investor asal Negara Spanyol tertarik berinvestasi dalam rencana pembangunan pelabuhan internasional (ekspor impor) di Desa Balong Kecamatan Kembang Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Rencana tersebut mendapat komentar beragam dari para pelaku usaha kemaritiman di Semarang. Mereka adalah Hari Ratmoko, Ketua DPC INSA Semarang, Teguh Arif Handoko, Ketua DPW ALFI Jawa Tengah (Jateng), dan Sekretaris DPW APBMI Jateng Delly Setiyono.
“Infrasturktur jalan/jalur logistik di Jepara belum siap. Jadi Tanjung Emas masih menjadi opsi terbaik bagi eksportir/importir di Jepara melakukan kegiatannya,” ujar Hari per telpon, Senin siang.
Dia juga menyampaikan agar mulai saat ini semua stakeholder terkait harus bisa duduk bersama guna membangun infrastruktur dari Jepara menuju Tanjung Emas.
Menurut Hari, membangun pelabuhan internasional di Jepara dinilainya bagus, tetapi tetap harus mempertimbangkan koneksi dengan pelabuhan internasional yang sudah ada di pulau Jawa.
“Saat ini Jepara bisa dijadikan sebagai pelabuhan pengumpan, sambil melihat potensi 15 s.d 20 tahun ke depan,” katanya.
Sementara itu, Ketua ALFI Jateng Teguh menyampaikan bahwa Tanjung Emas masih bisa dipertahankan, dengan catatan pengembangan dan revitalisasinya sesuai RIP (rencana induk pelabuhan) yang sudah ada, sehingga infrastrukturnya dapat terus berkembang sesuai kebutuhan pengguna jasa yang terus bertambah.
“Rencana membangun pelabuhan di Jepara, saat ini masih terkendala akses jalan untuk dari dan ke pelabuhan karena belum adanya tol , dan daerah tersebut belum terlihat strategis untuk efisiensi dan keefektifan arus barang /logistik. Masih perlu waktu panjang untuk pengembangan infrastrukturnya,” ungkapnya.
Sedangkan Delly mengaku bahwa dulu pernah mendengar adanya kajian penelitian dari Kemenhub, terkait kondisi alam untuk Pelabuhan di Jateng itu memang di Jepara.
“Sedangkan untuk Tanjung Emas Semarang kondisinya semakin butuh banyak biaya perawatan, rawan rob, saat ini panjang Dermaga itu-itu saja belum ada penambahan panjang Dermaga,” katanya.
Beberapa waktu lalu, Bupati Jepara Witiarso Utomo menyampaikan jika investor asal Negara Spanyol tertarik berinvestasi dalam rencana pembangunan pelabuhan ekspor di Desa Balong Kecamatan Kembang Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
“Kunjungan dari investor asal Spanyol dijadwalkan bulan Oktober 2025. Pekan lalu kami sudah berkomunikasi dengan Kadin Spanyol dan calon investor asal Negeri Matador itu melalui pertemuan virtual. Pertemuan virtual itu untuk menjajaki potensi kerja sama strategis, khususnya dalam bidang investasi dan pengembangan infrastruktur kelautan,” ujar Witiarso Utomo di Jepara, dikutip dari Antara.
Pertemuan virtual tersebut diikuti oleh Secretary Jenderal of ASEMPEA Mr. Antonio Vinal, Asempea Member and Managing Director General PROES (Mr. Ignacio Sanchidrian Vidal, Asempea Member and Director Gerente GEOMYTSA Mr. Asterio Recio Garcia), Asempea Member Mr. Javier Rasilla, Vice Chairman of Kadin Bilateral Committee of Spain and Portugal Mr. Alexander H. Effendie serta sejumlah nama lain dari Indonesia seperti IGK Manila.
Salah satu hasilnya, katanya, calon investor tertarik dengan rencana pembangunan pelabuhan niaga internasional di Jepara.
“Progresnya menggembirakan, awal Oktober 2025 mereka ke Jepara. Kita tatap rencana pembangunan pelabuhan internasional di Jepara dengan optimisme yang kuat,” ujarnya.
Sejak awal menjabat, Witiarso Utomo memang serius merealisasikan rencana pembangunan pelabuhan internasional di Balong. Bahkan, langsung menggelar pertemuan dengan sejumlah pihak mulai dari jajaran PT Pelabuhan Indonesia/Pelindo (Persero) dan lainnya.
Untuk diketahui bahwa pada tanggal 14/3/2025 lalu, Bupati Witiarso Utomo bertemu dengan Duta Besar Spanyol untuk Indonesia, Fransisco de Asís Aguilera, di Kedubes Spanyol, di Jakarta Pusat.
Kemudian Dubes Fransisco de Asís Aguilera yang mengunjungi Jepara sekaligus meninjau calon lokasi pelabuhan pada 29 April 2025.
Menurut Witiarso, calon investor asal Spanyol tersebut memiliki reputasi baik, karena mereka juga tengah membangun sejumlah pelabuhan di kawasan Asia.
Pemkab Jepara serius menangkap peluang investasi terkait pembangunan pelabuhan skala internasional ini.
Salah satu upayanya telah diwadahinya kawasan yang direncanakan akan dibangun pelabuhan tersebut dalam Perda Nomor 4/2023 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Jepara.
Selain itu penyusunan feasibility study (FS) atau studi kelayakan terkait pembangunan pelabuhan internasional juga dilaksanakan tahun ini.
Pelabuhan niaga skala internasional di Jepara itu direncanakan menggunakan lahan seluas 700 hektare. Lokasi yang hendak digunakan untuk pengembangan Kawasan Peruntukan Industri yang terintegrasi dengan pembangunan pelabuhan ekspor impor.
Letaknya strategis di ujung utara Pulau Jawa dan langsung berhadapan dengan Laut Jawa.
“Pelabuhan ini bukan hanya penting bagi Jepara, tetapi juga bagi Jateng secara keseluruhan, mengingat tantangan yang sedang dihadapi Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Sedangkan keberadaan pelabuhan di Jepara diproyeksikan akan memperkuat konektivitas logistik, baik antar pulau di Indonesia maupun rute pelayaran internasional,” ujarnya. (***)




























