Sebanyak 18 unit gerbong Light Rail Transit (LRT) produksi PT INKA akan dikirim ke Palembang pada bulan depan dari pelabuhan Tanjung Priok untuk kepentingan ASEAN Games maupun wisata propinsi Palembang.
“Enam unit sudah dikirim dari sini (Priok) ke Palembang, nanti bulan depan, rencana dikirim lagi 18 unit LRT,” kata Juswandi Kristanto, Owner PBM Daisy Mutiara Samudera (DMS), kepada Ocean Week, di Kantornya, Jumat (4/5).
Menurut Juswandi, yang menangani untuk bongkar muat dan pengapalan LRT ini yakni PT DMS. “Total LRT yang akan digunakan untuk Palembang jadi 24 unit,” ujarnya. LRT produksi PT INKA tersebut, dari Madiun Jawa Timur dibawa Pasoso Priok, sebelum kemudian dikapalkan.
Selain menangani LRT, DMS pun juga dipercaya untuk penanganan gerbong MRT (Mass Rapid Transit) impor dari Jepang. Untuk tahun 2018 ini, sebanyak 96 unit MRT ditanganinya. “Yang sudah ada 12 unit, dan bulan lalu dibongkar di pelabuhan Tanjung Priok,” ucap Juswandi.
Ketua DPW APBMI ini menyatakan, waktu menangani 12 Kereta MRT Jakarta yang dibawa kapal kargo Ellensborg bulan Apri lalu itu tidak mengalami kendala. “Menangani bongkar muat gerbong kereta memang sudah lama kami lakukan. Sepanjang masih dipercaya, kami akan secara profesional tetap menangani barang khusus tersebut,” ungkapnya.
DMS juga sudah lama dipercaya menangani pulp, coil untuk mobile. Bahkan, kata Juswandi, ada rencana 10 ribu ton Pulp yang dihandle DMS akan datang ke pelabuhan Priok. “Kami sudah 15 tahun berpengalaman menangani barang-barang itu,” tutur Juswandi.
Ditanyai bagaimana kondisi PBM yang beraktifitas di Priok saat ini, Juswandi dengan diplomatis mengungkapkan bahwa sekarang ini PBM cukup berat, tapi harus bertahan. “Kalau PBM yang punya kontrak kerja ya nggak begitu berat,” kata Juswandi. (***)




























