• Home
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Monday, February 16, 2026
  • Login
Ocean Week
Advertisement
  • Home
  • Shipping
    • All
    • Moving Kapal
    2026 Masih Prospektif, INSA Berharap Presiden Perhatikan Pelayaran ‘Merah Putih’

    2026 Masih Prospektif, INSA Berharap Presiden Perhatikan Pelayaran ‘Merah Putih’

    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

    MSC Buka Layanan Baru Langsung AS-Afrika

    MSC Buka Layanan Baru Langsung AS-Afrika

    Kapal Raksasa Milik Evergreen, Kenapa Belum Masuk Indonesia

    Kapal Raksasa Milik Evergreen, Kenapa Belum Masuk Indonesia

    CMA CGM Menerima Kapal LNG Bahan Bakar Ganda Kapasitas 24.000 TEU

    CMA CGM Menerima Kapal LNG Bahan Bakar Ganda Kapasitas 24.000 TEU

    Cosco Tak Akan Ubah Layanan Transpasifiknya, Meski Ada Biaya  Pelabuhan Baru di AS

    Cosco Tak Akan Ubah Layanan Transpasifiknya, Meski Ada Biaya Pelabuhan Baru di AS

    Cosco Buka Layanan Surabaya-Nava Sheva Setiap Minggu

    Cosco Buka Layanan Surabaya-Nava Sheva Setiap Minggu

    Eastern Pacific Shipping Pesan 16 Kapal, Kapasitas 6.000 TEU

    Eastern Pacific Shipping Pesan 16 Kapal, Kapasitas 6.000 TEU

  • Port
    Pembangunan Patimban Capai 83,37%, Terus Dikebut

    Pembangunan Patimban Capai 83,37%, Terus Dikebut

    Tanggal 14 Februari, Kegiatan Kapal di Pangkalbalam Akan Normal Lagi

    Tanggal 14 Februari, Kegiatan Kapal di Pangkalbalam Akan Normal Lagi

    Kapal Pindahkan Kegiatan Dari Pelabuhan Batang, Karena Drafnya ‘Cetek’

    Kapal Pindahkan Kegiatan Dari Pelabuhan Batang, Karena Drafnya ‘Cetek’

    Pelabuhan Batang Belum Optimal, Kinerja PMT Tanjung Emas Tumbuh 5,6%

    Pelabuhan Batang Belum Optimal, Kinerja PMT Tanjung Emas Tumbuh 5,6%

    Penyelenggaraan Kepelabuhanan Saumlaki Sesuai Ketentuan UU

    Penyelenggaraan Kepelabuhanan Saumlaki Sesuai Ketentuan UU

    Ditengah Lesunya Ekspor Impor, TPK Palembang Tetap Survive

    Ditengah Lesunya Ekspor Impor, TPK Palembang Tetap Survive

    Kinerja Operasional Pelindo Panjang Tumbuh Positif

    Kinerja Operasional Pelindo Panjang Tumbuh Positif

    Aktivitas di TPK Merauke Tumbuh, Throughput Naik 13,5%

    Aktivitas di TPK Merauke Tumbuh, Throughput Naik 13,5%

    IPC TPK Panjang Akan Tambah 1 QCC, Layanan Mesti Lebih Baik

    IPC TPK Panjang Akan Tambah 1 QCC, Layanan Mesti Lebih Baik

  • Dockyard
    • All
    • Fasilitas
    • Jadwal
    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    DPR RI Minta Kemenhub Maksimalkan Potensi PNBP

    Dilematis Galangan Kapal Lokal, Hingga Presiden Marah

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    Pelabuhan Pare-pare jadi Penyangga Makassar

    INDONESIA KENDARAAN TERMINAL

    Jika Dipanggil Hubla, APBMI Tolak Permenhub 152/2016

    DERMAGA 004 UTARA

    Pelita Samudera Divestasi Aset FLF untuk Beli Kapal

    TPS SURABAYA

    TPK SEMARANG

    TPK PALARAN

  • Jadwal
    • All
    • BICT
    • BJTI
    • DSN PT PRIMA NUR PANURJWAN
    • IKT
    • JICT
    • MAL
    • PTP
    • Teluk Lamong
    • TPK Koja
    • TPK Makasar
    • TPK Palaran
    • TPKS Semarang
    • TPS Surabaya

