Pemerintah Provinsi Bengkulu menjalin kerja sama dengan PT Globalasia Infrastructure Fund (GIF) dalam membangun Pelabuhan Pulau Baai Kota Bengkulu.
“Kita harus fokus kerja agar bagaimana Pelabuhan Pulau Baai bisa optimal sampai mencapai 80 persen dalam melakukan fungsi-fungsi sebagaimana mestinya,” kata Gubernur Bengkulu Helmi Hasan di Bengkulu, dikutip dari Antara.
Kerja sama dengan PT GIF itu, kata dia, sudah dipertimbangkan secara matang. Kerja sama bertujuan untuk lebih memfokuskan kerja-kerja pembangunan infrastruktur seperti di Pulau Baai.
Dia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Bengkulu terkendala karena secara regulasi tidak memiliki peran strategis disebabkan kewenangan resmi ada di Kementerian Perhubungan yang didedikasikan ke Pelindo, termasuk mengenai alur pelayaran.
“Sedangkan masyarakat menganggap Pemerintah Provinsi tidak melakukan upaya apapun. Namun yang sebenarnya terjadi pemerintah daerah bekerja dibatasi dengan kerja-kerja regulasi nasional,” kata Gubernur.
Selanjutnya kerja sama (MoU), ujarnya, disertai dengan pengangkatan Gusnan Mulyadi sebagai Managing Director PT Globalasia Infrastructure Fund untuk wilayah Sumatera.
Gubernur Helmi Hasan berharap PT GIF dan Gusnan dapat bekerja secara optimal dan mengemban amanah dengan sebaik mungkin.
Saat ini, Pelabuhan Pulau Baai Kota Bengkulu masih dalam proses pengerukan alur pelabuhan yang tertutup pasir akibat pasir dari Samudera Hindia terbawa masuk gelombang laut ke pintu alur.
Pelindo telah melakukan pengerukan dengan kapal berkapasitas besar selama dua pekan terakhir.
Harapannya, pelabuhan bisa kembali beroperasi sesegera mungkin, karena perekonomian Bengkulu salah satunya ditopang pelabuhan dan juga Bumi Merah Putih juga memiliki pulau terluar, Pulau Enggano yang akses satu-satunya hanya lewat Pelabuhan Pulau Baai.
Untuk diketahui bahwa pengerukan tahap awal bisa dirampungkan pada akhir Juni ini dengan target supaya 15 kapal yang selama ini tak bisa keluar dari pelabuhan serta 7 kapal yang mau masuk, dapat keluar masuk.
“Targetnya akhir Juni atau awal Juli, pengerukan sudah bisa selesai, agar kapal2 yang ada di dalam pelabuhan maupun yang akan masuk bisa lancar untuk beraktivitas kembali,” kata Capt Joko S, General Manager PT Pelindo Bengkulu. (**/ant)






























