• Home
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Thursday, April 2, 2026
  • Login
Ocean Week
Advertisement
  • Home
  • Shipping
    • All
    • Moving Kapal
    2026 Masih Prospektif, INSA Berharap Presiden Perhatikan Pelayaran ‘Merah Putih’

    2026 Masih Prospektif, INSA Berharap Presiden Perhatikan Pelayaran ‘Merah Putih’

    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

    MSC Buka Layanan Baru Langsung AS-Afrika

    MSC Buka Layanan Baru Langsung AS-Afrika

    Kapal Raksasa Milik Evergreen, Kenapa Belum Masuk Indonesia

    Kapal Raksasa Milik Evergreen, Kenapa Belum Masuk Indonesia

    CMA CGM Menerima Kapal LNG Bahan Bakar Ganda Kapasitas 24.000 TEU

    CMA CGM Menerima Kapal LNG Bahan Bakar Ganda Kapasitas 24.000 TEU

    Cosco Tak Akan Ubah Layanan Transpasifiknya, Meski Ada Biaya  Pelabuhan Baru di AS

    Cosco Tak Akan Ubah Layanan Transpasifiknya, Meski Ada Biaya Pelabuhan Baru di AS

    Cosco Buka Layanan Surabaya-Nava Sheva Setiap Minggu

    Cosco Buka Layanan Surabaya-Nava Sheva Setiap Minggu

    Eastern Pacific Shipping Pesan 16 Kapal, Kapasitas 6.000 TEU

    Eastern Pacific Shipping Pesan 16 Kapal, Kapasitas 6.000 TEU

  • Port
    Terminal Kijing Mampu Melayani 15 Kapal Sekaligus, Bobot Kapal 100.000 DWT Bisa

    Terminal Kijing Mampu Melayani 15 Kapal Sekaligus, Bobot Kapal 100.000 DWT Bisa

    IPC TPK Teluk Bayur Tambah Peralatan Bongkar Muat

    IPC TPK Teluk Bayur Tambah Peralatan Bongkar Muat

    Pelabuhan Kijing, PR Berat Dirut Baru Pelindo

    Pelabuhan Kijing, PR Berat Dirut Baru Pelindo

    Throughput Terminal Kijing Membaik, Terus Nasib Dwikora Bagaimana ?

    Throughput Terminal Kijing Membaik, Terus Nasib Dwikora Bagaimana ?

    Danantara Kunjungi Teluk Bayur, Dukung Penataan Pelabuhan Muaro Padang

    Danantara Kunjungi Teluk Bayur, Dukung Penataan Pelabuhan Muaro Padang

    Batu Ampar Bertransformasi Jadi Pelabuhan Modern

    Batu Ampar Bertransformasi Jadi Pelabuhan Modern

    Pembangunan Patimban Capai 83,37%, Terus Dikebut

    Pembangunan Patimban Capai 83,37%, Terus Dikebut

    Tanggal 14 Februari, Kegiatan Kapal di Pangkalbalam Akan Normal Lagi

    Tanggal 14 Februari, Kegiatan Kapal di Pangkalbalam Akan Normal Lagi

    Kapal Pindahkan Kegiatan Dari Pelabuhan Batang, Karena Drafnya ‘Cetek’

    Kapal Pindahkan Kegiatan Dari Pelabuhan Batang, Karena Drafnya ‘Cetek’

  • Dockyard
    • All
    • Fasilitas
    • Jadwal
    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    DPR RI Minta Kemenhub Maksimalkan Potensi PNBP

    Dilematis Galangan Kapal Lokal, Hingga Presiden Marah

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    Pelabuhan Pare-pare jadi Penyangga Makassar