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    TPK SEMARANG

    TERMINAL TELUK LAMONG

    JICT

    TPK KOJA

    TPS SURABAYA

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    TPK SEMARANG

    TERMINAL TELUK LAMONG

  • Bursa
  • Berita Lain
  • Peraturan
  • Report Your News
No Result
View All Result
  • Home
  • Shipping
    • All
    • Moving Kapal
    2026 Masih Prospektif, INSA Berharap Presiden Perhatikan Pelayaran ‘Merah Putih’

    2026 Masih Prospektif, INSA Berharap Presiden Perhatikan Pelayaran ‘Merah Putih’

    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

    MSC Buka Layanan Baru Langsung AS-Afrika

    MSC Buka Layanan Baru Langsung AS-Afrika

    Kapal Raksasa Milik Evergreen, Kenapa Belum Masuk Indonesia

    Kapal Raksasa Milik Evergreen, Kenapa Belum Masuk Indonesia

    CMA CGM Menerima Kapal LNG Bahan Bakar Ganda Kapasitas 24.000 TEU

    CMA CGM Menerima Kapal LNG Bahan Bakar Ganda Kapasitas 24.000 TEU

    Cosco Tak Akan Ubah Layanan Transpasifiknya, Meski Ada Biaya  Pelabuhan Baru di AS

    Cosco Tak Akan Ubah Layanan Transpasifiknya, Meski Ada Biaya Pelabuhan Baru di AS

    Cosco Buka Layanan Surabaya-Nava Sheva Setiap Minggu

    Cosco Buka Layanan Surabaya-Nava Sheva Setiap Minggu

    Eastern Pacific Shipping Pesan 16 Kapal, Kapasitas 6.000 TEU

    Eastern Pacific Shipping Pesan 16 Kapal, Kapasitas 6.000 TEU

  • Port
    Pembangunan Patimban Capai 83,37%, Terus Dikebut

    Pembangunan Patimban Capai 83,37%, Terus Dikebut

    Tanggal 14 Februari, Kegiatan Kapal di Pangkalbalam Akan Normal Lagi

    Tanggal 14 Februari, Kegiatan Kapal di Pangkalbalam Akan Normal Lagi

    Kapal Pindahkan Kegiatan Dari Pelabuhan Batang, Karena Drafnya ‘Cetek’

    Kapal Pindahkan Kegiatan Dari Pelabuhan Batang, Karena Drafnya ‘Cetek’

    Pelabuhan Batang Belum Optimal, Kinerja PMT Tanjung Emas Tumbuh 5,6%

    Pelabuhan Batang Belum Optimal, Kinerja PMT Tanjung Emas Tumbuh 5,6%

    Penyelenggaraan Kepelabuhanan Saumlaki Sesuai Ketentuan UU

    Penyelenggaraan Kepelabuhanan Saumlaki Sesuai Ketentuan UU

    Ditengah Lesunya Ekspor Impor, TPK Palembang Tetap Survive

    Ditengah Lesunya Ekspor Impor, TPK Palembang Tetap Survive

    Kinerja Operasional Pelindo Panjang Tumbuh Positif

    Kinerja Operasional Pelindo Panjang Tumbuh Positif

    Aktivitas di TPK Merauke Tumbuh, Throughput Naik 13,5%

    Aktivitas di TPK Merauke Tumbuh, Throughput Naik 13,5%

    IPC TPK Panjang Akan Tambah 1 QCC, Layanan Mesti Lebih Baik

    IPC TPK Panjang Akan Tambah 1 QCC, Layanan Mesti Lebih Baik

  • Dockyard
    • All
    • Fasilitas
    • Jadwal
    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    DPR RI Minta Kemenhub Maksimalkan Potensi PNBP

    Dilematis Galangan Kapal Lokal, Hingga Presiden Marah

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    Pelabuhan Pare-pare jadi Penyangga Makassar

    INDONESIA KENDARAAN TERMINAL

    Jika Dipanggil Hubla, APBMI Tolak Permenhub 152/2016

    DERMAGA 004 UTARA

    Pelita Samudera Divestasi Aset FLF untuk Beli Kapal

    TPS SURABAYA

    TPK SEMARANG

    TPK PALARAN

  • Jadwal
    • All
    • BICT
    • BJTI
    • DSN PT PRIMA NUR PANURJWAN
    • IKT
    • JICT
    • MAL
    • PTP
    • Teluk Lamong
    • TPK Koja
    • TPK Makasar
    • TPK Palaran
    • TPKS Semarang
    • TPS Surabaya

