• Home
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Monday, May 11, 2026
  • Login
Ocean Week
Advertisement
  • Home
  • Shipping
    • All
    • Moving Kapal
    Evergreen Pesan 11 Kapal, COSCO 12 Kapal Kontainer

    Evergreen Pesan 11 Kapal, COSCO 12 Kapal Kontainer

    Melintas Selat Hormuz Dipungut Rp 34 M, Iran Batasi Kapal…

    Melintas Selat Hormuz Dipungut Rp 34 M, Iran Batasi Kapal…

    2026 Masih Prospektif, INSA Berharap Presiden Perhatikan Pelayaran ‘Merah Putih’

    2026 Masih Prospektif, INSA Berharap Presiden Perhatikan Pelayaran ‘Merah Putih’

    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

    MSC Buka Layanan Baru Langsung AS-Afrika

    MSC Buka Layanan Baru Langsung AS-Afrika

    Kapal Raksasa Milik Evergreen, Kenapa Belum Masuk Indonesia

    Kapal Raksasa Milik Evergreen, Kenapa Belum Masuk Indonesia

    CMA CGM Menerima Kapal LNG Bahan Bakar Ganda Kapasitas 24.000 TEU

    CMA CGM Menerima Kapal LNG Bahan Bakar Ganda Kapasitas 24.000 TEU

    Cosco Tak Akan Ubah Layanan Transpasifiknya, Meski Ada Biaya  Pelabuhan Baru di AS

    Cosco Tak Akan Ubah Layanan Transpasifiknya, Meski Ada Biaya Pelabuhan Baru di AS

  • Port
    DPRD Dorong Pengembangan Pelabuhan Sorong

    DPRD Dorong Pengembangan Pelabuhan Sorong

    Tanjung Emas Makin Padat, Antrean Kapal Mulai Berkurang

    Tanjung Emas Makin Padat, Antrean Kapal Mulai Berkurang

    Tanjung Priok Jadi Kontributor Utama PTP Nonpetikemas,

    Tanjung Priok Jadi Kontributor Utama PTP Nonpetikemas,

    Pelabuhan Yos Sudarso Merauke Perlu Dikembangkan, YOR 90 Persen

    Pelabuhan Yos Sudarso Merauke Perlu Dikembangkan, YOR 90 Persen

    Triwulan I, Kinerja Operasional IKT Tumbuh 7,35%

    Triwulan I, Kinerja Operasional IKT Tumbuh 7,35%

    TTL – KSOP Perak Kolaborasi Hadirkan EAZI Dalam Transformasi Layanan Operasional Pelabuhan

    TTL – KSOP Perak Kolaborasi Hadirkan EAZI Dalam Transformasi Layanan Operasional Pelabuhan

    Arus Petikemas Tumbuh, IPC TPK Jambi Tingkatkan Kolaborasi Dengan Stakeholder

    Arus Petikemas Tumbuh, IPC TPK Jambi Tingkatkan Kolaborasi Dengan Stakeholder

    Menhub Resmi Luncurkan Palembang New Port di Tanjung Carat

    Menhub Resmi Luncurkan Palembang New Port di Tanjung Carat

    Terminal Kijing Mampu Melayani 15 Kapal Sekaligus, Bobot Kapal 100.000 DWT Bisa

    Terminal Kijing Mampu Melayani 15 Kapal Sekaligus, Bobot Kapal 100.000 DWT Bisa

  • Dockyard
    • All
    • Fasilitas
    • Jadwal
    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    DPR RI Minta Kemenhub Maksimalkan Potensi PNBP

    Dilematis Galangan Kapal Lokal, Hingga Presiden Marah

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    Pelabuhan Pare-pare jadi Penyangga Makassar

    INDONESIA KENDARAAN TERMINAL

    Jika Dipanggil Hubla, APBMI Tolak Permenhub 152/2016

    DERMAGA 004 UTARA

    Pelita Samudera Divestasi Aset FLF untuk Beli Kapal

    TPS SURABAYA

    TPK SEMARANG

    TPK PALARAN

  • Jadwal
    • All
    • BICT
    • BJTI
    • DSN PT PRIMA NUR PANURJWAN
    • IKT
    • JICT
    • MAL
    • PTP
    • Teluk Lamong
    • TPK Koja
    • TPK Makasar
    • TPK Palaran
    • TPKS Semarang
    • TPS Surabaya

