Kemacetan di luar pelabuhan Tanjung Priok masih sering terjadi. Pada Selasa (21/7) lalu, macet ‘horor’ menjadi pemandangan yang tak biasa.
Dari Bekasi hingga jalan Cacing (keluar tol Cakung Timur) macet parah. Truk-truk petikemas, kendaraan roda dua, dan mobil tampak tak bergerak di hari itu.
Kepala Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Utara Rudy Saptari Sulesuryana mengatakan kemacetan truk kontainer di jalur Cakung-Cilincing (Cacing) terjadi akibat kurang optimalnya operasional depo yang ada di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.
Rudy mengatakan pihaknya menggelar Rapat Koordinasi Pengelolaan Bongkar Muat di Depo Kontainer di Polres Metro Jakarta Utara bersama Satlantas Polres Metro Jakarta Utara, Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Priok, pengusaha truk, dan lainnya.

“Kami melihat itu terjadi di wilayah Cakung, Jakarta Timur, dan berimbas ke wilayah Jakarta Utara,” kata Rudy Saptari setelah mengikuti Rapat Koordinasi Depo di Polrestro Jakarta Utara, dikutip dari Antara, Rabu (22/7).
Menurut Rudy, pihaknya melakukan mitigasi apa yang terjadi, sehingga permasalahan di Cakung agar tidak terjadi di Jakut.
Kemudian, ujarnya, upaya kedua yang dilakukan adalah menyiapkan buffer zone atau kawasan penyangga untuk area parkir atau zona tunggu truk logistik sebelum diizinkan masuk ke kawasan pelabuhan.
“Buffer zone ini bertujuan agar antrean kendaraan tidak terjadi di jalan raya atau jalan umum,” ungkapnya.
Selain itu, Dishub juga menyiapkan petugas, baik polisi lalu lintas maupun petugas Sudin Perhubungan, untuk menerapkan standard operating procedure (SOP) yang seragam di wilayah depo di luar kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.
Rudy memaparkan jumlah depo truk logistik di Jakarta Utara mencapai lebih dari 31 unit depo yang tersebar di wilayah setempat.
Dia mengatakan truk kontainer tersebut melayani kegiatan ekspor dan impor. Truk trailer itu juga mengangkut kontainer dari Pelabuhan Tanjung Priok ke depo yang berada di luar kawasan pelabuhan.
Di samping itu, truk antre menjemput kontainer yang ada di depo untuk diantar ke dalam pelabuhan.
“Di proses ini yang kerap terjadi kemacetan, yakni antrean ke depo, dan itu yang coba kami mitigasi bersama,” kata Rudy. (**/ant)































