Virus Corona yang berasal dari Wuhan China sangatlah menggegerkan negara-negara di seantero dunia, termasuk Indonesia. Berbagai antisipasi pencegahan disiapkan oleh pemerintah Indonesia. Pelabuhan dan fasilitas umum lainnya pun menjadi tempat ekstra untuk pengecekan dan pemeriksaan terhadap orang-orang yang datang dari luar negeri khususnya yang berasal dari China.
Untuk pengawasan dan pencegahan terhadap penyebaran virus Corona tersebut, Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Pelabuhan Tanjung Priok, Capt. Hermanta mengeluarkan surat edaran (ditandatangani tanggal 28/1), meminta kepada kapal asing yang masuk di pelabuhan Tanjung Priok supaya melampirkan surat pernyataan bebas penyakit Pneumonia yang ditandatangani oleh Nakhoda atau Maritime Declaration of Health dan dilampirkan pada saat melakukan lapor tiba secara on line.
“Selain itu juga melampirkan daftar 10 last port of call pada saat melakukan lapor tiba secara online,” kata Capt. Hermanta dalam surat edarannya tersebut.
Kepala Syahbandar Priok juga meminta kepada seluruh petugas dari Kantor Syahbandar untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan secara ketat terhadap penumpang dan crew yang berasal dari China. Lalu melakukan koordinasi dengan stake holders, terutama kantor kesehatan pelabuhan (KKP).
“Untuk menghindari virus corona, saya minta petugas menggunakan masker maupun sarung tangan,” ujarnya.
Beberapa hari sebelumnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga menyatakan, jika kementeriannya telah mempersiapkan langkah dan tindakan intensif dalam upaya itu, di antaranya dengan memerintahkan operator pelabuhan meningkatkan pengawasan dan pemeriksaan terhadap kapal dari dan menuju China.
“Kami meminta para petugas bandara untuk melakukan pemeriksaan intensif kepada para pengunjung yang datang ke Indonesia dengan baik dan santun,” katanya di Kantor Pusat Kemenhub, Jakarta Pusat.
Seperti diketahui, dari tanggal 1-26 Januari 2020, tercatat 35 kapal asal pelabuhan China masuk ke Tanjung Priok, dengan total crew mencapai 738 orang.
Kepala Bidang Pengendalian Karantina dan Surveylance Epidiemologi, Kantor Kesehatan Pelabuhan Tanjung Priok, Brata Sugema menyatakan bahwa dari 35 kapal yang berasal dari pelabuhan China tersebut, setelah ABK-nya dilakukan pemeriksaan, tidak ada crew terindikasi virus Corona.
“Sampai saat ini masih aman dan belum ada yang kena virus Corona di pelabuhan Priok,” kata Brata kepada Ocean Week, di kantornya, Senin (27/1).
Menurut Brata, kapal-kapal yang direct dari China ke Tanjung Priok Jakarta memang cukup banyak. Tahun 2019 lalu, tercatat 422 unit kapal dengan total ABK sebanyak 9.781 crew, dari China datang ke pelabuhan Priok.
Untuk mengantisipasi jika ada para ABK kapal dari China yang terindikasi kena virus Corona, Brata mengungkapkan bahwa pihaknya sudah bekerjasama dengan rumah sakit Sulianti Suroso yang berlokasi di Sunter Jakarta Utara. “Rumah sakit tersebut memang untuk rujukan ABK yang terkena virus Corona,” ungkapnya. (***)




