    TPK KOJA

    TPS SURABAYA

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    TPK SEMARANG

    TERMINAL TELUK LAMONG

    JAKARTA INTERNATIONAL CONTAINER TERMINAL

    TPK KOJA

    TPS SURABAYA

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

  • Bursa
  • Berita Lain
  • Peraturan
  • Report Your News
No Result
View All Result
  • Home
  • Shipping
    • All
    • Moving Kapal
    Evergreen Pesan 11 Kapal, COSCO 12 Kapal Kontainer

    Evergreen Pesan 11 Kapal, COSCO 12 Kapal Kontainer

    Melintas Selat Hormuz Dipungut Rp 34 M, Iran Batasi Kapal…

    Melintas Selat Hormuz Dipungut Rp 34 M, Iran Batasi Kapal…

    2026 Masih Prospektif, INSA Berharap Presiden Perhatikan Pelayaran ‘Merah Putih’

    2026 Masih Prospektif, INSA Berharap Presiden Perhatikan Pelayaran ‘Merah Putih’

    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

    MSC Buka Layanan Baru Langsung AS-Afrika

    MSC Buka Layanan Baru Langsung AS-Afrika

    Kapal Raksasa Milik Evergreen, Kenapa Belum Masuk Indonesia

    Kapal Raksasa Milik Evergreen, Kenapa Belum Masuk Indonesia

    CMA CGM Menerima Kapal LNG Bahan Bakar Ganda Kapasitas 24.000 TEU

    CMA CGM Menerima Kapal LNG Bahan Bakar Ganda Kapasitas 24.000 TEU

    Cosco Tak Akan Ubah Layanan Transpasifiknya, Meski Ada Biaya  Pelabuhan Baru di AS

    Cosco Tak Akan Ubah Layanan Transpasifiknya, Meski Ada Biaya Pelabuhan Baru di AS

  • Port
    DPRD Dorong Pengembangan Pelabuhan Sorong

    DPRD Dorong Pengembangan Pelabuhan Sorong

    Tanjung Emas Makin Padat, Antrean Kapal Mulai Berkurang

    Tanjung Emas Makin Padat, Antrean Kapal Mulai Berkurang

    Tanjung Priok Jadi Kontributor Utama PTP Nonpetikemas,

    Tanjung Priok Jadi Kontributor Utama PTP Nonpetikemas,

    Pelabuhan Yos Sudarso Merauke Perlu Dikembangkan, YOR 90 Persen

    Pelabuhan Yos Sudarso Merauke Perlu Dikembangkan, YOR 90 Persen

    Triwulan I, Kinerja Operasional IKT Tumbuh 7,35%

    Triwulan I, Kinerja Operasional IKT Tumbuh 7,35%

    TTL – KSOP Perak Kolaborasi Hadirkan EAZI Dalam Transformasi Layanan Operasional Pelabuhan

    TTL – KSOP Perak Kolaborasi Hadirkan EAZI Dalam Transformasi Layanan Operasional Pelabuhan

    Arus Petikemas Tumbuh, IPC TPK Jambi Tingkatkan Kolaborasi Dengan Stakeholder

    Arus Petikemas Tumbuh, IPC TPK Jambi Tingkatkan Kolaborasi Dengan Stakeholder

    Menhub Resmi Luncurkan Palembang New Port di Tanjung Carat

    Menhub Resmi Luncurkan Palembang New Port di Tanjung Carat

    Terminal Kijing Mampu Melayani 15 Kapal Sekaligus, Bobot Kapal 100.000 DWT Bisa

    Terminal Kijing Mampu Melayani 15 Kapal Sekaligus, Bobot Kapal 100.000 DWT Bisa

  • Dockyard
    • All
    • Fasilitas
    • Jadwal
    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    DPR RI Minta Kemenhub Maksimalkan Potensi PNBP

    Dilematis Galangan Kapal Lokal, Hingga Presiden Marah

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    Pelabuhan Pare-pare jadi Penyangga Makassar

