Sebanyak 41 ribu ton beras impor direncana kembali tiba di pelabuhan Tanjung Priok hari Jumat (11/5) ini menggunakan kapal MV Singapore Bulker. Kapal akan sandar di kade 114 pada sore nanti, karena masih menunggu selesainya dokumen dari pihak Bea Cukai.
Arif, Humas Pelindo Cabang Tanjung Priok mengungkapkan, kapal MV Singapore Bulker ini, pada bulan Februari 2018 lalu juga datang ke Priok membongkar beras impor asal Vietnam sebanyak 41.000 ton. “Kapal ini untuk kedua kalinya ke Priok bawa beras sebanyak itu (41 ribu ton),” ungkapnya kepada Ocean Week, Jumat (11/5) pagi.
Kali ini PBM yang menangani bongkar beras impor tersebut adalah PT Tao Abadi Jaya.
ARif juga menyatakan, bahwa pada tanggal 15 Mei nanti juga direncanakan datang kapal MV Orien, membawa beras impor sebanyak 30 ribu ton. “Direncana sandar di dermaga 101 pelabuhan Priok,” ujarnya.
Untuk kapal ini, PBM yang menangani bongkar yakni PBM Sinatra Dewa Samudra. Saat ini ijin clear dokumen kapal juga sedang diproses di Bea Cukai.
Seperti diketahui bahwa beras asal Vietnam itu merupakan bagian dari rencana importasi beras sebesar 500.000 ton yang dilaksanakan oleh Perum Bulog dan Kementerian Perdagangan.
Kapal Sapi
Sewaktu ditanya mengenai rencana sandar kapal tol laut membawa sapi yang masuk ke Priok, Arif mengatakan akan mencari datanya dulu. “Nanti saya cari dulu datanya,” ucapnya.
Sementara itu, Corporate Secretary PT Pelni Ridwan Mandaliko mengatakan, ada dua kapal Pelni yakni KM Camara Nusantara 1 dan KM Camara Nusantara 3. Keduanya sudah berangkat dari NTT pada tanggal 5 dan 6 Mei kemarin, dan tiba di Priok pada Kamis.
“Kapal datang hampir bersamaan Kamis ini. Rencananya kapal akan sandar di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta,” ujar Ridwan dalam keterangannya, di Jakarta, Kamis (10/5).
KM Camara Nusantara 1 telah berangkat dari NTT, membawa 359 sapi dari Kupang. Kapal singgah untuk membawa 141 ternak dari Waingapu (Nusa Tenggara Barat) dan kapal langsung menuju ke Tanjung Priok membawa 500 ekor sapi. Sedangkan KM Camara Nusantara 3, telah berangkat dari NTT pada Minggu (6/5) membawa 500 sapi seluruhnya dari NTT. (***)




