    INDONESIA KENDARAAN TERMINAL

    Jika Dipanggil Hubla, APBMI Tolak Permenhub 152/2016

    DERMAGA 004 UTARA

    Pelita Samudera Divestasi Aset FLF untuk Beli Kapal

    TPS SURABAYA

    TPK SEMARANG

    TPK PALARAN

  • Jadwal
    • All
    • BICT
    • BJTI
    • DSN PT PRIMA NUR PANURJWAN
    • IKT
    • JICT
    • MAL
    • PTP
    • Teluk Lamong
    • TPK Koja
    • TPK Makasar
    • TPK Palaran
    • TPKS Semarang
    • TPS Surabaya

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    TPK SEMARANG

    TERMINAL TELUK LAMONG

    JAKARTA INTERNATIONAL CONTAINER TERMINAL

    TPK KOJA

    TPS SURABAYA

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    TPK SEMARANG

  • Bursa
  • Berita Lain
  • Peraturan
  • Report Your News
No Result
View All Result
  • Home
  • Shipping
    • All
    • Moving Kapal
    2026 Masih Prospektif, INSA Berharap Presiden Perhatikan Pelayaran ‘Merah Putih’

    2026 Masih Prospektif, INSA Berharap Presiden Perhatikan Pelayaran ‘Merah Putih’

    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

    MSC Buka Layanan Baru Langsung AS-Afrika

    MSC Buka Layanan Baru Langsung AS-Afrika

    Kapal Raksasa Milik Evergreen, Kenapa Belum Masuk Indonesia

    Kapal Raksasa Milik Evergreen, Kenapa Belum Masuk Indonesia

    CMA CGM Menerima Kapal LNG Bahan Bakar Ganda Kapasitas 24.000 TEU

    CMA CGM Menerima Kapal LNG Bahan Bakar Ganda Kapasitas 24.000 TEU

    Cosco Tak Akan Ubah Layanan Transpasifiknya, Meski Ada Biaya  Pelabuhan Baru di AS

    Cosco Tak Akan Ubah Layanan Transpasifiknya, Meski Ada Biaya Pelabuhan Baru di AS

    Cosco Buka Layanan Surabaya-Nava Sheva Setiap Minggu

    Cosco Buka Layanan Surabaya-Nava Sheva Setiap Minggu

    Eastern Pacific Shipping Pesan 16 Kapal, Kapasitas 6.000 TEU

    Eastern Pacific Shipping Pesan 16 Kapal, Kapasitas 6.000 TEU

  • Port
    Terminal Kijing Mampu Melayani 15 Kapal Sekaligus, Bobot Kapal 100.000 DWT Bisa

    Terminal Kijing Mampu Melayani 15 Kapal Sekaligus, Bobot Kapal 100.000 DWT Bisa

    IPC TPK Teluk Bayur Tambah Peralatan Bongkar Muat

    IPC TPK Teluk Bayur Tambah Peralatan Bongkar Muat

    Pelabuhan Kijing, PR Berat Dirut Baru Pelindo

    Pelabuhan Kijing, PR Berat Dirut Baru Pelindo

    Throughput Terminal Kijing Membaik, Terus Nasib Dwikora Bagaimana ?

    Throughput Terminal Kijing Membaik, Terus Nasib Dwikora Bagaimana ?

    Danantara Kunjungi Teluk Bayur, Dukung Penataan Pelabuhan Muaro Padang

    Danantara Kunjungi Teluk Bayur, Dukung Penataan Pelabuhan Muaro Padang

    Batu Ampar Bertransformasi Jadi Pelabuhan Modern

    Batu Ampar Bertransformasi Jadi Pelabuhan Modern

    Pembangunan Patimban Capai 83,37%, Terus Dikebut

    Pembangunan Patimban Capai 83,37%, Terus Dikebut

    Tanggal 14 Februari, Kegiatan Kapal di Pangkalbalam Akan Normal Lagi

    Tanggal 14 Februari, Kegiatan Kapal di Pangkalbalam Akan Normal Lagi

    Kapal Pindahkan Kegiatan Dari Pelabuhan Batang, Karena Drafnya ‘Cetek’

    Kapal Pindahkan Kegiatan Dari Pelabuhan Batang, Karena Drafnya ‘Cetek’