    INDONESIA KENDARAAN TERMINAL

    Jika Dipanggil Hubla, APBMI Tolak Permenhub 152/2016

    DERMAGA 004 UTARA

    Pelita Samudera Divestasi Aset FLF untuk Beli Kapal

    TPS SURABAYA

    TPK SEMARANG

    TPK PALARAN

  • Jadwal
    • All
    • BICT
    • BJTI
    • DSN PT PRIMA NUR PANURJWAN
    • IKT
    • JICT
    • MAL
    • PTP
    • Teluk Lamong
    • TPK Koja
    • TPK Makasar
    • TPK Palaran
    • TPKS Semarang
    • TPS Surabaya

    TPK KOJA

    TPS SURABAYA

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    TPK SEMARANG

    TERMINAL TELUK LAMONG

    JAKARTA INTERNATIONAL CONTAINER TERMINAL

    TPK KOJA

    TPS SURABAYA

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

  • Bursa
  • Berita Lain
  • Peraturan
  • Report Your News
No Result
View All Result
Ocean Week
No Result
View All Result
Home Berita Lain

Kadin Sepakat PPN Pelayaran Ditiadakan

ocean_M.admin by ocean_M.admin
April 4, 2017
in Berita Lain
341
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Ketua Komite Tetap Percepatan Arus Barang Ekspor-Impor dan Antar Pulau Kadin Indonesia, Anwar Satta menyatakan sepakat jika pemerintah menghilangkan berbagai PPN untuk pelayaran, agar industry ini dapat bersaing dengan pelayaran luar negeri.
“Selain meniadakan PPN bunker dan pajak daerah, kami juga setuju kalau subsidi untuk pelayaran dihilangkan, terutama pelayaran BUMN, karena mereka kan sudah dapat PSO (public service obligation), ditambah lagi subsidi yang lain. Jangan menganak-emaskan lah pemerintah kepada BUMN saja,” kata Anwar Satta kepada Ocean Week dikantornya, Selasa (7/4) siang.
Anwar juga membenarkan, bahwa selama ini pelayaran nasional sudah tak lagi memperoleh subsidi, terutama BBM. Namun, dia juga tidak menampik jika harus tetap diberikan subsidi, itu karena untuk menjaga NKRI.
“Subsidi itu kalau memang untuk menjaga NKRI itu harus, tetapi jika sudah masuk pada ranah bisnis, sebaiknya subsidi itu ditiadakan, sehingga antara swasta dan pelayaran BUMN dapat bersaing secara sehat,” ungkapnya.
Anwar sangat mengkritik keras terhadap salah satu BUMN pelayaran yang double mendapat subsidi. Padahal dengan subsidi-subsidi itu, harga barang toh tidak juga turun.
“Subsidi untuk rute tol laut itu bagus, tapi penggunaannya mesti tepat sasaran,” ujarnya lagi.
Sumber Ocean Week yang keberatan disebut jatidirinya juga mengungkapkan setuju subsidi BBM untuk pelayaran ditiadakan. “Memang kalau untuk menghilangkan persaingan yang tak sehat, sebaiknya pemerintah hilangkan saja BBM subsidi. Tapi kalau untuk penumpang, sebaiknya tetap diberikan subsidi,” ujarnya.
Dalam hal ini, sebenarnya pemerintah memberikan subsidi melalui program tol laut itu supaya tarif logistik bisa murah. “Tapi nyatanya cost pelayaran sudah turun, harga belum juga turun, berarti yang diuntungkan pedagangnya. Ini pemerintah (kemendag) mesti fokus untuk mengurai itu,” ungkapnya.
Seperti diketahui bahwa ada wacana dari sejumlah tokoh pelayaran supaya pemerintah (Kemenhub) menghilangkan subsidi BBM terhadap semua jenis pelayaran penumpang dan Ro-Ro, disamakan seperti kebijakan kapal niaga, agar terjadi keadilan dalam persaingan, serta factor biaya yang sama.
Sebab, selama ini kapal-kapal niaga swasta, terutama anggota INSA tak pernah ada lagi diberikan subsidi.
Selain itu, pelayaran swasta juga minta supaya pemerintah meniadakan PPN untuk bunker maupun pajak pertambahan (pajak daerah), karena freight kapal tidak kena PPN, dan di luar negeri pun tidak dikenai PPN. Dengan demikian pelayaran nasional akan dapat bersaing dengan kapal-kapal asing.
Soenarto, Dirut PT Gurita Lintas Samudera dan Faty Khusumo, Dirut PT Temas Line menyatakan hal itu kepada Ocean Week secara terpisah, Minggu (2/4) sore.
“Pelayaran nasional anggota INSA mengusulkan kepada pemerintah supaya menghapuskan PPN untuk bunker dan pajak tambahan, karena freight kapal tidak kena PPN, dan di Singapura maupun luar negeri juga tidak dikenai PPN, supaya pelayaran nasional dapat bersaing dengan kapal-kapal asing,” tegas Soenarto.
