Hari Senin siang (8/1/2024), Ocean Week (OW) berkesempatan mewawancarai Ketua Umum Indonesia National Shipowners Association (INSA) Carmelita Hartoto (CH), mengenai apa program asosiasi ini di tahun 2024, juga prospek usaha pelayaran domestik untuk sektor yang mana, apakah petikemas, Offshore atau non petikemas.
Untuk mengetahui lebih jauh mengenai hal itu, berikut petikannya.
OW : untuk 2024, apa fokus program INSA?
CH : ke depan, INSA tetap menjadi partner pemerintah, terutama dalam hal pengembangan sektor pelayaran nasional dengan menjaga iklim usaha di sektor pelayaran semakin kondusif. Kita bersyukur, pelayaran nasional sudah menjadi tuan rumah di negeri sendiri, dan kedepan kita ingin pelayaran nasional lebih berperan pada kegiatan pelayaran ekspor impor.
OW : program apa yang sampai saat ini belum selesai?
CH : ada program yang memang berkesinambungan, salah satunya adalah meningkatkan daya saing pelayaran nasional. Peningkatan daya saing pelayaran nasional ini melibatkan banyak pihak, karena menyangkut banyak issue seperti mendorong perpajakan yang lebih bersahabat, dan menjadikan kredit pengadaan kapal yang lebih kompetitif.
OW : bagaimana situasi pelayaran dalam negeri sekarang ini, apakah terimbas oleh perang Israel Palestina, dan Rusia Ukraina?
CH : kalau pelayaran dalam negeri relatif tidak terdampak dari perang yang terjadi di Palestina Vs Israel, maupun Rusia dan Ukraina. Tapi untuk pelayaran global memang tengah mengalami kondisi yang sulit, karena mereka mesti mengubah rute pelayaran mereka akibat perang ini. Laut merah dan terusan suez menjadi war zone. Akibatnya, Pelayaran global mengalihkan rute dari laut merah / Terusan Suez, ke semenanjung Afrika Selatan karena keamanan pelayaran yang terganggu di sana.
OW : nah,,apa yang terjadi dengan itu?
CH : konsekuensinya terjadi, kenaikan biaya operasi kapal karena perubahan rute dan biaya bahan bakar. Selain itu dikhawatirkan kondisi ini akan ganggu kegiatan logistik global.
OW : untuk tahun ini, potensi pelayaran yang masih bagus sektor apa, sebaliknya yang bakal terpuruk sektor apa?
CH : Saya kira, pelayaran di domestik masih akan terus bertumbuh. Untuk kontainer, diproyeksikan bisa tumbuh 5 persen atau berbanding lurus dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2024. Proyeksi yang sama juga pada kapal penumpang. Untuk angkutan curah kering diproyeksikan bisa tumbuh 30 persen, dan tanker diproyeksikan tumbuh 20 persen di 2024. (**)





























