DPP Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) menyampaikan keprihatinannya atas situasi keamanan yang terjadi di Indonesia, akibat maraknya demo dan penjarahan di sejumlah tempat.
Sejalan dengan itu, INSA juga mengucapkan berbelasungkawa sedalam-dalamnya atas korban jiwa yang timbul, seraya mendoakan agar
keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.
Ketua Umum DPP INSA INSA Carmelita Hartoto mengatakan, selaras dengan pernyataan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, DPP INSA mendorong penyampaian aspirasi secara tertib
dan damai.
Penyampaian aspirasi tidak boleh dilakukan dengan merusak fasilitas umum, penjarahan, maupun mengganggu sentra perekonomian.
Carmelita juga mendorong agar seluruh elemen bangsa menaruh kepercayaan
kepada Presiden dan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi serta keamanan. “Menyampaikan pendapat adalah hak warga negara, tetapi tidak boleh dilakukan dengan cara merusak fasilitas umum, karena fasilitas umum itu dibangun dari uang rakyat,” katanya
melalui siaran persnya, Minggu (31/08/2025).
Carmelita menegaskan, di tengah kondisi ekonomi saat ini, menjaga keamanan dan stabilitas politik menjadi hal yang sangat krusial. Ketua umum DPP INSA menilai, terciptanya situasi yang kondusif akan memastikan roda perekonomian tetap berjalan, sekaligus memberi kepastian bagi masyarakat untuk bekerja dan beraktivitas tanpa rasa takut maupun
khawatir.
Dengan perputaran roda aktivitas perekonomian yang stabil, dia optimistis ekonomi akan terus membaik, sehingga mendorong terciptanya lebih banyak lapangan kerja.
Seiring itu, Carmelita berharap kegiatan operasional pelayaran dan logistik tetap berjalan aman dan lancar karena sektor ini merupakan tulang punggung kegiatan logistik yang dibutuhkan masyarakat.
“Kita harap kegiatan ekonomi berjalan kondusif, aktivitas logistik berjalan lancar tanpa hambatan, karena jika terganggu akan berdampak terhadap masyarakat luas,” ujar Carmelita.
Sejalan dengan itu, INSA mengimbau para anggotanya untuk tetap tenang, menjaga komunikasi aktif dengan pemangku kepentingan, dan memastikan layanan pelayaran berjalan dengan aman dan andal.
Selain itu, INSA menekankan pentingnya koordinasi antar anggota, mengingat kondisi di tiap pelabuhan daerah berbeda-beda dan membutuhkan penanganan sesuai situasi masing-masing.
INSA juga mengajak seluruh anggota dan masyarakat terus memperkuat solidaritas, kebersamaan dan saling menjaga di tengah situasi saat ini.
Carmelita menambahkan, Indonesia sebagai negara besar memiliki potensi untuk maju. Hanya saja, tantangan pemerataan pembangunan masih menjadi pekerjaan rumah bersama.
Untuk itu, bangsa sebesar Indonesia harus terus berbenah sehingga tidak
tertinggal dibandingkan negara-negara lain yang juga terus bergerak maju.
Menurut Meme (panggilan akrabnya), dengan waktu kerja efektif yang sudah terbatas akibat hari libur dan cuti, segala bentuk hambatan yang tidak produktif hanya akan memperlambat pembangunan nasional.
“Kini saatnya kita saling menjaga dan kembali fokus bekerja, untuk kemajuan bangsa kita,” tegas Carmelita.
Seperti diketahui bahwa dalam Minggu terakhir, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia telah menyampaikan protes yang ditujukan ke DPR RI, serta pemerintah. Bahkan, menurut informasi, elemen mahasiswa yang tergabung dalam BEM seluruh Indonesia akan melakukan aksi demo di awal September ini. (***)





