Lagi pula, ungkap dia, mayoritas pelayaran anggota INSA sudah tak ada lagi yang memperoleh subsidi, kecuali kapal milik BUMN (Pelni) untuk penumpang dan barang, serta Ro-Ro.
“Tetapi untuk jenis Ro-Ro tidak semua kapal kepunyaan anggota INSA. Karena banyak yang di penyeberangan,” ujarnya lagi.
Hal sama pun dikemukakan Faty Khusumo. “Mengenai subsidi, kapal kita semua tidak dapat subsidi. Karena memang pelayaran tidak memerlukan subsidi. Sebab kapal termasuk alat dagang internasional. Selain pemantauan penggunaannya sulit dan mustahil, saya rasa juga tidak tidak perlu menambah beban pemerintah untuk itu,” ujarnya.
Kata Faty, kalau toh ada subsidi akan sangat sulit untuk dimonitor penggunaannya agar tidak disalahgunakan. “Hanya perlu diperlakukan fairness. Kalau swasta tidak pakai subsidi, alangkah lebih baik kapal-kapal Pelni, dan– RoRo juga tidak disubsidi, agar adil persaingannya, dan factor biayanya sama,” ungkapnya.
Lebih indah lagi, tuturnya, kalau pajak PPN-nya dihapuslan. “Keringanan pajak akan pelayaran sangat berguna. Diluar negeri begitu, dan berjalan baik, karena pelayaran termasuk industry yang menstimulasi internasional trade,” ucapnya.
Faty menambahkan, di dalam negeri, beli minyak praktiknya boleh dengan PPN atau tidak dengan PPN tergantung pembeli. Jadi bisa kebayang. Pengawasan juga sulit dan mustahil di Indonesia.
Pandangan dari kedua pelaku bisnis pelayaran nasional ini, kemungkinan karena kesan adanya ketidak-adilan dari pemerintah yang memberlakukan ‘anak emas’ kepada pelayaran BUMN, sebut saja Pelni.
Padahal pelayaran BUMN itu sudah mendapatkan PSO, masih lagi ditambah subsidi. Mestinya subsidi itu diperutukkan bagi kapal-kapal penumpang, tetapi sekarang kapal-kapal Pelni sudah banyak yang dimodifikasi menjadi kapal barang, apakah masih perlu subsidi.
Pastinya, kata Lukman Lajoni (Dirut PT Pelayaran Surya Bintang Timur), kalau pelayaran swasta harus bersaing dengan pelayaran BUMN yang serba diproteksi, akan tidak kuat.
Baik, Soenarto, Faty Khusumo, maupun Lukman Lajoni sekali lagi mengungkapkan bahwa pelayaran swasta tidak perlu ada subsidi. Namun, untuk keadilan, mestinya pemerintah juga meniadakan subsidi bagi kapal-kapal BUMN (Pelni) dan BUMN lainnya. Sehingga, persaingannya fair.
Jika hal itu dilakukan pemerintah, kemungkinan pemerintah tak perlu repot-repot menyiapkan rute-rute tol laut, karena sebenarnya selama ini, sudah banyak di rute-rute itu, kapal-kapal swasta sudah masuk.
Sangatlah bijaksana kalau pemerintah (Kemehub) memperhatikan keprihatinan para pebisnis pelayaran nasional tersebut, sebagai penggantinya, selain pemerintah meniadakan PPN-PPN tadi, juga tarif-tarif di pelabuhan diberikan keringanan bagi kapal-kapal yang melayari rute-rute wilayah Indonesia Timur maupun pelosok Nusantara.
Dengan demikian, cita-cita dan harapan pemerintah untuk cost logistic murah, serta disparitas harga barang diantara daerah-daerah di Indonesia tak ada lagi dapat terwujud.
Menanggapi mengenai disparitas harga, DR. Nofrisel, pengamat logistic yang juga Direktur Operasi dan Bisnis Development PT Bhanda Ghara Reksa menyatakan, Proporsi logistic cost dibandingkan final product cost itu berkisar antara 22%-24% yang meliputi biaya transport, warehousing dan inventory holding.
“Artinya itulah yang perlu dikelola dengan baik sehingga proses produksi sampai dengan distribusi finished product ke konsumen akhir itu dapat dikontrol dengan baik,” katanya kepada Ocean Week, Minggu sore.
Soal disparitas harga, ungkapnya, juga sangat dipengaruhi oleh tatakelola logistic yang efektif. Di samping itu, system perdagangan (term of trade)-nya juga turut mempengaruhi, termasuk perpajakan.
“Sampai hari ini kita belum sukses dalam mengendalikan disparitas karena kita belum memiliki pusat-pusat industry atau pusat-pusat produksi atau konsumsi yang memungkinkan bisa dikelola dengan mengaitkannya dengan system logistic nasional yang efektif. Dalam konteks ini saya merasa konsep tol laut masih relevan untuk dipertahankan,” kata Nofrisel. (***)

