PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) Tbk menyambut baik rencana pemerintah membangun terminal kendaraan di mega proyek pelabuhan Patimban, kabupaten Subang, Jawa Barat yang akan dimulai pada Agustus 2018 ini.
“Terminal kendaraan di Patimban bisa sebagai komplementer dari terminal kendaraan yang ada di Tanjung Priok, mengingat pertumbuhan ekspor dalam 10 tahun terakhir mencapai 15%, bahkan diprediksi bertumbuh mencapai lebih dari 30% untuk beberapa tahun mendatang,” kata Chiefy Adi K, President Directore PT IKT dalam keterangannya yang diterima Ocean Week, Rabu (1/8).
IKT yang sudah melantai dibursa efek sejak tahun 2018 dengan kode IPCC berharap dan mengusulkan, pemerintah melibatkan IPCC dalam pengoperasian terminal kendaraan di Pelabuhan Patimban.
Saat ini IKT merupakan terminal kendaraan terbesar di Indonesia dan No. 3 se-ASEAN. Adanya Patimban menjadi momentum, dan akan menjadi tantangan bagi IPCC untuk menjadi terminal No. 1 di ASEAN. Terlebih perseroan sudah menjadi emiten yang telah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 9 Juli 2018.
“Kami juga mengapresiasi positif kalau pemerintah mendukung pembangunan pabrik mobil baru di wilayah Pelabuhan Patimban untuk mendongkrak ekspor mobil. Sehingga peruntukan Pelabuhan Patimban adalah untuk produk baru yang tidak mengganggu market Tanjung Priok yang berasal dari pabrik mobil di wilayah Jakarta dan Bekasi” kata Arif Isnawan, Direktur Komersial & Pengembangan Bisnis PT IKT menambahkan.
Chiefy juga mengungkapkan, bahwa dari hasil Focus Group Discussion (FGD) tahun 2017, menyebutkan beberapa premium customer PT IKT Tbk memprediksi pertumbuhan ekspor di tahun 2018 sampai 2019 mencapai 35-45% seiring dengan peningkatan produksi.
“Untuk itu IPCC (IKT) harus mempersiapkan penambahan fasilitas khususnya lapangan penumpukan atau parkir,” ujar Chiefy.
Sementara itu, Indra Hidayat Sani, Direktur Operasional IKT mengaku sangat siap jika PT IKT diminta mengoperasikan pelabuhan Patimban (khususnya terminal car), baik dari sisi SDM, suprastruktur dan digital car terminal system.
Seperti diketahui bahwa Perseroan mengelola lahan seluas 31 hektar dengan kapasitas 700 ribu unit kendaraan per tahun.
Hingga tahun 2022 nanti, PT IKT Tbk. menargetkan perluasan lahan seluas 89,5 hektar dengan kapasitas 2,1 juta kendaraan. Dengan demikian, perseroan diproyeksikan menjadi pengelola terminal mobil terbesar ke-5 di dunia. (***)




























