Pasca terjadinya tragedi tenggelamnya Kapal Sinar Bangun di Danau Toba, Sumatera Utara beberapa waktu lalu, yang mengakibatkan ratusan penumpang hilang dan meninggal dunia, ditambah lagi peristiwa KMP Lestari Maju di Selayar yang juga banyak menghilangkan nyawa penumpang, kini pemerintah (petugas) lebih bertindak tegas dan sangat hati-hati terhadap kapal-kapal penumpang.
Gambaran itu terlihat ketika wartawan Ocean Week perwakilan Sumatera Utara melakukan perjalanan reportase dari pelabuhan Ulele Banda Aceh ke pelabuhan Balohan Sabang, menaiki salah satu kapal jenis RoRo Burang, Kamis (5/7) kemarin.
Ocean Week melihat bagaimana petugas di lapangan menertibkan calon penumpang pejalan kaki, maupun penumpang berkendaraan, serta mobil. Pengaturannya jauh lebih ketat dan serius, terutama dalam kaitan keselamatan.
Di rute Ulele Aceh ke Sabang, setiap hari ada tiga kali penyeberangan kapal memuat penumpang maupun kendaraan, namun ada pula kapal cepat yang juga melakukan perjalanan di rute ini hanya mengangkut orang.
Petugas lapangan dari Dinas Perhubungan Provinsi Aceh tersebut tampak sigap mengatur ketertiban calon penumpang pagi itu. “Pagi pak,” ucap Ocean Week menyapanya, dan petugas itu hanya tersenyum ramah sembari terus mengatur calon penumpang.
Kamis (5/7) pagi itu, cuaca di wilayah ini cukup cerah. Perlahan kapal pun bergerak meninggalkan pelabuhan Ulele menuju Sabang, tepat pukul 07.30 Wib. Para penumpang sangat menikmati pelayaran yang hanya ditempuh dalam waktu dua jam, apalagi masih dalam suasana bulan Syawal. Penumpang pun cukup ramai.
Tak berapa lama dari kapal berjalan, terdengar suara dari mikrofon petugas di kapal yang menyampaikan informasi akan keselamatan pelayaran. Petugas itu juga menyampaikan agar para penumpang jangan lupa berdoa, dan diminta supaya mengikuti peraturan yang berlaku di atas kapal.
“Kami mengingatkan agar para penumpang mengikuti petunjuk orang kapal, disini tersedia pelampung pengaman, dan jangan lupa berdoa sesuai keyakinan masing-masing,” seru petugas melalui pengeras suara di kapal.
Karena itu, para penumpang pun dibuat nyaman dan merasa aman. Salah seorang penumpang asal Indonesia yang sudah berkewargaan Norwegia, Syafriani Schoneman yang juga ikut dalam pelayaran itu bersama Herald suaminya, serta kedua anaknya Camila dan Yohan, mengaku sangat senang berada di perjalanan kali ini.
“Sabang memang sudah dikenal di dunia sebagai destination wisata. Kami bersama keluarga sebelumnya sudah merencanakan untuk liburan ke Sabang, dan nenikmati Pulau Weh. Kami sudah mendengar alam laut pantai Sabang yang masih alami,” ungkap Syafriani kepada Ocean Week saat dimintai komentar mengenai perjalanannya dari Ulele menuju Sabang.
Wanita yang sudah menetap di Norwegia sekitar 20 tahun itu, berharap agar kedepan pemerintah Indonesia bisa lebih baik mempromosikan tempat-tempat wisata alamnya yang sangat indah. Bukan saja Bali, namun juga daerah-daerah lainnya.
“Kedepan supaya penanganan wisatanya lebih baik lagi,” ujarnya menyudahi perbincangannya dengan Ocean Week. (rat/ow)




























