Direktur Utama PT KBS, Alugoro Mulyowahyudi, menyatakan PT Krakatau Steel (persero) Tbk melalui PT Krakatau Bandar Samudera (KBS), anak usahanya, membangun Pusat Logistik Berikat (PLB) di Kawasan Pelabuhan Cigading, Cilegon, Banten.
PLB ini dapat memberikan penghematan bagi para pelaku usaha yang sebelumnya memiliki inventory di luar negeri yang kemudian dikonversikan menggunakan PLB sebagai pusat inventorynya.
“Pendirian pusat logistik berikat ini dapat mendukung tercapainya visi PT KBS menjadi Port Centric Integrated Logistics Company,” kata Alugoro, saat dihubungi Ocean Week mengenai pembangunan PLB tersebut, Selasa malam (24/9).
PLB PT KBS ini, menurut Alugoro, siap melayani produk baja maupun produk lainnya. PLB ini memiliki lokasi yang strategis yakni di Cilegon, Banten, tepat berada di pusat kawasan industri Cilegon serta dilengkapi infrastruktur transportasi yang memadai.
“Selain itu, PLB PT KBS dilengkapi dengan sistem informasi yang lengkap berbabis IT yang dinamakan Port of Cigading Information System (PoCIS). Konsumen dapat melihat langsung produknya melalui akses CCTV 24 Jam, serta dapat melihat laporan keluar masuk produknya,” ujarnya menambahkan.

PLB PT KBS ini juga memenuhi standar keamanan dan kelayakan open yard floor strength sebesar 5 ton/sqm, serta tersedia alat angkut berupa Forklift.
Alugoro juga mengungkapkan, banyak perusahaan menerapkan just in time untuk mengurangi modal kerja serta menjaga kas perusahaan. “Beberapa supplier menempatkan stock mereka di PLB, sehingga buyer hanya mengambil barang dan membayar sesuai kebutuhan mereka di Indonesia. Delivery time menjadi lebih singkat” ucapnya lagi.
Seperti diketahui, bahwa PLB merupakan gudang multifungsi untuk memasukkan barang impor yang belum dipungut bea masuk dan pajak impor. Keberadaan PLB dapat meningkatkan proses pelayanan kepelabuhanan dari sisi waktu dan pemangkasan biaya seperti penundaan pembayaran pajak.
Dengan dibangunnya PLB, dapat mengintegrasikan jasa kepelabuhanan yang ada di KBS Group seperti trucking dan angkutan kargo menggunakan kereta api melalui PT Krakatau Jasa Logistik, handling bahan baku baja melalui PT Krakatau Argo Logistik, pelayanan bongkar muat melalui PT Multi Sentana Baja dan pelayanan angkutan produk baja melalui PT Wahana Sentana Baja. Dan keempat perusahaan itu merupakan anak usaha PT KBS.
Untuk juga diketahui, saat ini KBS sudah menambah dua dermaga yakni dermaga 7.1 dan dermaga 7.2. Dermaga ini dilengkapi dengan 4 unit jib crane. Dengan penambahan dua dermaga baru tersebut, KBS mampu menangani kegiatan sekitar 25 juta ton per tahun. (***)





























