Dalam rangka libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, GINSI berharap supaya semua instansi pemerintah dan swasta, termasuk operator terminal/pelabuhan tetap memberikan layanan kerja 24/7.
GINSI minta supaya kelancaran lalu lintas barang dan kapal di pelabuhan Priok tetap berjalan seperti biasa.
“Menghadapi libur natal dan tahun baru, sebagaimana komitmen menjalankan kerja 24/7 baik bea cukai, karantina, pelindo, depo empty dan lainnya yang terkait operasional harus benar menjalan 24 jam sehari dan 7 hari seminggu,” kata Ketua Umum GINSI Capt. Subandi kepada Ocean Week, Senin sore (23/12), di Jakarta.
Capt. Subandi menyatakan, jika 24/7 itu jangan sampai hanya untuk menyenangkan pemerintah saja yang se-olah-olah semua berjalan sebagaimana mestinya. Padahal dalam praktiknya ada institusi yang tak melaksanakan program tersebut.
“Ini menjadi tantangan dan ujian pertama bagi Kepala OP Priok yang baru. Dan GINSI minta supaya hal ini dipantau benar-benar oleh OP,” ungkapnya.
Menurut Subandi, pihaknya bukan hanya bisa meminta OP saja, namun GINSI akan turut memantau jalannya kinerja 24/7 di pelabuhan Tanjung Priok, mengingat hal itu sudah menjadi komitmen bersama.
“Saya akan pantau dan laporkan jika ada yang tidak menjalankan komitmen 24/7 tersebut,” tegasnya.
Sementara itu, GM Pelindo Cabang Tanjung Priok Suparjo menyatakan bahwa pihaknya tetap akan memberikan layanan 24/7 hari pada libur Natal dan Tahun Baru tersebut.
Saat hal ini ditanyakan kepada Kepala OP Tanjung Priok Jece Julia Piris, melalui teleponnya, hingga berita ini ditulis, belum memberikan jawaban. (***)






