  • Dockyard
    • All
    • Fasilitas
    • Jadwal
    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    DPR RI Minta Kemenhub Maksimalkan Potensi PNBP

    Dilematis Galangan Kapal Lokal, Hingga Presiden Marah

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    Pelabuhan Pare-pare jadi Penyangga Makassar

    INDONESIA KENDARAAN TERMINAL

    Jika Dipanggil Hubla, APBMI Tolak Permenhub 152/2016

    DERMAGA 004 UTARA

    Pelita Samudera Divestasi Aset FLF untuk Beli Kapal

    TPS SURABAYA

    TPK SEMARANG

    TPK PALARAN

  • Jadwal
    • All
    • BICT
    • BJTI
    • DSN PT PRIMA NUR PANURJWAN
    • IKT
    • JICT
    • MAL
    • PTP
    • Teluk Lamong
    • TPK Koja
    • TPK Makasar
    • TPK Palaran
    • TPKS Semarang
    • TPS Surabaya

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    TPK SEMARANG

    TERMINAL TELUK LAMONG

    JAKARTA INTERNATIONAL CONTAINER TERMINAL

    TPK KOJA

    TPS SURABAYA

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    TPK SEMARANG

  • Bursa
  • Berita Lain
  • Peraturan
  • Report Your News
No Result
View All Result
Ocean Week
No Result
View All Result
Home Berita Lain

Di Usia 27 Tahun, JICT Barometer Daya Saing Logistik Indonesia

oceanweek by oceanweek
April 1, 2026
in Berita Lain, Uncategorized
Di Usia 27 Tahun, JICT Barometer Daya Saing Logistik Indonesia
340
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Di pelabuhan, kegiatan dan waktu bukanlah sekadar angka. Ia adalah biaya. Ia menentukan harga barang, daya saing industri, bahkan stabilitas rantai pasok.

Dalam konteks itu, Jakarta International Container Terminal (JICT) tidak bisa dilihat sekadar sebagai fasilitas bongkar muat. Ia adalah simpul penting dalam sistem logistik Indonesia, yang menentukan seberapa efisien barang bergerak dari dan ke pasar global.

Memasuki usia 27 tahun, pertanyaan yang layak diajukan bukan lagi tentang seberapa besar JICT telah berkembang, melainkan apakah terminal ini cukup siap menghadapi kompetisi logistik global yang semakin ketat?.

Selama dua dekade terakhir, isu utama pelabuhan Indonesia tidak banyak berubah, yakni biaya logistik yang relatif tinggi dan efisiensi yang belum optimal.

Pelabuhan Tanjung Priok, dengan JICT sebagai salah satu terminal utamanya, memegang peran dominan dalam arus peti kemas nasional. Artinya, setiap inefisiensi di titik ini akan menjalar ke seluruh rantai pasok.

Waktu tunggu kapal, kecepatan bongkar muat, hingga integrasi dengan hinterland bukan sekadar indikator teknis. Ia langsung berdampak pada biaya distribusi dan daya saing ekspor Indonesia.

PT Jakarta International Container Terminal.

Dalam lanskap seperti ini, keberadaan JICT menjadi krusial. Namun krusial saja tidak cukup. JICT harus unggul.

Kompetisi yang Kian Ketat

Di kawasan Asia Tenggara, persaingan antar pelabuhan semakin tajam. Singapura, Tanjung Pelepas di Malaysia, hingga pelabuhan di Vietnam terus berinvestasi besar dalam teknologi, kapasitas, dan efisiensi.

Mereka tidak hanya menawarkan kecepatan, tetapi juga kepastian, sesuatu yang sangat dihargai dalam rantai pasok global.

Pelabuhan Singapura, misalnya, menangani lebih dari 41 juta TEUs per tahun, menjadikannya salah satu hub transshipment terbesar di dunia.

Malaysia melalui Port Klang dan Tanjung Pelepas telah menembus kisaran 12–14 juta TEUs, memperkuat posisi sebagai pesaing utama di Selat Malaka.

