Dengan dimulainya kegiatan transhipment petikemas internasional oleh PT Batam Terminal Petikemas (BTP), di TPK Batu Ampar, Indonesia National Shipowners Association (INSA) Batam menyambut baik atas kemajuan dan inovasi yang dilakukan oleh anak usaha PT Persero Batam tersebut
“Kami apresiasi keberanian dari Persero Batam melalui anak perusahaannya PT. BTP tersebut dalam memajukan industri pelayaran dan menjadikan Batam Pelabuhan yang modern,” ujar Saptana, Ketua DPC INSA Batam saat dihubungi Ocean Week, melalui teleponnya, Rabu siang.
Tetapi, ungkap Saptana, dampak dari perluasan dan pengembangan fasilitas pelabuhan ini agar bisa diantisipasi dan dicarikan jalan keluarnya, supaya tidak mengganggu arus keluar masuk barang kapal-kapal yang sandar di pelabuhan Batu Ampar.
“Khususnya kapal-kapal yang konvensional supaya tidak terhambat kegiatannya,” katanya.
Apresiasi positif pun diucapkan pengurus Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Batam, Johan.
Dia secara singkat menyampaikan dengan adanya transhipment internasional yang dilakukan oleh PT BTP, kota Batam bisa menjadi lebih maju lagi. “Semoga makin maju Batam nya,” katanya singkat.
Seperti diketahui bahwa sebelum melaksanakan kegiatan transhipment Petikemas Internasional, PT BTP berhasil mengembangkan 4 rute pelayaran langsung (Direct Call) dari Batam ke China, Vietnam, Myanmar dan India melalui kerjasama dengan pelayaran SITC Line dan Evergreen Line, pada tanggal 9 Juni 2025 lalu.
Kedatangan MV Oriental Bright (CVM Service) tanggal 9 Juni 2025 membawa petikemas 1150 TEUs, diantaranya 112 TEUs petikemas transhipment dari Pelabuhan Haipong, dan Ho Chi Minh di Vietnam, Pelabuhan Laem Chabang, Thailand serta Pelabuhan Qinzhou, China, akan transit di TPK Batu Ampar, dan akan diangkut lanjut menuju ke Pelabuhan Haldia di India dengan menggunakan kapal SITC Zhi (FIE Service) pada tanggal 11 Juni 2025, menandai babak baru yang dilakukan PT BTP.
Kata M. Iqbal Mirza, Chief Operating Officer PT Persero Batam bahwa layanan tersebut merupakan kerjasama antara Persero Batam dan SITC Line dari China yang akan berlangsung secara mingguan.
“Kegiatan transhipment petikemas internasional ini merupakan yang pertama kali terjadi di Batam dan pertama di wilayah Indonesia. Karena biasanya kegiatan transhipment yang dilaksanakan di Tanjung Priok dan Tanjung Perak hanya untuk petikemas domestik,” ungkapnya.
Menurut Iqbal, dengan dimulainya aktifitas transhipment ini, akan mempromosikan Batam sebagai Pelabuhan transhipment alternatif disamping Singapura, Port Klang dan Tanjung Pelepas di Selat Malaka, serta memperkuat posisi Indonesia di tengah jalur utama maritim dunia.
Untuk diketahui, sejak dioperasikannya TPK Batu Ampar oleh PT Persero Batam melalui Perjanjian Kerjasama dengan BP Batam, BUMN ini telah banyak melakukan transformasi, diantaranya peningkatan produktifitas bongkar muat, percepatan waktu sandar, digitalisasi pelabuhan, peningkatan konektifitas serta pembangunan infrastruktur dan suprastruktur pelabuhan seperti pengadaan 4 unit Ship to Shore Crane, 10 unit Rubber Tyre Gantry Crane, 12 Ha Container Yard, serta 25 unit Electric Terminal Tractor.
“Seluruh peralatan bongkar muat menggunakan energi listrik yang lebih efisien dan ramah lingkungan dan diharapkan dapat dioperasikan penuh pada bulan Agustus 2025,” jelas Iqbal.
Iqbal juga mengungkapkan, SITC Line melalui Wu Qi, Shipping Manager at SITC International Holdings Co Ltd menyatakan mendukung penuh pengoperasian TPK Batu Ampar dan akan menjadikan Batam sebagai pelabuhan yang strategis bagi perusahaan untuk pengembangan rute direct call dan transhipment di kawasan Asia.
Ditemui terpisah, Distribution Manager PT Ecogreen Indonesia, Herny Lim, sebagai eksportir yang rutin menggunakan jasa TPK Batu Ampar, menyampaikan bahwa adanya direct call telah berhasil menurunkan biaya logistik secara signifikan, yaitu sebesar USD 600 per TEUs, karena petikemas tidak perlu lagi transit di Singapura. Selain itu, waktu pengiriman lebih cepat.
Direktur PT Batam Terminal Petikemas, Basori Alwi mangatakan bahwa pihaknya akan terus mengembangkan pelayanan Direct Call dan Transhipment ini dengan mendatangkan beberapa pelayaran asing yang telah menyatakan minat untuk masuk dan akan mulai dilayani pada bulan Agustus mendatang.
“Pada Bulan Agustus, Insya Allah TPK Batu Ampar akan sejajar dalam fasilitas dan pelayanan dengan pelabuhan lain di Selat Malaka, dan kami siap menyambut kedatangan para shipping line dunia di Batam,” ujar Basori. (***)






























