Buton pernah kapal Ro Ro untuk bongkar mobil, serta kapal pupuk. Dengan kedalaman 15 Lws memungkinkan kapal besar masuk untuk ekspor cangang dan turunan CPO,” katanyanya kepada Ocean Week, di Kantornya, kemarin.
Data mencatat, pada tahun 2016 ekspor mencapai 200 ribu ton, naik menjadi 400 ribu ton di tahun 2017. Tahun 2018 diestimasi sebesar 800 ribu ton .
Menurut Abrar untuk mendukung ekspor cangkang ini, perlu dilakukan penataan, serta menyiapkan Stock Pail berupa lapangan penumpukan cangkang. “Sekarang sudah ada 4 penumpukan, masing-masing kapasitas 30 ribu ton. Untuk tahun 2018, rencana ada penambahan Stock Pail, 3 lapangan lagi, sehingga berjumlah 7 lapangan,” ujarnya.
Abrar juga mengatakan, keempat perusahaan yang selama ini menghandle cangkang sangat siap. Mereka adalah PT Sinar Mas, Biomas Fuel Oil Indonesia , Jatim, dan Biomase Sumatera. “Kegiatan per bulan mencapai 25 ribu ton. Cangkang ini tujuannya ke Jepang sebagai bahan bakar Industri,” ungkap Abrar didampingi stafnya, Capt. Yennovin.
Dia optimis, kedepan kapal kapasitas 30 ribu ton dapat dilayani disini. Apalagi dengan kedalaman 15 meter dengan panjang dermaga 220 meter. “Nanti bisa 4 kapal per bulan untuk yang 30 ribu ton, dan yang 10 ribu ton bisa 8 kapal,” harapnya.
Abrar menambahkan, pihaknya juga fokus pada pandu tunda. Selama ini melayani kepentingan Pertamina. Kini diperluas untuk layanan tongkang ke daerah Futong. Untuk mendukung kegiatan, pihaknya siap dengan 2 unit kapal pandu dan 1 unit kapal tunda, dengan didukung oleh 14 orang pandu.
“Alur Pemanduan, sejak dari Morong ke Sei Pakning 42 mil, Sei Pakning Buton, 30 mil, , Sei Pakning Futong, 38 mil, Sei Pakning OBS, Oil Baek Strait, 5 mil dan Sts Kolam Pertamina, Sei Pakning, inilah jalur Pemanduan dan tunda,” kata Abrar. (rat/ow) .



