Sementara itu, Vietnam mulai mengejar dengan agresif. Pelabuhan di Ho Chi Minh City dan Cai Mep kini berada di kisaran 7–9 juta TEUs, dengan pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Tanjung Priok berada di kisaran 7–8 juta TEUs, dengan JICT sebagai salah satu terminal utamanya.

Perbandingan ini menunjukkan satu hal, Indonesia bukan tidak penting, tetapi belum dominan.

Dalam konteks ini, JICT berada di posisi strategis sekaligus rentan. Strategis karena menjadi gerbang utama perdagangan, rentan karena harus bersaing langsung dengan standar global.

Pertanyaannya, apakah transformasi yang dilakukan cukup cepat untuk mengejar bahkan melampaui kompetitor?

Green Port dan Tata Kelola

Isu keberlanjutan kini menjadi faktor yang semakin menentukan dalam industri logistik global. Perusahaan multinasional mulai mempertimbangkan jejak karbon dalam memilih jalur distribusi.

Pelabuhan tidak lagi dinilai hanya dari kapasitas dan kecepatan, tetapi juga dari efisiensi energi dan dampak lingkungannya.

Dalam konteks ini, inisiatif menuju green port menjadi langkah yang tidak bisa ditunda. Elektrifikasi alat, digitalisasi layanan, dan pengelolaan lingkungan bukan lagi sekadar program tambahan, melainkan standar baru.

Namun seperti halnya banyak inisiatif di sektor infrastruktur, tantangan utamanya bukan pada perencanaan, melainkan pada konsistensi implementasi.

Transformasi menuju pelabuhan hijau membutuhkan investasi besar, koordinasi lintas pihak, dan komitmen jangka panjang. Tanpa itu, ia berisiko menjadi sekadar jargon.

Di luar aspek teknis, faktor lain yang tidak kalah penting adalah tata kelola.

Pelabuhan modern membutuhkan kepastian, baik dalam regulasi, operasional, maupun pengambilan keputusan. Ketidakpastian, sekecil apa pun, dapat berdampak besar dalam sistem yang sangat sensitif terhadap waktu.

Dalam hal ini, konsistensi kebijakan dan koordinasi antar pemangku kepentingan menjadi kunci.

JICT, sebagai bagian dari ekosistem yang lebih besar, tidak berdiri sendiri. Kinerjanya sangat dipengaruhi oleh integrasi dengan operator lain, regulator, dan sistem logistik nasional secara keseluruhan.

Tanpa perbaikan menyeluruh, efisiensi di satu titik tidak akan cukup untuk menghasilkan perubahan signifikan.

Momentum 27 Tahun

Pada fase awal, pelabuhan berfungsi sebagai operator yakni memindahkan barang dari kapal ke darat.

Namun dalam perkembangan terbaru, peran tersebut telah bergeser. Pelabuhan dituntut menjadi penggerak yang harus mengorkestrasi arus barang, informasi, dan sistem secara simultan.

Ini berarti integrasi digital yang menyeluruh, visibilitas rantai pasok secara real time dan kemampuan merespons perubahan secara cepat.

Transformasi semacam ini tidak bisa dilakukan secara parsial. Ia menuntut perubahan cara kerja, bukan sekadar peningkatan alat.

Di usia 27 tahun, JICT berada di titik penting. JICT telah membuktikan perannya dalam menopang perdagangan nasional. Namun tantangan ke depan jauh lebih kompleks.

Jika ingin tetap relevan, JICT tidak bisa hanya mengikuti arus. Ia harus memimpin perubahan.

Itu berarti meningkatkan efisiensi secara nyata, mempercepat transformasi digital, memastikan implementasi green port berjalan konsisten dan memperkuat integrasi dalam sistem logistik nasional.

Pada akhirnya, pelabuhan bukan sekadar infrastruktur. Ia adalah indikator seberapa siap sebuah negara bersaing dalam ekonomi global.

