Manajemen PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni/Persero) melalui Nota Dinas Direktur Usaha Angkutan Penumpang O.M. Sodikin tertanggal 14 April 2020 menghentikan sementara kapal-kapal penumpang yang dioperasikannya (Portstay), akibat banyaknya daerah yang menutup pelabuhannya untuk penumpang.
Selain itu juga disebabkan berkurangnya penumpang akibat virus Corona. Namun untuk kapal-kapal yang mensupport distribusi logistik tetap beroperasi.

“Tidak semua kapal. Untuk Kapal yang support logistik tetap operasional. Ada Km.Ciremai – Km.Dobonsolo – Km.Dorolonda – Km.Nggapulu dan nanti Km.Gunung Dempo selesai docking juga jalan,” kata Masrul Khalimi, Direktur Usaah dan Angkutan Barang Tol Laut Pelni saat dikonfirmasi Ocean Week, Rabu pagi (15/4), di Jakarta.
Seperti diketahui bahwa pada tanggal 14 April 2020, Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT Pelni O.M. Sodikin menandatangani surat dinas, menyampaikan bahwa dalam rangka efiensi operasional kapal dan rasionalisasi mempertimbangkan jumlah penumpang dan pengiriman logistik di masa karantina wilayah akibat pandemi Covid-19, maka kapal PSO penumpang dan kapal perintis PT. PELNI (Persero) akan melaksanakan portstay.
Hal itu mengacu pada, pertama, Surat Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Nomor : PR.101/33/4/DA-2020 tertanggal 03 April 2020 perihal Optimalisasi operasi kapal PSO penumpang dan perintis dimasa karantina wilayah akibat Covid-19.
Kedua, kebijakan Pemerintah Daerah berkaitan dengan penutupan pelabuhan dan pembatasan penumpang naik/turun di pelabuhan. Dan ketiga, Surat Emplooi kapal-kapal penumpang dan kapal perintis.
Dalam nota dinas tersebut menyebutkan bahwa kapal PSO penumpang yang Portstay antara lain, KM. Gunung Dempo, KM. Dobonsolo, KM. Ciremai, KM. Nggapulu, KM. Labobar, KM. Dorolonda, dan KM. Sinabung.
Selain itu ada KM. Kelud, KM. Lambelu, KM. Tidar, KM. Bukit Siguntang, KM. Umsini, KM. Kelimutu, KM. Tatamailau, KM. Tilongkabila, KM. Awu, KM. Bukit Raya, KM. Sirimau, KM. Binaiya, KM. Leuser, KM. Lawit, KM. Pangrango, KM. Sangiang, KM. Wilis, KM. Egon, dan KFC. Jetliner.
Untuk kapal perintis, adalah seluruh kapal Sabuk Nusantar yang dioperasikan Pelni ke seluruh rute.
Sodikin juga memberi catatan bahwa port stay dan penyesuaian trayek kapal penumpang dan kapal perintis untuk kondisi saat ini, apabila ada perkembangan/perubahan akan diinformasikan kemudian.
“Selama kapal-kapal PSO penumpang dan kapal perintis melaksanakan portstay agar berlabuh pada posisi yang aman dan melaksanakan perawatan serta stand by bila sewaktu-waktu kapal dioperasikan. Selama port stay, crew kapal tetap melaksanakan jaga laut dan memperketat keamanan di atas kapal,” katanya.
Untuk pengoperasian kapal-kapal PSO penumpang dan kapal perintis selanjutnya akan diinformasikan kemudian.
Sementara itu, Corporate Secratary PT Pelni Yahya Kuncoro, menyatakan Portstay kapal-kapal Pelni itu terkait beberapa pelabuhan yang dilakukan penutupan sekaligus akan dilakukannya penyesuaian jadwal kapal.
“Itu bentuk efisiensi juga Pak,” ujar Yahya kepada Ocean Week, Rabu pagi.
Selain itu, ungkapnya, juga untuk menjaga kapal dan ABK dari risiko kemungkinan penumpang yang bisa saja terpapar tapi tanpa gejala atau OTG, karena kapal pada prinsipnya aman karena ABK tidak kemana mana. (***)





