Previous Post

TPS SURABAYA

Next Post

CEO AMSA Temui Tonny Budiono

Next Post

CEO AMSA Temui Tonny Budiono

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

  • BYD Kirim 1 Juta Mobil Gunakan Kapal Raksasa Miliknya

    BYD Kirim 1 Juta Mobil Gunakan Kapal Raksasa Miliknya

    6290 shares
    Share 2516 Tweet 1573
  • KPLP Jadi Otoritas Tunggal Penegakan Peraturan di Laut

    5456 shares
    Share 2182 Tweet 1364
  • Di Kapal TB. Terus Daya 17, 3 ABK Gunakan Ijasah Palsu Ketangkap

    4539 shares
    Share 1816 Tweet 1135
  • Per Januari 2026, Pelaut Tak Bisa Berlayar Jika Tak Miliki Sertifikat BST Dengan Kesehatan Mental

    4228 shares
    Share 1691 Tweet 1057
  • Mantan Direktur Pelindo & Mantan Dirut DPS Ditahan, Kasus Korupsi Pengadaan Kapal Tunda

    3907 shares
    Share 1563 Tweet 977

Follow Us

    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.
Facebook Youtube Instagram

Ocean Week adalah bukan informasi maritim yang pertama tetapi yang terbaik, terpercaya dan akurat dikelola oleh PT Multi Media Ocean Indonesia.

Hubungi kami : redaksi@oceanweek.co.id

  • Home
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Categories

  • Alat Berat
  • All
  • Bea Cukai
  • Berita Lain
  • BICT
  • BJTI
  • Bursa
  • Bursa Kapal
  • Depo Kontainer
  • Dockyard
  • DSN PT PRIMA NUR PANURJWAN
  • Fasilitas
  • General Cargo
  • IKT
  • Jadwal
  • Jadwal
  • Jadwal
  • JICT
  • Kapal
  • Kontainer
  • Makasar
  • MAL
  • Medan
  • Moving Kapal
  • Offshores
  • Port
  • PTP
  • Regional
  • Shipping
  • Spare Part
  • Surabaya
  • Teluk Lamong
  • TPK Koja
  • TPK Makasar
  • TPK Palaran
  • TPKS Semarang
  • TPS Surabaya
  • Uncategorized
  • video

Recent News

HUT 53 ASDP, Kinerja Bertumbuh Layanan Makin Bagus

HUT 53 ASDP, Kinerja Bertumbuh Layanan Makin Bagus

May 10, 2026
Taruna Terjatuh di Perairan Norwegia, Kemenhub Kawal Ketat Penanganannya

Taruna Terjatuh di Perairan Norwegia, Kemenhub Kawal Ketat Penanganannya

May 10, 2026

© 2018 PT Multi Media Ocean Indonesia.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Shipping
  • Port
  • Dockyard
  • Jadwal
  • Bursa
  • Berita Lain
  • Peraturan
  • Report Your News

© 2018 PT Multi Media Ocean Indonesia.