Organisasi Pensiunan Pelabuhan Indonesia (OPPI) dan Perkumpulan Purnabhakti Pelabuhan Bersatu telah mengumumkan kepengurusan baru, masa Bhakti 2025-2028, bertempat di Solaria Restauran Bekasi, Kamis (17/7) sore.
Hal itu dilakukan menyusul adanya Mosi Tidak Percaya (MTP) dari pengurus OPPI regional 3 Surabaya kepada pengurus DPP OPPI dibawah kepemimpinan RIMAN Sulaeman Duyo.
OPPI kemudian mempercayakan kepada Dalsaf Usman sebagai Ketua Umum, wakil ketua umum Henry dan Kirnoto, lalu Hasan Basri Umar sebagai Sekjen, dan Abdul Muis sebagai Wakil Sekjen. Untuk bendahara umum Prabowo Satriyo Gondokusumo, dan Meldawati sebagai wakil bendahara umum.
Sedangkan untuk pengawas perkumpulan mempercayakan kepada Eko Yuwono (ketua), dengan anggota Sharing Bukhari dan Siti Hasnisah.
Menurut Ketua Umum OPPI, Dalsaf bahwa latar belakang terbentuknya kepengurusan perkumpulan OPPI baru periode 2025 – 2028, disebabkan adanya Mossi Tidak Percaya (MTP) dari pengurus OPPI regional 3 surabaya kepada pengurus DPP OPPI dibawah kepemimpinan sdr RIMAN Sulaeman Duyo.
“Ada tiga hal penting yang menyebabkan keluarnya pernyataan MTP yakni kepengurusan OPPI Riman Sulaeman Duyo tidak terdaftar di kementerian hukum RI, sehingga kepengurusan mereka tidak sah secara hukum,” ujar Dalsaf kepada Ocean Week di Bekasi, Kamis malam.
Dalsaf menyampaikan bahwa kepengurusan mereka (Riman) cenderung pasif dalam memperjuangkan hak-hak kepensiunan. “Mereka larut dalam kesibukan mengurus hal-hal yang tidak penting bagi perkumpulan dan sibuk dengan berbagai pertengkaran serta keributan dengan sesama pengurus dan dengan sesama anggota perkumpulan,” ungkapnya.
Bahkan, ungkap Dalsaf, Riman telah memecat orang-orang yang selama ini telah berjuang untuk OPPI sebagai pengurus dan anggota perkumpulan, karena mereka dianggap tidak sejalan dengan pola pikir dari kepengurusan RIMAN Sulaeman Duyo.
Kata Dalsaf, Riman Cs juga gemar melakukan dan menanamkan sikap permusuhan dengan siapa saja, termasuk dengan sesama pengurus dan sesama anggota perkumpulan.
Dalsaf mengatakan, MTP dari pengurus OPPI regional 3 dimaksud telah pula diperkuat dengan keluarnya PETISI pensiun hebat tgl 10 juni 2025 lalu.
Dalam PETISI tersebut, para pensiunan pelindo telah menyampaikan kehendak nya untuk memperjuangkan urusan kepensiunan pelindo agar bisa menjadi lebih baik lagi – lebih sejahtera lagi – lebih terhormat lagi dan lebih bermartabat lagi.
PETISI memberikan mandat kepada Dalsaf Usman untuk melakukan langkah-langkah yang baik dan tepat sesuai konstitusi perkumpulan, agar perkumpulan tetap menjadi organisasi yang taat hukum – solid – kompak – berpengaruh dan bersungguh-sungguh dalam memperjuangkan hak-hak kepensiunan untuk menjadi lebih baik lagi.
Atas dasar itulah Dalsaf Usman dan para pendiri perkumpulan – pengurus perkumpulan ditingkat pusat dan ditingkat regional serta cabang melakukan langkah-langkah penyelamatan perkumpulan dengan menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (MUNASLUB), dengan memberhentikan kepengurusan yang lama dan mengangkat kepengurusan yang baru.
Hasil Munaslub telah dibuatkan AKTA notarial tentang pernyataan putusan munaslub dan kemudian akta tersebut didaftarkan di kementerian hukum RI dan telah mendapatkan persetujuan dari menteri hukum RI. Dengan demikian kepengurusan baru perkumpulan OPPI secara hukum telah sah terbentuk dan selanjutnya akan segera melaksanakan amanah Munaslub.
Dalsaf juga menyampaikan bahwa kepengurusan perkumpulan baru akan segera menandatangani PERNYATAAN Bersama dengan Senior Executive Founder the PELINDO Pensiun UNTUK memastikan bahwa 16 butir kehendak perjuangan PELINDO Pensiun akan tetap dilanjutkan sampai tuntas.
“Perkumpulan OPPI baru dan PELINDO Pensiun adalah dua komunitas perjuangan urusan ke pensiunan yang berbeda tapi sama dalam perjuangan nya,” ungkap Dalsaf.
Dalsaf menghimbau kepada Riman supaya menghentikan segala menghentikan segala macam bentuk kegiatan nya dengan mengatas-namakan perkumpulan OPPi.
“Kami berharap Riman dkk bersedia bergabung kepengurusan perkumpulan OPPI yang baru untuk berjuang bersama-sama mengurus urusan kepensiunan pelindo agar dapat lebih baik lagi,” kata Dalsaf. (***)






