JICT telah menempuh perjalanan panjang. Namun di tengah kompetisi yang semakin ketat, panjangnya perjalanan bukan jaminan.

Yang menentukan adalah arah berikutnya. Dan di situlah, ujian sesungguhnya baru dimulai.

Memang tak dapat dipungkiri, kepercayaan pengguna jasa terhadap terminal petikemas tersibuk nasional ini semakin besar. Apalagi terminal yang dimiliki Huchison dan Pelindo ini terus melakukan perubahan tata kelola, layanan dan sebagainya untuk kepentingan pengguna jasanya.

Dirut JICT Ade Hartono, ditengah para siswa, di Jakarta Utara. (**)

Di usia ke-27 tahun ini, ibarat seseorang sudah dewasa, dan sebagai sebuah terminal petikemas yang melayani shipping Line dunia dan domestik, keberadaan JICT menjadi pilihan utama bagi kegiatan shipping Line untuk impor ekspor.

Dimata Pengguna Jasa

Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jakarta Adil Karim menilai bahwa setelah 27 tahun, harusnya JICT lebih baik dalam mengelola sebuah terminal yang nota bene pelabuhan terbesar di Indonesia, dan mestinya JICT dapat sebagai acuan buat pelabuhan-pelabuhan lainnya.
ALFI akan terus mensupport tentunya untuk perbaikan-perbaikan kedepannya dalam layanan kepada pengguna jasa serta inovasi-inovasi nya.
“ALFI berharap JICT bisa bersaing dengan terminal petikemas negara-negara tetangga (Malaysia, Thailand),” ungkapnya.
Pengguna jasa lain juga mengungkapkan bahwa secara umum layanan JICT sudah bagus. Hal itu disampaikan Hendra dari pelayaran COSCO. “Hanya saja kami minta supaya peralatan pendukung bongkar muat (crane) yang usia nya sudah tua agar diganti dengan yang baru, supaya produktivitasnya semakin membaik,” katanya pelanggan JICT ini.
Sementara itu, Bambang Sabekti,
Chief marketing officer PT. BINTANG LAUT PLATINUM ( INTERMODAL SERVICE), menilai bahwa JICT bukan hanya sebagai terminal petikemas besar saja. “Yang diperlukan saat ini adalah pelayanan harus lebih baik, karena kompetisi sangat ketat. Nggak seperti dulu dengan adanya NPCT1 persaingan semakin sengit. Customer perlu harga yang kompetitif dan service/ produktifitas yang baik,” katanya.
Apalagi, ujar Bambang, tahun ini PGT Patimban mulai beroperasi secara komersial dan beberapa pelayaran sudah komit mau sandar di sana, sedikit demi sedikit pangsa pasar akan berkurang dan tergerus ke Patimban, apalagi segmen pasar patimban sama dengan segmen pasarnya JICT, Koja dan NPCT1.
“Tantangan besar menunggu di depan dan hanya dengan harga yang kompetitif dan service yang baik yang bisa mengamankan customer. Saya sekarang indirect customernya JICT, tiap minggu saya bawa cargo export ex Semarang ke JICT dan sekarang saya tahu persis tingkat pelayanan JICT,” ungkap Bambang.
Sunarno dari PT Tresnamuda Sejati juga menyampaikan bahwa layanan JICT sudah bagus, namun peralatan perlu ditambah supaya produktivitas bongkar muat lebih baik lagi.
“JICT harus bisa merangkul customer, karena salah sedikit saja, customer bisa geser ke terminal lain,” ungkap Nano (panggilannya).
Dia berharap, JICT bisa menjadi terminal petikemas di Indonesia yang mampu bersaing dengan Tanjung Pelepas dan terminal di Thailand atau negara Asia.
Di tempat terpisah, Kepala KSOP Tanjung Priok Heru Susanto menyampaikan ucapan selamat atas ulang tahun ke 27 JICT. “Semoga JICT tetap menjadi yang terbaik,” ujarnya.
Heru juga mengungkapkan bahwa layanan JICT sudah bagus dan kalau bisa ditingkatkan, agar para pengguna jasanya semakin puas.

