Pengurus DPW Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Banten dikukuhkan, pada hari Selasa (24/4) oleh Ketua Umum APBMI HM. Fuadi, bertempat di Laguna Hotel, Cilegon, sesuai SK 009/SK APBMI/2018.
Pada kesempatan tersebut, HM. Fuadi menyatakan agar pengurus baru APBMI Banten, bisa lebih solid, dan mampu menghidupkan PBM anggotanya.
Fuadi minta supaya kesepakatan tarif bongkar muat di pelabuhan Banten secepatnya dapat diprogramkan oleh pengurus baru APBMI Banten ini.
“Di Banten belum ada tarif kesepakatan bongkar muat, sehingga tarif antara pelabuhan yang satu dengan yang lain belum ada kesamaan,” ungkap Fuadi.
Sementara itu, Alawi Mahmud, Ketua DPW APBMI Banten mengemukakan, bahwa potensi ekonomi di wilayah ini perlu digali, karena perekonomian terus berkembang.
“Kami ingin menggali potensi ekonomi di Banten. Kami minta agar regulator memproteksi terhadap kelangsungan hidup PBM di Banten,” katanya.
Alawi juga berharap Pemprov Banten segera merealisasikan peraturan daerah (Perda) tentang kemaritiman yang sedang dirancangnya.
Hadir pada acara pengukuhan antara lain, wakil gubernur Banten Andika Hazrumy, walikota Cilegon, GM Pelindo Ciwandan Hendro Haryono, para ketua DPW APBMI, serta para mitra kerja lainnya.
Pada pengukuhan APBMI Banten yang dibacakan oleh Sekjen APBMI Sahat Simatupang, dinyatakan bahwa pembina adalah Gubernur Banten dan KSOP Banten.
Penasihat Bay M. Hasani dan Sentot Waluyo. Kemudian Ketua APBMI Banten adalah Alawi Mahmud, sekretaris Dede Rohana Putra, Bendahara Rosid Haerudin, seksi organisasi TB Masduki, seksi hukum DR. Muchsin Mansur, kepelabuhanan Saleh, curah kering Oman Efendi, general kargo Khaeransyah, penyaringan Capt. Adnan Amran, komunikasi Safari Nasari, dan seksi transportasi laut yakni Agus Santoso. (***)




























