PT Pelindo III mengembangkan konsep smart port untuk meningkatkan efisiensi arus logistik di Kota Surabaya. Konsep smart port, ditandai dengan membangun fly over akses Terminal Teluk Lamong, persiapan penerapan e-RTG yang efisien di Terminal Petikemas Surabaya, layanan energi listrik untuk kapal sandar (shore connection) di BJTI Port, hingga membuat aplikasi Home Terminal yang menyatukan empat layanan utama untuk vessel services, port activities, logistics, and container management.
“Kini Pelindo III sedang bertransformasi dengan slogan Beyond Port of Indonesia, artinya mengembangkan berbagai layanan untuk menjadi solusi terbaik bagi kebutuhan logistik di Indonesia. Transformasi ini juga menjadi momen yang tepat untuk menggandeng institusi pendidikan seperti STC International dan STIAMAK Barunawati untuk bekerja sama mendidik calon pemimpin maritim bangsa di masa depan,” kata M. Iqbal, Commercial and Operational Director PT Pelindo III, dalam keterangan tertulisnya, pada seminar International Maritime Leadership yang diselenggarakan Pelindo III, di kantor pusat BUMN itu, di Surabaya.
Seminar tersebut selain menghadirkan Iqbal sebagai nara sumber, juga pakar maritim dan logistik asal Belanda, STC International, Capt. Albert Bos dan A. A. Hofman, serta akademisi dari STIAMAK Barunawati Ismi Rajiani.
Menjawab mengenai bagaimana kepemimpinan maritim medatang, Capt. Bos menjelaskan, bahwa pemimpin masa depan harus fleksibel, inovatif, dan siap untuk berkompetisi dengan terminal-terminal lain di dunia. “Saya rasa itulah mengapa Pelindo III terus mendorong edukasi maritim, baik melalui event seminar ini dan bagaimana mereka telah mengirim puluhan karyawannya ke universitas-universtitas maritim dunia,” ujarnya.
Iqbal pun membenarkan hal tersebut. Dia mencontohkan bagaimana Pelindo III yang mengelola STIAMAK Barunawati berperan menjadi laboratorium inovasi-inovasi di bidang kepelabuhanan. “Untuk menghadapi tantangan bisnis, terutama sektor maritim yang melibatkan banyak pihak, untuk menjadi pemimpin, kita harus menjadi pemimpin untuk diri kita sendiri terlebih dahulu. Semakin produktif kita membawa diri, semakin besar manfaat yang kita berikan pada komunitas kita,” ungkap Iqbal.
Sedangkan A. Hofman pada kesempatan itu, mempresentasikan pengembangan Pelabuhan Rotterdam di Belanda dalam pengembagan pelabuhan sebagai pemimpin dalam pengembangan kawasan, termasuk kota.
Apa yang disampaikan Hofman, tak jauh beda dengan Iqbal. Kata Iqbal, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, sebagai pelabuhan dengan rute pelayaran terbanyak di Nusantara, mengembangkan berbagai inovasi untuk meningkatkan efisiensi, sehingga tidak membebani arus logistik Kota Surabaya. (***)





























