Branch Manager PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) Cabang Belawan Medan, Khaerudin Lubis mengatakan siap bermitra dengan 35 PBM yang aktif berkegiatan di pelabuhan Belawan.
“Kami tetap bekerjasama dan bermitra dengan para PBM disini (di Belawan),” ujarnya kepada Ocean Week, di Medan, Kamis pagi.
Menurut Khaerudin, saat ini PT Pelindo Multi Terminal Cabang Belawan mengoperasikan sejumlah terminal, antara lain terminal curah kering untuk kegiatan bungkil, batubara, lalu curah cair melayani bongkar muat CPO dan turunannya dengan kapasitas bisa mencapai 6 juta ton per tahun. Kemudian dermaga IKD untuk kapal-kapal curah baik muatan semen, dan metanol.
“Kami juga melayani kegiatan untuk pupuk curah dengan total sekitar 600-700 ribu ton per tahun, dan kegiatan ini dengan truk losing. Yang cukup besar itu CPO bisa mencapai 3,5 juta ton setahun,” ungkapnya.
Karena potensi arus barang melalui terminal yang ditanganinya cukup besar, misalnya di dermaga curah kering saja, untuk layanan batubara per tahun bisa mencapai 800 ribu ton.
Kata Khaerudin, pihaknya sudah mengusulkan agar dermaga 202, 203 bisa digunakan untuk kegiatan curah cair.
Dia menegaskan bahwa PT Pelindo Multi Terminal Cabang Belawan akan terus berupaya untuk melakukan service terbaik kepada para pelanggannya. “Kami terus memberikan layanan yang terbaik kepada pengguna jasa disini,” katanya.

Sementara itu, Surianto, akrab disapa Butong (ketua ALFI Sumut) mengakui jika Pelindo Multi Terminal sebagai pengelola terminal, tetap mengutamakan kearifan lokal. “Mereka tetap menggandeng para PBM bisa bekerja, tentunya ada persyaratan yang harus di penuhi oleh PBM,” ujarnya.
Butong juga mengungkapkan supaya pemerintah atau BUP Pelindo memperhatikan pendangkalan alur pelayaran di Belawan, karena sekarang pendangkalan terus terjadi.
“Kalau perlu dibuat channel fee, seperti Alur Barat Surabaya (ABS), sehingga kapal-kapal besar bisa aman keluar masuk pelabuhan. Dan setiap kapal yang melalui channel tersebut dikenai biaya,” ungkap Butong. (***)





























