Obsesi menjadikan Teluk Bayur bangkit terus dilakukan operator pelabuhan di Sumatera Barat ini. Meningkatkan produktivitas bongkar muat, mengubah sistem layanan dari manual ke digitalisasi menjadi bagian dari rencana Pelindo II Teluk Bayur dalam waktu dekat ini.
Menurut Armen Amir, GM Pelindo II Teluk Bayur, pihaknya mentargetkan dapat menangani ekspor CPO dari yang sekarang hanya 2,5 juta ton per tahun, menjadi 5 juta ton per tahun mulai 2019. “Salah satu prioritas Teluk Bayur Bangkit adalah meningkatkan kapasitas ekspor CPO dari saat ini volumenya hanya 2,5 juta ton menjadi 5 juta ton tahun depan,” katanya kepada Ocean Week, Jumat malam.
Makanya, Pelindo Teluk Bayur terus berupaya menggandeng dan kerjasama dengan banyak pihak untuk bisa mendongkrak hal tersebut. “Alhamdulillah, akhirnya rencana kerjasama PORT to PORT antara Teluk Bayur BANGKIT dengan FREMANTLE Port dan CHENNAI Port, sudah dibahas dan diputuskan di Kemenlu (Kementerian Luar Negeri) dengan Direktur Asia Selatan dan Tengah Kemenlu dan di Kemendagri dengan Kepala Pusat Fasilitas Kerjasama Kemendagri,” ungkap Armen Amir.
Rapat pembahasan yang dilakukan pada Jumat (26/10) tersebut, juga di hadiri langsung oleh Walikota Padang Mahyeldi.
“Kami berharap dengan adanya kerjasama itu, serta upaya-upaya lain yang kami lakukan, Teluk Bayur akan benar-benar bangkit,” ujar Armen. (rid/***)






