“Sebagai pemerintah kami akan terus mensupport segala bentuk perbaikan yang dilakukan oleh terminal terbesar di Indonesia ini,” kata Heru.

Seperti diketahui bahwa PT Jakarta International Container Terminal (JICT) beroperasi sejak tahun 1999, JICT menjadi pintu gerbang utama ekspor-impor Indonesia yang melayani lebih dari 20 jalur pelayaran internasional ke lebih dari 25 negara.

Diharapkan JICT menjadi salah satu terminal petikemas di negeri ini yang terus melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Selamat berulang tahun ke 27. Sukses selalu JICT. (ridwan said/ocean week)

Previous Post

PT MUSTIKA ALAM LESTARI

Next Post

Dua Kapal Pertamina Disetujui, Segera Keluar Dari Hormuz

Next Post
Dua Kapal Pertamina Disetujui, Segera Keluar Dari Hormuz

Dua Kapal Pertamina Disetujui, Segera Keluar Dari Hormuz

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

  • BYD Kirim 1 Juta Mobil Gunakan Kapal Raksasa Miliknya

    BYD Kirim 1 Juta Mobil Gunakan Kapal Raksasa Miliknya

    6280 shares
    Share 2512 Tweet 1570
  • KPLP Jadi Otoritas Tunggal Penegakan Peraturan di Laut

    5444 shares
    Share 2178 Tweet 1361
  • Di Kapal TB. Terus Daya 17, 3 ABK Gunakan Ijasah Palsu Ketangkap

    4536 shares
    Share 1814 Tweet 1134
  • Per Januari 2026, Pelaut Tak Bisa Berlayar Jika Tak Miliki Sertifikat BST Dengan Kesehatan Mental

    4210 shares
    Share 1684 Tweet 1053
  • Mantan Direktur Pelindo & Mantan Dirut DPS Ditahan, Kasus Korupsi Pengadaan Kapal Tunda

    3897 shares
    Share 1559 Tweet 974

Follow Us

    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.
Facebook Youtube Instagram

Ocean Week adalah bukan informasi maritim yang pertama tetapi yang terbaik, terpercaya dan akurat dikelola oleh PT Multi Media Ocean Indonesia.

Hubungi kami : redaksi@oceanweek.co.id

  • Home
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Categories

  • Alat Berat
  • All
  • Bea Cukai
  • Berita Lain
  • BICT
  • BJTI
  • Bursa
  • Bursa Kapal
  • Depo Kontainer
  • Dockyard
  • DSN PT PRIMA NUR PANURJWAN
  • Fasilitas
  • General Cargo
  • IKT
  • Jadwal
  • Jadwal
  • Jadwal
  • JICT
  • Kapal
  • Kontainer
  • Makasar
  • MAL
  • Medan
  • Moving Kapal
  • Offshores
  • Port
  • PTP
  • Regional
  • Shipping
  • Spare Part
  • Surabaya
  • Teluk Lamong
  • TPK Koja
  • TPK Makasar
  • TPK Palaran
  • TPKS Semarang
  • TPS Surabaya
  • Uncategorized
  • video

Recent News

Dua Kapal Pertamina Disetujui, Segera Keluar Dari Hormuz

Dua Kapal Pertamina Disetujui, Segera Keluar Dari Hormuz

April 2, 2026
Di Usia 27 Tahun, JICT Barometer Daya Saing Logistik Indonesia

Di Usia 27 Tahun, JICT Barometer Daya Saing Logistik Indonesia

April 1, 2026

© 2018 PT Multi Media Ocean Indonesia.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Shipping
  • Port
  • Dockyard
  • Jadwal
  • Bursa
  • Berita Lain
  • Peraturan
  • Report Your News

© 2018 PT Multi Media Ocean Indonesia.