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    TPK SEMARANG

    TERMINAL TELUK LAMONG

    JICT

    TPK KOJA

    TPS SURABAYA

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    TPK SEMARANG

    TERMINAL TELUK LAMONG

  • Bursa
  • Berita Lain
  • Peraturan
  • Report Your News
No Result
View All Result
Ocean Week
No Result
View All Result
Home Berita Lain

Pelabuhan Batang, Besar Nggak Kecil pun..

oceanweek by oceanweek
February 14, 2026
in Berita Lain
Pelabuhan Batang, Besar Nggak Kecil pun..
338
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pantai Utara Jawa ada pelabuhan baru sebagai penopang industri di kawasan Batang. Di atas kertas, Batang adalah jawaban. Kawasan industri baru, lahan luas, terhubung tol Trans-Jawa, dan berada di jalur Pantura, salah satu koridor ekonomi terpenting di Indonesia.

Pemerintah pun menaruh harapan besar pada Batang Industrial Estate (BIE) sebagai magnet investasi manufaktur, sekaligus penopang relokasi industri dari luar Jawa maupun luar negeri.

Namun di balik optimisme itu, ada satu persoalan mendasar yang belum tuntas yakni logistik laut. Hampir seluruh arus ekspor impor dari Batang hingga kini masih bergantung pada Pelabuhan Tanjung Emas di Semarang, kenapa demikian?

Padahal, secara geografis, Batang lebih dekat ke laut dan memiliki pelabuhan yang jaraknya jauh lebih singkat, berada di kawasan industri Batang, tak juga jauh dengan kawasan ekonomi Kendal.

Mengapa yang dekat justru tak menjadi pilihan?

Pelabuhan Ada, Tapi Tak Sepenuhnya Hadir

Pelabuhan terdekat dari BIE, kerap dirujuk sebagai Pelabuhan Kendal dan Terminal Batang, bukanlah pelabuhan fiktif. Dermaga sudah dibangun, akses jalan tersedia bagus, dan secara administratif masuk dalam sistem kepelabuhanan nasional.

Namun bagi pelaku industri, keberadaan fisik tidak otomatis berarti kesiapan fungsi. Kedalaman alur dan kolam pelabuhan yang masih terbatas membuat kapal berukuran menengah hingga besar sulit bersandar. Pada kondisi tertentu, hanya kapal kecil dan tongkang yang bisa dilayani dan masuk kesitu.

Ketiadaan breakwater yang memadai membuat kolam pelabuhan tidak selalu tenang, sehingga operasi sangat tergantung pada cuaca. Fasilitas terminal, mulai dari alat bongkar muat, lapangan penumpukan, hingga sistem digital belum memenuhi ekspektasi pengguna jasa yang terbiasa dengan standar pelabuhan utama.

Pelabuhan Batang, tampak dermaga nya. (**)

Bagi industri berorientasi ekspor, keterbatasan ini bukan sekadar catatan teknis. Namun menyentuh inti bisnis yakni kepastian waktu dan biaya.

Kepastian Mengalahkan Kedekatan

Di dunia logistik, jarak bukan satu-satunya penentu efisiensi. Kepastian jadwal, kelancaran sandar, dan ketersediaan kapal justru sering menjadi faktor dominan. Itulah sebabnya, meski harus menempuh jarak lebih jauh, pelaku industri Batang tetap memilih Tanjung Emas.

Pelabuhan di Semarang itu memang menghadapi masalah klasik, kepadatan, kemacetan akses, hingga banjir rob. Namun Tanjung Emas menawarkan sesuatu yang belum bisa diberikan pelabuhan Batang yaitu operasi yang stabil. Kapal datang secara reguler, fasilitas relatif lengkap, dan risiko keterlambatan lebih bisa diprediksi.

PT Krakatau Bandar Samudera

“Dalam logistik industri, yang paling mahal itu ketidakpastian,” ujar salah satu pelaku ekspor manufaktur di Jawa Tengah. “Lebih jauh sedikit tidak masalah, asal jadwal bisa dipegang,” katanya. Pilihan ini mungkin tidak ideal dari sisi biaya makro, tetapi sepenuhnya rasional dari sudut pandang pelaku usaha.

