Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Kepulauan Morotai memperoleh tambahan kapal tol laut dari pemerintah pusat (Kemenhub) yakni KM Logistik Nusantara III.
Tahun 2018 lalu, kabupaten Morotai ini mendapat penghargaan dari Kemenhub sebagai wilayah dengan jumlah througput kontainer terbanyak dibandingkan daerah lain yang dimasuki kapal tol laut.
Kini, ada dua kapal tol laut yang melayari dari Surabaya ke Morotai (PP) yakni KM Logistik Nusantara II dan KM Logistik Nusantara III Voy milik PT Pelni.
“Dengan bertambahnya kapal tol laut di Pulau Morotai, maka kapasitas bongkar muat dari Surabaya atau sebaliknya dari Morotai bertambah, dan meningkat karena dalam sebulan bisa dua kali trayek,” kata Abjan Sofyan, Kepala Bappeda Pulau Morotai.
Sofyan juga menyatakan kapal tol laut trayek T15 yang melayari ke Morotai dengan pembangunan aplikasi logistic communication system (LCS) untuk komoditi berbasis karakteristik.
Menurut dia, trayek pembangunan aplikasi LCS ini serta penambahan kapal itu merupakan hasil permintaan bupati Morotai Benny Laos kepada Ditjen Hubla.
“Pertimbangannya Morotai merupakan daerah perbatasan dan daerah strategis nasional,” ungkapnya.
Dari Morotai komoditi yang diangkut bulan hanya ikan, tapi juga hasil bumi seperti kopra, batang kelapa, serta yang lainnya.
“Kalau dulu hanya mengangkut bahan pokok, tapi sekarang bisa untuk semua muatan, dan sebulan bisa dua kali,” katanya. (km/**)





























