Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan, Situbondo, Jawa Timur, Herland Aprilyanto menyatakan Pelabuhan Jangkar disiapkan menjadi pelabuhan penyangga ke Pulau Bali untuk mengurai kepadatan kendaraan di penyeberangan Ketapang (Banyuwangi)-Gilimanuk (Bali).
“Beberapa waktu lalu kami juga diundang rapat koordinasi di Pelabuhan Gilimanuk Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, dan membahas solusi mengurai kepadatan arus kendaraan di lintasan Ketapang-Gilimanuk,” ujarnya di Situbondo.
Mengutip dari Antara, Herland mengatakan, Pelabuhan Jangkar dinyatakan siap menjadi pelabuhan penyangga karena sejak beberapa tahun terakhir telah melayani selain dari Situbondo ke beberapa kepulauan di Kabupaten Sumenep, Madura, juga rute Jangkar-Lembar (Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat).
Dia menyampaikan bahwa saat rapat koordinasi di Pelabuhan Gilimanuk, ada tiga titik pelabuhan yang direncanakan menjadi alternatif untuk mengurai kepadatan arus kendaraan di lintasan Ketapang-Gilimanuk, yakni Pelabuhan Celukan Bawang (Singaraja) dan Pelabuhan Seririt (Buleleng) dan Pelabuhan Padang Bai.
“Tapi informasinya masih perlu ada uji kelayakan (peninjauan kembali) karena nantinya kan kendaraan yang melintas adalah kendaraan besar (tronton, kontiner). Kalau di Pelabuhan Jangkar sudah siap jadi pelabuhan penyangga,” katanya.
Pada momentum arus balik Lebaran 2026, kemacetan arus lalu lintas jalan raya Situbondo-Banyuwangi menuju Pelabuhan Ketapang mengalami kemacetan panjang hingga belasan kilometer akibat antrean kendaraan truk logistik untuk menyeberang ke Pulau Bali.
Pada mudik Lebaran juga terjadi antrean panjang menuju Pelabuhan Gilimanuk (Bali) sejauh sekitar 40 kilometer. (***)





























