Masyarakat semakin menyukai menggunakan moda angkutan laut sebagai pilihan semenjak harga tiket penerbangan meroket. Apalagi bagi orang-orang kelas ‘bawah’ saat Idul Fitri (Lebaran), naik kapal laut dipastikan jadi pilihan utama, khususnya mereka yang bepergian antara pulau, misalnya dari Jawa ke Sulawesi, atau Jawa ke NTT.
Dengan meningkatnya minat masyarakat akan moda kapal laut, Kementerian Perhubungan cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah menyediakan layanan angkutan laut lebaran untuk membantu masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik dengan aman dan selamat.
Demikian disampaikan Capt. Hermanta, Kepala Otoritas Pelabuhan (OP) Tanjung Priok saat memberi sambutan pada rapat koordinasi penyelenggaraan angkutan laut Lebaran 2019, bertempat di hotel Swiss Bell, Mangga Besar, Jakarta, Selasa (23/4).
Kata Hermanta, sebagai bagian dari pelayanan umum, layanan angkutan laut Lebaran diharapkan dapat terlaksana dengan pengawasan yang ketat. “Terdapat kenaikan jumlah penumpang angkutan laut lebaran dari tahun lalu sehingga bukan hanya pengawasan penumpang, tapi pengawasan akan kapal penumpang serta awak kapal dapat dilaksanakan dengan sebaik mungkin,” ungkapnya.

Berdasarkan data, jumlah penumpang (naik turun) di tahun 2018 sebanyak 59.579 orang dengan rincian, naik 30.263 orang dan turun 29.316 orang. Sedangkan tahun 2019 diprediksi mencapai total 65.537 orang dengan rician, naik 33.289 orang dan turun 32.248 orang.
Pelabuhan asal dan tujuan terbesar oleh penumpang yakni Tanjung Emas Semarang (10.239 tujuan dan 6.104 asal), Pelabuhan Surabaya sebagai tujuan ada 6.312 orang dan sebagai asal 6.059 orang. Sedangkan Batam hanya sebagai pelabuhan asal sebanyak 5.395 orang.
Untuk perusahaan angkutan Lebaran yang standby di Priok, antara lain Pelni, Bangka Belitung Jaya Line, Bukit Merapin Nusantara Line, Fajar Bahari Nusantara, Samudera Prima Sentosa, dan Atosim Lampung Pelayaran.
Menurut Hermanta, dalam rangka peningkatan kualitas layanan angkutan laut lebaran, Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tajung Priok akan berkoordinasi dengan beberapa unit pelaksana teknis, perusahaan, instansi, dan asosiasi untuk bekerja sama melancarkan Angkutan Laut Lebaran Tahun 2019. “Koordinasi akan dilaksanakan intensif di lingkungan Tanjung Priok dan Tanjung Emas,” katanya. (***)





























