Kegiatan operasional di pelabuhan Panjang dan pelabuhan di Banten (Ciwandan) tetap berlangsung dan berjalan normal di tengah erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang terjadi pada awal September 2026.
Tim tanggap darurat PT Pelindo Regional 2 Panjang dan Pelindo Ciwandan Banten dengan sigap langsung aksi membagikan masker kepada TKBM dan sopir truk yang berkegiatan di area pelabuhan.
“Kegiatan operasional di pelabuhan masih normal sesuai prosedur yang ada. Kami menghimbau kepada mereka (para TKBM dan sopir) yang berkegiatan untuk menggunakan masker agar terhindar dari abu vulkanik,” ujar Hardianto, GM Pelindo Panjang saat dihubungi Ocean Week, Senin pagi.
“Kami memastikan pelayanan tetap berjalan dan mengedepankan keselamatan dan keamanan,” katanya.
Mantan GM Pelindo Tanjung Emas ini mengungkapkan bahwa seluruh pekerja Pelindo Panjang di lapangan sudah diinstruksikan untuk menggunakan masker dan kacamata guna melindungi dari paparan abu vulkanik.
“Pekerja kami sudah diperintahkan memakai alat pelindung dari abu vulkanik seperti masker dan kacamata,” ungkapnya.
Meski demikian, Hardianto mengungkapkan kalau Pelindo Regional 2 Panjang terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau serta kondisi lingkungan di sekitar wilayah operasional pelabuhan.
Langkah tersebut dilakukannya sebagai bagian dari upaya memastikan aspek keselamatan, keamanan, dan kelancaran operasional tetap terjaga.
Hardianto menghimbau, seluruh pekerja dan pihak terkait di lingkungan Pelabuhan Panjang untuk tetap waspada, serta mematuhi prosedur keselamatan dan keamanan yang telah ditetapkan.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan memantau informasi resmi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau sebagai dasar dalam menentukan langkah-langkah operasional selanjutnya,” katanya.
Untuk diketahui bahwa aktivitas bongkar muat melalui pelabuhan Panjang cukup padat. Data mencatat capaian volume petikemas dari Januari – Mei 2026 sudah tercapai 50.287 TEUs, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 46.824 TEUs.
Untuk volume domestik hingga Mei tercatat sebesar 28.163 TEUs atau tumbuh 10,04%. Sedangkan internasional sebesar 22.124 TEUs atau meningkat 4,21% secara tahunan.
Peningkatan itu salah satunya disebabkan tingginya aktivitas perdagangan di wilayah Lampung, terutama lonjakan ekspor tepung tapioka yang melesat hingga 267,37%, serta penguatan sektor domestik.
Pelabuhan Ciwandan Normal
Sementara itu, Achmad Yoga Suryadarma, GM Pelindo Regional 2 Ciwandan Banten, menyatakan sampai saat ini kegiatan operasional di pelabuhan tetap berjalan.

“Kegiatan di dermaga, serta situasi perairan masih terpantau aman dan terkendali,” ungkap Yoga kepada Ocean Week melalui WhatsApp nya, Senin pagi.
Menurut dia, dampak erupsi berupa debu/abu vulkanik tidak sampai mengganggu operasional di lapangan.
Demikian pula di Pelabuhan Bojonegara, dan Pelabuhan IKPP, kegiatan operasional tetap berjalan dan masih terpantau aman terkendali.
“Untuk antisipasi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau lebih lanjut, kami sudah menghimbau kepada semua pegawai, khususnya operasional, HSSE dan yang sedang tugas shift/piket, untuk senantiasa waspada dan hati-hati dalam berkegiatan di lapangan,” ujarnya.
Selain itu, jelasnya, untuk mengurangi dampak debu/abu vulkanik terhadap kesehatan, tim pelindo regional 2 banten telah membagi-bagikan masker kepada buruh, supir dan lainnya yang berkegiatan di lapangan.
“Kepada petugas jaga, sekuriti, diwajibkan secara rutin memberikan laporan up date kondisi dan kegiatan operasional di lapangan, sehingga terpantau perkembangannya dari waktu ke waktu. Kami juga telah berkoordinasi dengan instansi BMKG, BPBD dan lainnya untuk saling berbagi informasi, untuk kesiagaan menghadapi dampak dan kemungkinan yang akan terjadi,” kata Yoga.
Saat ini, Yoga mengaku terus menantikan perkembangan dan arahan lebih lanjut dari pemerintah dan instansi berwenang.
Terpisah, Capt Aep Dedi Laksana, Direktur Operasi PT Krakatau Bandar Samudera (KBS), juga mengemukakan hal yang sama. “Kegiatan kepelabuhanan di Banten, termasuk Cigading berjalan seperti biasa. “Alhamdulillah kegiatan pelabuhan di Banten tidak terganggu, meski erupsi gunung anak Krakatau terus berlangsung,” katanya. (***)






























