Program tol laut dipastikan berlanjut, meski DPR ada yang menilai akan mengevaluasi kembali seberapa penting tol laut ini. Namun, beberapa daerah di wilayah Indonesia Timur menyatakan kalau program tol laut ini sangat memberi manfaat bagi perekonomian masyarakat di wilayah masing-masing, khususnya yang dimasuki kapal tol laut.
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Perhubungan Laut, Capt. Wisnu Handoko kepada Ocean Week mengemukakan bahwa pemerintah akan terus melanjutkan program tol laut ini. Bahkan untuk tahun 2019 ini, pemerintah (Perhubungan Laut) akan memprioritaskan tiga hal dalam program tol laut ini.
Pertama prioritas menghubungkan pelabuhan-pelabuhan yang sudah dibangun di pulau-pulau terpencil, tertinggal, terluar dan perbatasan untuk membangun konektivitas penumpang dan barang ke dan dari daerah lainnya. “Kedua mengoptimalkan pemanfaatan kapal-kapal keperintisan yang telah dibangun dalam program tol laut untuk mengangkut penumpang maupun barang. Dan terakhir mendorong penggunaan teknologi informasi dalam angkutan laut antar pulau dalam negeri,” katanya, Minggu pagi (30/6).
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sudah menetapkan lima pelabuhan sebagai proyek percontohan (pilot project) dalam menerapkan konsep tol laut. Empat di antaranya adalah Pelabuhan Perak, Pelabuhan Semarang, Pelabuhan Makasar, dan Pelabuhan Belawan.
Pengiriman barang lewat petikemas tol laut. (ist)
Untuk pelabuhan yang kelima masih dikaji, yakni antara Pelabuhan Ambon atau Pelabuhan Sorong. Menhub Budi menyatakan, pelabuhan-pelabuhan tersebut harus dapat meningkatkan efektivitas distribusi logistik oleh kapal laut. Misalnya, Pelabuhan Perak saat ini bisa menampung logistik sebesar 3 juta ton, ditargetkan setelah ditetapkan sebagai pelabuhan tol laut naik 20%.
Selain itu, kapal tol laut harus memiliki target volume dan kecepatan tertentu dalam distribusi. “Karena kenaikan volume ekspor itu menunjukan kinerja, jadi harus memiliki kinerja yang baik,” katanya kepada pers.
Tidak ada anggaran khusus dalam upaya meningkatkan efektifitas pelabuhan tol laut ini. Hanya, Budi berharap peningkatan kapasitas ini bisa efektif setelah satu atau dua tahun kedepan.
“Mereka harus benar-benar melakukan level service yang optimal,” kata Budi. Adapun, pelabuhan tol laut yang sudah dinilai efesien yaitu Pelabuhan Dobo di Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku. Di mana, kapal tol laut Dobo membawa nelayan untuk mencari ikan, kemudian hasil tangkapan tersebut dikirim ke tol laut, sehingga nelayan tersebut tak harus pulang kembali ke Dobo. “Kapalnya tetap di sana, selama ini kapalnya harus pulang. Ini yang harus diefisiensikan,” kata dia.
Kapal tol laut diharapkan dapat meningkatkan volume distribusi logistik nasional. Pemerintah tidak hanya mendorong angkutan logistik tol laut bukan hanya dari pelabuhan ke pelabuhan, tetapi sampai ke konsumen. Sehingga, bisa tepat sasaran ke masyarakat dan harganya terjangkau. (kd/ow/**)