Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Tanjung Redeb, Hary Suryanto, menyatakan throughput petikemas melalui pelabuhan Tanjung Redeb pada tahun 2018 bisa mencapai 26.000 TEUs lebih, naik dibandingkan setahun sebelumnya yang hanya tercatat 20.029 TEUs.
“Pertengahan Desember 2018 saja sudah tercapai 25.975 TEUs. Mungkin sampai akhir Desember ini bisa lebih dari 26.000 TEUs,” kata Hary kepada wartawan.
Hary juga mengatakan, jika kegiatan bongkar muat melalui pelabuhan Tanjung Redeb terus terjadi peningkatan. “Itu menandakan perekonomian di wilayah ini terus membaik,” ujarnya lagi.
Menurut dia, meningkatnya kegiatan petikemas tersebut disebabkan bertambahnya kapal bermuatan petikemas masuk ke pelabuhan Tanjung Redeb ini. “Belekangan ini, ada tiga sampai empat kapal petikemas masuk kesini,” ungkap Hary.
Untuk mengantisipasi lonjakan kegiatan petikemas, pihaknya telah membangun container yard di areal bekas terminal penumpang. Biayanya dari Kementerian Perhubungan senilai Rp 3,1 miliar. “Itu untuk paket car beton dan jalua rmasuk di area pelabuhan,” kata Hary. (***)






