Dilema Operator Pelabuhan

Di sisi lain, operator pelabuhan juga tidak berada pada posisi mudah. PT Pelabuhan Indonesia/Pelindo (Persero) menghadapi kebutuhan investasi besar jika ingin mengangkat pelabuhan Batang – Kendal ke level pelabuhan industri. Pembangunan breakwater, pengerukan alur dan kolam, pengadaan peralatan terminal, hingga sistem operasi digital.

Masalahnya, semua itu membutuhkan kepastian volume. Tanpa jaminan arus barang dari kawasan industri, investasi tersebut sulit dinilai layak secara bisnis. Risiko terlalu besar untuk ditanggung sendiri oleh operator.

Di sinilah terbentuk lingkaran klasik yang sudah lama dikenal dalam dunia kepelabuhanan. Fasilitas belum memadai membuat kapal enggan masuk, kapal yang enggan masuk membuat volume kecil, volume kecil membuat investasi ditunda, investasi tertunda membuat fasilitas tak pernah berkembang. Lingkaran ini tidak bisa diputus dengan pendekatan bisnis murni.

Masalah Struktural, Bukan Sekadar Teknis

Jika ditarik lebih dalam, persoalan Batang bukan hanya soal kedalaman atau breakwater. Akar masalahnya adalah kekosongan kebijakan. Hingga kini, pelabuhan di sekitar Batang belum secara tegas diposisikan sebagai pelabuhan industri. Pelabuhan yang sejak awal dirancang untuk melayani kawasan industri dengan mandat khusus, prioritas investasi, dan integrasi logistik yang jelas.

Tanpa penetapan itu, pelabuhan Batang – Kendal diperlakukan seperti pelabuhan umum berskala kecil yang harus “menunggu pasar”. Padahal, BIE bukan proyek biasa. BIE adalah proyek strategis nasional yang sejak awal dirancang untuk menciptakan efek berganda bagi ekonomi regional dan nasional.

Ketika kawasan industri tumbuh lebih cepat daripada pelabuhannya, ketimpangan pun tak terhindarkan.

Sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari pelaku industri hingga pengamat logistik menyimpulkan satu hal yang sama, pendekatan setengah jalan harus diakhiri. Pelabuhan Batang – Kendal perlu naik kelas, bukan sebagai pelabuhan tambahan, melainkan sebagai industrial port terintegrasi.

Konsepnya sederhana, meski implementasinya membutuhkan keberanian kebijakan. Negara mengambil peran pada infrastruktur dasar yang berisiko tinggi dan berdampak luas. Seperti breakwater dan pengerukan alur.

Ini adalah public goods yang manfaatnya melampaui satu operator atau satu kawasan industri. Pelindo berfokus pada investasi komersial misalnya dermaga, terminal, peralatan, dan layanan logistik bernilai tambah.

Sementara industri, sebagai pengguna utama, memberikan komitmen volume minimum sebagai jangkar keberlanjutan bisnis. Dengan skema ini, risiko dibagi, kepastian tercipta, dan proyek menjadi layak secara finansial.

Belajar dari Kawasan Lain

Model seperti ini bukan hal baru. Di Vietnam, pelabuhan-pelabuhan industri di sekitar Hai Phong berkembang pesat karena negara membangun perlindungan laut dan alur pelayaran, sementara operator dan industri mengisi fungsi komersialnya. Di China, pendekatan bahkan lebih agresif. Pelabuhan dibangun lebih dulu, kawasan industri menyusul.

Pelajaran utamanya konsisten, pelabuhan industri tidak lahir dari mekanisme pasar semata, melainkan dari keputusan strategis negara.

Taruhan dari persoalan ini tidak berhenti di Batang. Selama pelabuhan terdekat tidak berfungsi optimal, beban Tanjung Emas akan terus meningkat. Biaya logistik Jawa Tengah sulit ditekan. Daya saing kawasan industri nasional pun tergerus oleh negara tetangga yang lebih cepat menyatukan pelabuhan dan industri dalam satu ekosistem.

Sebaliknya, jika simpul Batang berhasil diurai, Jawa Tengah berpeluang memiliki model baru. Sebuah kawasan industri yang tumbuh bersama pelabuhan, bukan saling menunggu. Model ini bisa direplikasi di wilayah lain yang kini menghadapi persoalan serupa.

Menunggu Keputusan

Batang sudah memiliki hampir semua prasyarat yakni lahan, investor, akses jalan, dan posisi geografis. Namun yang masih tertinggal adalah satu hal yang tidak bisa dibangun oleh swasta sendirian, keputusan kebijakan yang tegas.

