Gara-gara wabah Corona, sebanyak 24 kapal pesiar yang berencana masuk Tanjung Emas Semarang, terpaksa ditolak oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Ganjar minta supaya kapal-kapal yang akan merapat di pelabuhan Tanjung Emas itu menjadwal ulang.
“Tadi ada pertanyaan di forum yang katakan bagaimana kapal yang berikutnya karena masih ada 24 kapal maka saya bilang tidak, gitu aja,” katanya usai rapat koordinasi terkait corona di kantornya, Jalan Pahlawan, Semarang, Sabtu (14/3) malam.
Untuk diketahui, bahwa pada Jumat (13/3), kapal pesiar MV Columbus berlabuh di Tanjung Emas. 1.044 wisatawan yang menumpang kapal turun dari kapal.
Meskipun turun, para turis asing yang berasal dari negara Amerika, Kanada, Australia, Jerman, Inggris dan Belanda itu diperiksa super ketat oleh petugas dengan alat thermal scanner yang dipasang di lorong pintu keluar terminal penumpang.
Alat tersebut berfungsi mengecek suhu tubuh dari para penumpang yang melintas.
Akibat MV Columbus bisa merapat dan menurunkan para penumpangnya, Ganjar mengaku mendapat banyak kritik dari berbagai pihak.
“Pariwisata banyak bertanya, sekaligus saya ini menjelaskan, karena saya dimarahi banyak masyarakat soal berlabuhnya Kapal Columbus. Itu sudah kita lakukan dengan prosedur ketat sesuai dengan SOP mulai dari kerja KKP, bea cukai juga bicara, pelabuhan otoritasnya kita sampaikan sampai semua bersih,” kata Ganjar.
Memang setelah virus Corona yang bermula menyerang Wuhan China, dan kemudian menyebar ke banyak negara, termasuk Indonesia, banyak pemerintah daerah/kota dan propinsi menolak kedatangan kapal pesiar.
Akibat Corona pula, ada perusahaan kapal pesiar yang sudah menutup sementara operasi kapal-kapal nya. (***)




























