IPC TPK Palembang tetap akan memberikan layanan, meski hari Lebaran.
Kapal SPIL dan Samudera Indonesia bakal menjadi kapal terakhir jelang Idul Fitri 1440 nanti.
“Kapal SPIL masuk dan sandar tanggal 3 Juni, sedangkan kapal Samudera Indonesia pada 4 Juni. Kami hanya libur layanan pada shift I Idul Fitri, shift dua sudah mulai kerja,” kata Adi Saputra Darmansyah, Manajer IPC TPK Palembang, kepada Ocean Week, di Boom Baru, Senin (20/5).
Adi yang didampingi Finan, Humas IPC TPK Pusat menegaskan, kegiatan operasional pada hari raya Idul Fitri off mulai pukul 00.00 s/d jam 16.00 wib, selanjutnya kegiatan berjalan normal seperti biasanya.
“IPC TPK Palembang sudah mengantisipasi misalnya menyiapkan personil dan peralatan sebaik mungkin untuk puncak arus petikemas menjalang, saat dan setelah lebaran,” ungkap Adi.

Selian itu, pihaknya juga akan memaksimalkan lapangan penumpukan agar YOR dapat memenuhi kebutuhan penumpukan petikemas. Lalu berkoordinasi dengan Pelindo Cabang Palembang, keamanan, PFSO, KSOP, kepolisian, medis, dan instansi terkait lainnya.
“Kami sudah berkoordinasi dengan institusi terkait untuk menjaga kelancaran arus barang disini,” ujar Adi.
Adi juga bercerita kalau untuk tahun 2019 ini ditarget mampu menangani sebesar 200 ribu TEUs, naik dibandingkan tahun 2018 yang mencatatkan 171.584 TEUs (164.710 box), dan 2.647.356 ton.
Padahal volume di 2019 hingga April baru mencapai 42.465 TEUs (37.720 box), dan 671.196 ton.
Adi optimis target yang dicanangkan tersebut bisa tercapai, apalagi saat ini ada pasar baru yakni komoditi tissue.
Untuk diketahui, sejumlah pelayaran aktif setiap Minggu masuk ke terminal IPC TPK Palembang. Pelayaran domestik adalah IFL dengan satu kapal bermuatan 250 box, Temas Line dengan satu kapal muatan 400 box, lalu SPIL juga satu kapal muatan 300 box, dan LKA (Bahari Sandi Pratama) satu kapal muatan antara 400-500 box.
Untuk yang luar negeri ada Samudera Indonesia dengan bongkar muat 550 box, lalu ATS (Anugerah Transportasi Selatan dengan 400 box, dan Bintika Bangun Nusa, bongkar muat antara 250-300 box. “Ketiganya rute Palembang Singapura,” kata Adi.
Sedangkan kapal luar negeri yang diagemi BEN Line dengan rute Palembang- China tadinya dengan bongkar muat 750 box, sekarang hanya 50 box. “Tapi kami optimis akan terjadi pertumbuhan disini di masa mendatang,” ungkap Adi diiyakan Finan. (**)






