Dalam logistik, kedekatan tanpa kepastian hanyalah potensi yang menggantung. Selama pelabuhan terdekat Batang belum diputuskan untuk benar-benar berfungsi sebagai pelabuhan industri, truk-truk akan terus melaju ke pelabuhan yang lebih jauh, dan peluang efisiensi akan terus terlewat.

Beberapa pertanyaan terus mengemuka, kenapa pemerintah ‘Serba Tanggung’ membangun pelabuhan Batang, draft hanya 5 meteran, peralatan pendukung bongkar muat juga minim, break water tak dibangun, padahal ombak sangat besar, apa sebenarnya target untuk pelabuhan multipurpose Batang ini.

Empat industri di seputaran kawasan tersebut yang sudah menggunakan pelabuhan Batang untuk aktifitasnya, terpaksa berpindah ke Tanjung Emas, disebabkan fasilitas yang tak memenuhi syarat.

Pertanyaannya kemudian, kini bukan lagi apakah Batang membutuhkan pelabuhan yang kuat, melainkan berapa lama negara akan menunda keputusan itu. (ridwansaid oceanweek)

Previous Post

Ditjen Hubla Revalidasi Auditor ISPS Code 2026

Next Post

Kemenhub-BRIN Dorong SBNP Berbasis Digital Lewat Smart Buoy

Next Post
Kemenhub-BRIN Dorong SBNP Berbasis Digital Lewat Smart Buoy

Kemenhub-BRIN Dorong SBNP Berbasis Digital Lewat Smart Buoy

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

  • BYD Kirim 1 Juta Mobil Gunakan Kapal Raksasa Miliknya

    BYD Kirim 1 Juta Mobil Gunakan Kapal Raksasa Miliknya

    6274 shares
    Share 2510 Tweet 1569
  • KPLP Jadi Otoritas Tunggal Penegakan Peraturan di Laut

    5439 shares
    Share 2176 Tweet 1360
  • Di Kapal TB. Terus Daya 17, 3 ABK Gunakan Ijasah Palsu Ketangkap

    4533 shares
    Share 1813 Tweet 1133
  • Per Januari 2026, Pelaut Tak Bisa Berlayar Jika Tak Miliki Sertifikat BST Dengan Kesehatan Mental

    4192 shares
    Share 1677 Tweet 1048
  • Mantan Direktur Pelindo & Mantan Dirut DPS Ditahan, Kasus Korupsi Pengadaan Kapal Tunda

    3882 shares
    Share 1553 Tweet 971

Follow Us

    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.
Facebook Youtube Instagram

Ocean Week adalah bukan informasi maritim yang pertama tetapi yang terbaik, terpercaya dan akurat dikelola oleh PT Multi Media Ocean Indonesia.

Hubungi kami : redaksi@oceanweek.co.id

  • Home
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Categories

  • Alat Berat
  • All
  • Bea Cukai
  • Berita Lain
  • BICT
  • BJTI
  • Bursa
  • Bursa Kapal
  • Depo Kontainer
  • Dockyard
  • DSN PT PRIMA NUR PANURJWAN
  • Fasilitas
  • General Cargo
  • IKT
  • Jadwal
  • Jadwal
  • Jadwal
  • JICT
  • Kapal
  • Kontainer
  • Makasar
  • MAL
  • Medan
  • Moving Kapal
  • Offshores
  • Port
  • PTP
  • Regional
  • Shipping
  • Spare Part
  • Surabaya
  • Teluk Lamong
  • TPK Koja
  • TPK Makasar
  • TPK Palaran
  • TPKS Semarang
  • TPS Surabaya
  • Uncategorized
  • video

Recent News

Pembangunan Patimban Capai 83,37%, Terus Dikebut

Pembangunan Patimban Capai 83,37%, Terus Dikebut

February 15, 2026
PTP Nonpetikemas Sabet INSAN PR INDONESIA 2026

PTP Nonpetikemas Sabet INSAN PR INDONESIA 2026

February 14, 2026

© 2018 PT Multi Media Ocean Indonesia.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Shipping
  • Port
  • Dockyard
  • Jadwal
  • Bursa
  • Berita Lain
  • Peraturan
  • Report Your News

© 2018 PT Multi Media Ocean Indonesia.